Minggu, 27 September 2026

MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN SENSOR DHT22
DENGAN TAMPILAN LCD I2C DAN AKSES WEBSERVER LOKAL BERBASIS ESP32
Disusun Oleh:
Kelompok 9
Fatkhur Rozaq24051204026
Ahmad Arkanul Falah Al Khalimi24051204033
Abdan Isa Ghaffara24051204235

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada penerapan ADC yang dibahas pada proyek sebelumnya, pembacaan tegangan analog dan penampilan hasilnya dilakukan sepenuhnya secara manual melalui perhitungan matematis dan pengendalian pin digital satu per satu. Pendekatan tersebut efektif untuk memahami prinsip dasar ADC, namun kurang efisien ketika mikrokontroler harus berinteraksi dengan modul peripheral yang memiliki protokol komunikasi kompleks, seperti sensor suhu-kelembapan digital, layar LCD berantarmuka I2C, maupun modul jaringan nirkabel.

Untuk kebutuhan tersebut, komunitas open source telah menyediakan pustaka (library) siap pakai yang membungkus detail protokol komunikasi ke dalam fungsi-fungsi sederhana. Sensor DHT11/DHT22 misalnya menggunakan komunikasi 1-wire dengan pembedaan bit berdasarkan lebar sinyal yang membutuhkan deteksi timing sangat akurat; hal ini telah ditangani oleh pustaka DHT sensor library sehingga pengguna cukup memanggil dht.readTemperature() dan dht.readHumidity(). Demikian pula layar LCD karakter yang secara asli memerlukan banyak jalur data paralel dapat dikendalikan hanya dengan dua jalur (SDA dan SCL) melalui modul I2C dan pustaka LiquidCrystal_I2C.

Proyek ini mengintegrasikan ketiga jenis peripheral tersebut ke dalam satu sistem monitoring: sensor DHT22 sebagai sumber data, LCD I2C sebagai tampilan lokal, dan modul ESP32 yang sekaligus berperan sebagai mikrokontroler utama dan Access Point yang menghosting halaman web sederhana untuk menampilkan data yang sama secara nirkabel. Dengan demikian, proyek ini menjadi kelanjutan langsung dari saran yang diajukan pada laporan Proyek 2, yaitu penggunaan sensor fisik serta penambahan layar tampilan yang lebih informatif.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara membaca data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22 menggunakan pustaka DHT sensor library pada ESP32?
  2. Bagaimana menampilkan hasil pembacaan sensor pada layar LCD 16x2 melalui antarmuka I2C menggunakan pustaka LiquidCrystal_I2C?
  3. Bagaimana mengonfigurasi ESP32 sebagai Access Point serta menghosting halaman web sederhana yang menampilkan data sensor secara berkala?
  4. Bagaimana memverifikasi konsistensi data antara Serial Monitor, layar LCD, dan halaman web pada platform simulasi Wokwi?
LAPORAN PRAKTIKUM MINGGU KE-3: Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Udara

Disusun Oleh:
Risqi Prasdika(24051204008)
Rahmat Ari Setyarto(24051204010)
Carmelio Sivandra A.(24051204116)
Rifqi Syawal(24051204198)
Azzam Ghifari(24051204178)

BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Suhu dan kelembapan menentukan kenyamanan penghuni ruangan, kualitas hasil budidaya, umur peralatan elektronik, dan mutu barang gudang. Panas berlebih menurunkan kinerja prosesor dan mempercepat kerusakan komponen di ruang server. Kelembapan tinggi memicu korosi dan jamur; kelembapan rendah meningkatkan risiko pelepasan muatan statis. Rumah kaca, kandang ternak, dan ruang penyimpanan makanan pun menuntut suhu stabil dalam rentang tertentu.

Termometer dan higrometer konvensional mengandalkan petugas yang membaca alat pada jam tertentu, dan cara ini menyimpan empat celah: data terputus di antara dua pembacaan, pemantauan bergantung pada kehadiran petugas, tidak ada peringatan saat nilai melewati batas aman, dan kipas atau ventilasi baru menyala setelah petugas menyalakannya secara manual sehingga pendinginan terlambat jika suhu naik di luar jam pemeriksaan.

Internet of Things (IoT) menutup celah ini dengan menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan jaringan komputer: sensor membaca kondisi lingkungan, mikrokontroler mengolah dan mengirim data, dan pengguna memantau hasilnya lewat peramban atau ponsel. ESP32 buatan Espressif Systems cocok untuk peran ini. Chip ini membawa dua inti prosesor, modul Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi, ADC, keluaran PWM, dan dukungan pustaka luas di Arduino IDE maupun PlatformIO. Harganya terjangkau, sehingga satu perangkat merangkap node sensor sekaligus pengendali aktuator.

Banyak pengembang menjalankan web server langsung di ESP32: pengguna membuka alamat IP perangkat dari jaringan lokal untuk membaca suhu dan kelembapan, lalu mengubah mode kipas. Pendekatan ini sederhana tetapi terbatas. Jangkauannya hanya mencapai jaringan lokal. Setiap klien yang membuka koneksi TCP menggerus SRAM 520 KB yang tersedia. Halaman web harus melakukan polling berulang untuk data terbaru, dan ESP32 sendiri tidak bisa mendistribusikan data ke banyak penerima sekaligus tanpa perantara.

MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) mengatasi keterbatasan ini lewat model publish/subscribe dengan broker sebagai perantara. ESP32 memublikasikan data ke sebuah topic, dan setiap pelanggan topik itu dashboard, aplikasi ponsel, atau Node-RED menerima data tanpa perlu mengetahui alamat ESP32. Header MQTT yang hanya 2 byte membuat protokol ini hemat bandwidth dan memori, sementara fitur Quality of Service (QoS), retained message, dan Last Will and Testament (LWT) menjaga keandalan pada jaringan Wi-Fi yang tidak stabil.

Pengendalian kipas otomatis melengkapi sistem ini. ESP32 membandingkan suhu terukur dengan ambang batas, lalu menggerakkan relay atau MOSFET untuk menyalakan kipas. Histeresis mencegah kipas hidup-mati berulang di sekitar nilai ambang, dan pengguna tetap bisa mengambil alih kipas lewat perintah manual dari MQTT atau halaman web.

Berdasarkan uraian ini, penelitian mengimplementasikan ESP32 sebagai node pemantau lingkungan dengan web server lokal, memublikasikan data sensor ke broker MQTT, dan mengendalikan kipas dalam mode otomatis maupun manual. Penelitian menguji akurasi sensor, latensi pengiriman data, dan ketepatan respons kipas terhadap perubahan suhu.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana merancang perangkat keras berbasis ESP32 yang membaca sensor suhu dan kelembapan serta menggerakkan kipas melalui relay atau driver transistor ?

Bagaimana mengimplementasikan web server pada ESP32 untuk menampilkan data suhu dan kelembapan serta mengubah mode kontrol kipas ?

Bagaimana mengimplementasikan protokol MQTT pada ESP32, meliputi struktur topic, format payload, dan pemilihan QoS, untuk mengirim data sensor dan menerima perintah kontrol ?

Bagaimana menerapkan logika kontrol kipas otomatis berbasis ambang suhu dengan histeresis, dan bagaimana logika itu berpindah antara mode otomatis dan manual ?

Bagaimana unjuk kerja sistem, diukur dari akurasi sensor, latensi pengiriman data, tingkat kehilangan paket, dan waktu respons kipas ?

IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN BERBASIS PIN 4-DIGIT MENGGUNAKAN ESP32-S3 DAN MOTOR SERVO

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS

IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN BERBASIS PIN 4-DIGIT MENGGUNAKAN ESP32-S3 DAN MOTOR SERVO

 


Disusun oleh:

Ramdani Mulyadi                   24051204137

Naufal Alif Prasetya               24051204126

Syauqi Ihsan Ramadhan        24051204110

Luthfi Fadli Zainuddin            24051204200

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kunci konvensional pada lemari penyimpanan atau brankas kecil bergantung pada mekanisme mekanis yang dapat digandakan atau dibongkar paksa tanpa meninggalkan jejak digital. Sistem kendali akses berbasis mikrokontroler menawarkan alternatif yang lebih fleksibel karena kode akses dapat diubah kapan saja oleh pengguna tanpa mengganti komponen kunci secara fisik.

Pada praktikum ini, ESP32-S3 dipakai sebagai pengendali sebuah sistem keamanan berbasis PIN 4-digit. Pengguna memasukkan PIN melalui keypad matriks 4×4, sementara layar LCD 16×2 berbasis I2C menampilkan status masukan dan status sistem. Mekanisme penguncian fisik diwakili oleh motor servo yang digerakkan melalui sinyal PWM, bergerak di antara posisi terbuka (0°) dan posisi terkunci (180°).

Sistem bekerja dalam dua keadaan, yaitu keadaan terbuka saat pengguna dapat menetapkan PIN baru, dan keadaan terkunci saat pengguna harus memasukkan kembali PIN yang tersimpan agar servo bergerak membuka kunci. Rangkaian dirancang dan diuji pada simulator Wokwi sehingga sambungan pin, respon keypad, tampilan LCD, dan pergerakan servo dapat diperiksa sebelum diterapkan pada perangkat fisik.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana ESP32-S3 membaca 16 tombol keypad matriks 4×4 menggunakan delapan pin GPIO, serta bagaimana perangkat lunak memetakan baris dan kolom menjadi karakter tombol yang ditekan?

2. Bagaimana sistem menyimpan, membandingkan, dan mengganti PIN 4-digit yang dimasukkan pengguna, termasuk penanganan kondisi ketika jumlah digit tidak sesuai atau PIN yang dimasukkan tidak cocok dengan PIN tersimpan?

3. Bagaimana ESP32-S3 mengendalikan motor servo melalui sinyal PWM 50 Hz untuk menggerakkan mekanisme kunci secara bertahap antara posisi terbuka dan posisi terkunci, serta bagaimana LCD I2C menampilkan status PIN BARU, Input PIN, Mengunci, Terkunci, Membuka, Terbuka, dan PIN SALAH pada setiap tahap?

SIMULASI SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 PADA WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

SIMULASI SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 PADA WOKWI



Disusun Oleh :

Firman Nova Prayoga                                     24051204088

Haidar Ali Yafi                                                24051204111

Nita Aini Rohima                                            24051204217

Arsyanda Nareswari Widaryanto                    24051204109


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Suhu dan kelembapan merupakan dua parameter lingkungan kritis yang memengaruhi berbagai sektor, mulai dari kenyamanan ruangan, kesehatan perangkat elektronik, hingga stabilitas penyimpanan komoditas pada industri pangan dan pertanian. Perubahan kondisi lingkungan yang tidak terawasi secara real-time dapat menyebabkan kerusakan material maupun penurunan efisiensi kerja. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem monitoring lingkungan yang dapat menyajikan data secara konstan dan akurat.

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara otomatis dan terintegrasi. Mikrokontroler ESP32 menjadi salah satu platform paling populer dalam implementasi IoT karena telah dilengkapi dengan modul Wi-Fi dan Bluetooth bawaan, daya pemrosesan yang tinggi, serta efisiensi konsumsi daya. Untuk membaca parameter lingkungan, ESP32 dapat dihubungkan dengan sensor DHT22, yang memiliki tingkat akurasi dan rentang pengukuran suhu maupun kelembapan lebih baik dibandingkan pendahulunya (DHT11).

Namun, perancangan hardware secara fisik sering kali menghadapi kendala keterbatasan perangkat keras, risiko kerusakan komponen akibat kesalahan pengawatan, serta biaya pengadaan. Platform simulasi Wokwi hadir sebagai solusi berbasis web-based simulator yang memungkinkan pengujian kode program dan interaksi sirkuit elektronik secara virtual sebelum dilakukan penataan fisik. Melalui simulasi berbasis Wokwi ini, proses perancangan, pengujian logika program, dan verifikasi pembacaan sensor DHT22 oleh ESP32 dapat dilakukan secara efisien, aman, dan berbiaya nol.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam laporan ini adalah:

  1. Bagaimana cara merangkai skematik sensor DHT22 dengan mikrokontroler ESP32 pada platform simulasi Wokwi?
  2. Bagaimana cara mengimplementasikan kode program (firmware) untuk membaca data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22 menggunakan ESP32?
  3. Bagaimana performa dan tingkat keakuratan simulasi Wokwi dalam menampilkan data perubahan suhu dan kelembapan secara real-time?

Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay


LAPORAN PRAKTIKUM
 Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay



Disusun oleh:

Mahdi Ghani Afriza                            24051204119

Muhammad Risqi Gemilang              24051204181

Gerizt Geovany Saragih Sumbayak   24051204117



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem kontrol suhu otomatis merupakan salah satu penerapan sistem tertanam untuk memantau kondisi lingkungan dan mengendalikan aktuator berdasarkan data sensor. Pada praktikum ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali pada simulasi Wokwi.

Sensor DHT22 membaca suhu dan kelembapan, kemudian ESP32 menampilkan hasil pengukuran pada LCD 16x2 melalui komunikasi I2C. Ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C, keluaran digital pada GPIO 12 digunakan untuk mengaktifkan relay sehingga kipas pendingin dapat dinyalakan. Ketika suhu turun di bawah ambang, relay dikembalikan ke kondisi mati.

Kegiatan ini melatih integrasi sensor digital, komunikasi I2C, keluaran digital, logika ambang, serta pengujian kondisi batas. Sistem masih berupa simulasi lokal di Wokwi; kemampuan konektivitas jaringan ESP32 belum digunakan pada praktikum ini.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana ESP32 membaca data suhu dan kelembapan dari DHT22? Bagaimana menampilkan data tersebut pada LCD 16x2 I2C? Bagaimana mengendalikan relay dan kipas secara otomatis ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C serta mematikannya kembali ketika suhu turun di bawah batas?

PENGGUNAAN LIBRARY PERIPHERAL UNTUK AKUISISI DATA SENSOR DHT22 DAN OUTPUT TM1637 MENGGUNAKAN WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGGUNAAN LIBRARY PERIPHERAL UNTUK AKUISISI DATA SENSOR DHT22 DAN OUTPUT TM1637 MENGGUNAKAN WOKWI

 

Disusun Oleh:

Alen Anang Saputri                                        24051204133

Detha Gracio Anggara Palimbunga                24051204219

Larasati Dwi Ariyanti Putri                            24051204118

Pratindo Tri Akta                                            24051204189

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem embedded (tertanam) mengalami akselerasi yang sangat pesat dalam berbagai sektor, khususnya dalam bidang otomasi dan pemantauan parameter lingkungan secara real-time. Parameter mikroklimat seperti suhu (temperature) dan kelembapan relatif (Relative Humidity / RH) memegang peranan krusial dalam berbagai aplikasi, mulai dari industri pertanian, laboratorium, hingga pemantauan ruangan cerdas (smart room). Untuk merealisasikan sistem akuisisi data lingkungan yang handal, dibutuhkan integrasi yang sinergis antara perangkat keras (hardware) mikrokontroler dan perangkat lunak (software) pendukung.

Dalam praktikum ini, papan mikrokontroler Arduino Uno yang berbasis pada arsitektur ATmega328P dipilih sebagai unit pengolahan pusat (central processing unit) karena fleksibilitas dan kemudahan antarmukanya. Sistem ini dikolaborasikan dengan sensor DHT22, yang dikenal memiliki akurasi tinggi dalam mendeteksi perubahan suhu dan kelembapan udara. Sebagai media diseminasi informasi hasil akuisisi data, digunakan modul display 4-digit seven-segment TM1637 yang dikendalikan melalui jalur komunikasi digital Clock (CLK) dan Digital Input/Output (DIO).

Guna mendukung efisiensi pembelajaran serta meminimalisir kendala fisik perangkat keras di awal tahap perancangan, pemanfaatan platform simulasi berbasis web seperti Wokwi menjadi solusi yang sangat efektif. Wokwi memungkinkan rekayasa rangkaian elektronika dan eksekusi kode program secara virtual dengan akurasi tinggi. Selain itu, implementasi library peripheral—seperti DHT.h untuk pengelolaan protokol komunikasi sensor dan TM1637Display.h untuk manajemen penayangan data pada display—sangat esensial dalam menyederhanakan kompleksitas pemrograman tingkat rendah (low-level programming), sehingga pengembang dapat berfokus pada logika fungsional sistem.

Berdasarkan urgensi tersebut, pelaksanaan praktikum mengenai penggunaan library peripheral untuk akuisisi data sensor DHT22 dan output TM1637 menggunakan Wokwi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar perancangan sistem akuisisi data berbasis mikrokontroler.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam laporan praktikum ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana perancangan dan konfigurasi rangkaian perangkat keras sistem monitoring suhu dan kelembapan menggunakan Arduino Uno, sensor DHT22, dan modul display TM1637 pada platform simulasi Wokwi?
  2. Bagaimana implementasi serta mekanisme kerja library peripheral (DHT.h dan TM1637Display.h) dalam melakukan proses akuisisi data sensor, validasi data, konversi tipe data, hingga penyajian informasi pada display?
  3. Bagaimana analisis unjuk kerja (performance analysis) dari sistem simulasi yang telah dibangun dalam membaca serta menampilkan parameter lingkungan secara akurat?

SIMULASI SISTEM PERINGATAN JARAK MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK, BUZZER, LED, DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

SIMULASI SISTEM PERINGATAN JARAK MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK, BUZZER, LED, DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

 

Disusun oleh :

Fandy Fernanda Yapari           24051204227

Tri Rianto Utomo                   24051204104

Rochmad Balya Imron Khan    24051204179

Sulthan Hamdani Sahvirdan    24051204129

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perangkat mikrokontroler dapat menghubungkan berbagai peripheral untuk menerima input, memproses data, dan menghasilkan output. Modul 3 membahas beberapa jenis peripheral seperti sensor, display, aktuator, buzzer atau sound, relay, modul komunikasi, serta penyimpanan. Tugas 3 menerapkan konsep tersebut dalam bentuk simulasi Wokwi dengan membuat sistem peringatan jarak.

Pada simulasi ini sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan sebagai peripheral input untuk mengukur jarak objek. Arduino Uno memproses hasil pengukuran. LCD 16x2 I2C menampilkan jarak, sedangkan LED dan buzzer digunakan sebagai output indikator ketika objek berada pada jarak tertentu. Penggunaan beberapa peripheral dalam satu rangkaian menunjukkan penerapan konsep input dan output yang dibahas pada Modul 3.

Tugas 3 dilakukan menggunakan platform Wokwi agar rangkaian dan program dapat diuji secara virtual. Sistem dirancang dengan tiga kondisi jarak. Jarak aman ditampilkan tanpa alarm, jarak waspada mengaktifkan LED, dan jarak dekat mengaktifkan LED serta buzzer. Dengan cara ini, satu input sensor dapat menghasilkan beberapa jenis output sesuai kondisi yang diprogram.

1.2 Rumusan Masalah

• Bagaimana membuat simulasi pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 pada Wokwi?

• Bagaimana Arduino Uno mengolah hasil pengukuran jarak dan menampilkannya pada LCD I2C?

• Bagaimana menggunakan LED dan buzzer sebagai indikator berdasarkan batas jarak?

• Bagaimana menguji perubahan output ketika nilai jarak berubah?

Implementasi Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan Berbasis Arduino Uno dengan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Alarm Ambang Batas


LAPORAN PRAKTIKUM

Implementasi Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan Berbasis Arduino Uno dengan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Alarm Ambang Batas



Disusun oleh:

Ubaidillah Maulidul Ula                     24051204115

Ali Syava Ramadhan                          24051204121

Georvin Octianno                               24051204185

Adie Tirta Satria                                 24051204108





BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pemantauan suhu dan kelembapan secara manual seringkali tidak efisien, terutama pada ruang server, laboratorium, atau gudang penyimpanan yang membutuhkan kondisi lingkungan stabil. Fluktuasi suhu yang ekstrem dapat merusak perangkat elektronik maupun bahan tertentu. Oleh karena itu, diperlukan sistem monitoring otomatis yang mampu membaca kondisi lingkungan secara real-time dan memberikan peringatan dini ketika terjadi kondisi abnormal.

Arduino Uno sebagai platform mikrokontroler yang populer dapat diintegrasikan dengan sensor digital DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan. Data hasil pengukuran ditampilkan pada LCD 16x2 I2C dan disertai alarm buzzer ketika suhu melampaui ambang batas. Praktikum ini menggunakan simulator Wokwi agar pengujian dapat dilakukan secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras fisik.

1.2  Tujuan

  1. Merancang sistem monitoring suhu dan kelembapan berbasis Arduino Uno dengan sensor DHT22.
  2. Mengimplementasikan komunikasi I2C antara Arduino Uno dan LCD 16x2.
  3. Menerapkan logika ambang batas (threshold) pada program untuk mengaktifkan buzzer sebagai sistem peringatan.
  4. Menguji kinerja sistem pada simulator Wokwi dalam berbagai skenario kondisi suhu dan kelembapan.

SMART LED CONTROLLER
BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN ADC
10-BIT DAN 7-SEGMENT


Disusun Oleh:
Irma Aulia24051204005
Kaysa Karuma Amalia24051204011
Maskurotin Faizah24051204015
Qurrota Ayun24051204082
Syifa Nayla Artika Dewi24051204238
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan Internet of Things (IoT) dan sistem embedded mendorong penggunaan mikrokontroler dalam berbagai sistem kendali elektronik. Salah satu kemampuan dasar yang penting dalam sistem mikrokontroler adalah membaca masukan analog dan mengubahnya menjadi keluaran yang dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

Arduino Uno merupakan salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan untuk mempelajari konsep tersebut karena menyediakan input analog dengan ADC 10-bit serta output PWM. Dengan ADC 10-bit, Arduino Uno dapat membaca nilai analog dalam rentang 0–1023. Nilai tersebut kemudian dapat diproses dan digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan LED melalui PWM.

Berdasarkan konsep tersebut, dibuat sebuah Smart LED Controller yang menggunakan potensiometer sebagai sumber input analog. Nilai potensiometer dibaca oleh Arduino Uno melalui pin analog A0 dan menghasilkan nilai ADC 0–1023. Nilai tersebut kemudian digunakan untuk mengatur kecerahan LED melalui PWM pada pin 9. Selain itu, nilai ADC ditampilkan secara langsung menggunakan display 4-digit 7-segment sehingga pengguna dapat mengetahui nilai input yang sedang digunakan.

Proyek ini disimulasikan menggunakan Wokwi untuk mempermudah proses perancangan, pengujian, dan pengamatan sistem tanpa memerlukan perangkat keras secara langsung.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana membaca nilai analog dari potensiometer menggunakan ADC 10-bit pada Arduino Uno?
  2. Bagaimana mengubah nilai ADC menjadi nilai PWM untuk mengatur kecerahan LED?
  3. Bagaimana menampilkan nilai ADC pada display 4-digit 7-segment?
  4. Bagaimana mensimulasikan sistem tersebut menggunakan Wokwi?

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN RUANGAN BERBASIS ESP32 DAN THINGSPEAK MENGGUNAKAN WOKWI

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN RUANGAN BERBASIS ESP32 DAN THINGSPEAK MENGGUNAKAN WOKWI




Disusun Oleh:

Revalina Natasya Sinaga                24051204123

Muchammad Ainur Rizal                 24051204127

M. Mazidannur Jibril Murtadlo        24051204130

Akhmad Furqon Al Farid                   24051204134



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan berbagai perangkat elektronik untuk saling terhubung dan bertukar data melalui jaringan internet. Salah satu penerapan IoT yang banyak digunakan adalah sistem monitoring lingkungan, misalnya pemantauan suhu dan kelembapan pada suatu ruangan secara jarak jauh. Sistem semacam ini bermanfaat untuk memastikan kondisi ruangan tetap berada pada batas yang aman, misalnya pada gudang penyimpanan, ruang server, maupun rumah kaca.

Pada praktikum ini dibuat sebuah simulasi sistem monitoring suhu dan kelembapan menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi. ESP32 dipilih karena memiliki modul WiFi terintegrasi sehingga dapat langsung terhubung ke internet tanpa memerlukan modul tambahan. Sensor DHT22 digunakan untuk membaca nilai suhu dan kelembapan udara, kemudian hasil pembacaan tersebut ditampilkan secara lokal melalui layar LCD 16x2 berbasis komunikasi I2C.

Sistem ini juga dilengkapi dengan LED merah sebagai indikator kondisi panas. LED akan menyala apabila suhu ruangan mencapai atau melebihi ambang batas 35°C, sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi ruangan hanya dengan melihat indikator tanpa harus membaca layar LCD. Selain ditampilkan secara lokal, data suhu dan kelembapan juga dikirim secara berkala ke platform cloud ThingSpeak melalui protokol HTTP, sehingga data dapat dipantau dari mana saja selama terhubung ke internet.

Simulasi ini dibuat untuk menerapkan materi mengenai komunikasi I2C, pembacaan sensor digital, digital output, serta komunikasi HTTP antara mikrokontroler dengan layanan cloud. Melalui praktikum ini, konsep dasar pembangunan sistem IoT sederhana dapat dipahami secara langsung mulai dari sisi perangkat keras (hardware) hingga pengiriman data ke internet.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara membaca data suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT22 pada ESP32?
  2. Bagaimana cara menampilkan hasil pembacaan sensor pada LCD 16x2 melalui komunikasi I2C?
  3. Bagaimana cara mengendalikan LED indikator berdasarkan ambang batas suhu tertentu?
  4. Bagaimana cara menghubungkan ESP32 ke jaringan WiFi dan mengirimkan data ke platform ThingSpeak?
  5. Bagaimana hasil simulasi sistem monitoring suhu dan kelembapan pada platform Wokwi?
LAPORAN PRAKTIKUM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN DHT22, LCD I2C, PUSH BUTTON, LED, DAN ARDUINO UNO PADA WOKWI

Disusun Oleh:
Mochamad Haikal24051204177
Syamil Bani Hafidz24051204197
Muhammad Najwan24051204202
Muhammad Risky Wira24051204186
Calvin Satriansyah24051204184

BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi mikrokontroler memberikan kemudahan dalam membuat berbagai sistem elektronik yang dapat bekerja secara otomatis dan terprogram. Salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pembelajaran adalah Arduino UNO karena bersifat open source, memiliki berbagai library yang dapat digunakan, serta relatif mudah diprogram. Arduino UNO juga dapat diintegrasikan dengan berbagai komponen input dan output untuk membangun suatu sistem sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu penerapan sederhana mikrokontroler adalah sistem monitoring suhu dan kelembapan. Sistem monitoring dapat digunakan untuk mengetahui kondisi lingkungan secara langsung berdasarkan data yang diperoleh dari sensor. Pada proyek ini digunakan sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan, LCD 16×2 I2C untuk menampilkan informasi, push button sebagai input untuk mengganti mode tampilan, serta LED sebagai indikator kondisi suhu.

Dalam proses pembelajaran dan perancangan, penggunaan Wokwi dapat membantu melakukan simulasi rangkaian dan program tanpa harus langsung menggunakan perangkat keras secara fisik. Wokwi dapat digunakan untuk merancang rangkaian, menghubungkan komponen, menjalankan program Arduino, serta mengamati hasil kerja sistem melalui simulasi.

Pada proyek ini dibuat sistem monitoring suhu dan kelembapan berbasis Arduino UNO. Sistem memiliki dua mode tampilan. Mode pertama digunakan untuk menampilkan nilai suhu dan kelembapan pada LCD. Mode kedua digunakan untuk menampilkan status kondisi berdasarkan nilai suhu. Apabila suhu kurang dari 30°C, sistem menampilkan status NORMAL, sedangkan apabila suhu mencapai atau melebihi 30°C, sistem menampilkan status PANAS! Dan LED akan menyala.

Melalui proyek ini, mahasiswa dapat memahami penerapan mikrokontroler, penggunaan sensor DHT22, penggunaan LCD I2C, penggunaan push button sebagai input, penggunaan LED sebagai indikator, serta proses perancangan dan simulasi sistem menggunakan Wokwi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah:

  1. Bagaimana merancang sistem monitoring suhu dan kelembapan berbasis Arduino UNO?
  2. Bagaimana menggunakan sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan?
  3. Bagaimana Arduino UNO memproses data yang diperoleh dari sensor DHT22?
  4. Bagaimana menampilkan data suhu dan kelembapan menggunakan LCD 16×2 I2C?
  5. Bagaimana menggunakan push button untuk mengubah mode tampilan LCD?
  6. Bagaimana mengendalikan LED berdasarkan batas suhu tertentu?
  7. Bagaimana melakukan simulasi dan pengujian sistem menggunakan Wokwi?

SISTEM COUNTER ANTREAN BERBASIS ARDUINO UNO

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS
MODUL 2 DIGITAL DAN ANALOG INPUT OUTPUT
SISTEM COUNTER ANTREAN BERBASIS ARDUINO UNO

 


Disusun oleh:

Ramdani Mulyadi                   24051204137

Naufal Alif Prasetya               24051204126

Syauqi Ihsan Ramadhan         24051204110

Luthfi Fadli Zainuddin           24051204200

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrokontroler menerima masukan dari sensor atau tombol, mengolahnya melalui program, kemudian mengendalikan perangkat keluaran. Urutan kerja seperti ini mudah diamati pada sistem penomoran antrean. Pengguna menekan tombol untuk meminta nomor berikutnya, lalu sistem menampilkan nomor tersebut dan memberi tanda bahwa ada perubahan.

Pada praktikum ini, Arduino Uno dipakai sebagai pengendali counter antrean satu digit. Tombol NEXT berfungsi menaikkan nomor, sedangkan tombol RESET mengembalikan nomor ke 0. Angka keluaran dikirim ke seven-segment, sementara LED dan buzzer menyala sesaat sebagai penanda. Serial Monitor menuliskan perubahan nilai sehingga hasil pembacaan tombol dapat dibandingkan dengan angka yang terlihat pada display.

Rangkaian dibuat dan dijalankan di Wokwi. Melalui simulasi ini, sambungan pin, pembacaan tombol, dan pola angka pada display dapat dicek sebelum rangkaian dipindahkan ke perangkat fisik. Jika ada koneksi yang keliru atau kode tidak berjalan sesuai rencana, gejalanya terlihat dari angka pada display, bunyi buzzer, maupun catatan di Serial Monitor.

1.2 Rumusan Masalah

1.  Bagaimana Arduino Uno membaca tombol NEXT dan RESET sebagai masukan digital dengan konfigurasi INPUT_PULLUP, termasuk kondisi yang terbaca saat tombol ditekan dan tidak ditekan?

2.  Bagaimana program menambah, mengatur ulang, dan membatasi nomor antrean pada rentang 0 sampai 9, kemudian mengirimkan pola angka yang sesuai ke seven-segment common cathode?

3.  Bagaimana LED, buzzer, dan Serial Monitor merespons perubahan nilai counter agar pengguna dapat mengetahui bahwa tombol telah terbaca oleh sistem?

SIMULASI SISTEM PEMANTAU SUHU DAN KELEMBAPAN UDARA SECARA REAL-TIME BERBASIS ESP32, SENSOR DHT22, DAN LCD I2C

Disusun Oleh Kelompok 5:
Farel Rizky Aliansi(24051204016)
Moch Septian Yudis(24051204024)
Denny Kusuma Putra(24051204027)
Brian Fawwaz Atmajaya(24051204230)

BAB I

PENDAHALUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem pemantauan kondisi lingkungan merupakan salah satu elemen kunci dalam pengembangan ekosistem Internet of Things (IoT). Program praktikum ini berfungsi sebagai sistem pemantau suhu dan kelembapan udara secara real-time berbasis mikrokontroler ESP32. Sensor suhu dan kelembapan digital, seperti DHT22, memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dan rentang pengukuran yang lebih luas dibandingkan perangkat pembacaan analog standar. Data yang dibaca oleh sensor DHT22 lalu ditampilkan ke layar LCD 16x2 I2C serta Serial Monitor.

Sebagai bentuk representasi kondisi fisik untuk mempermudah identifikasi tanpa harus membaca angka, tingkat kelembapan udara (0 – 100%) juga divisualisasikan secara langsung melalui 5 LED indikator secara bertahap. Pembuatan laporan ini bertujuan untuk menguji kemampuan pembacaan sensor digital, penerapan komunikasi protokol I2C, serta algoritma pemetaan (mapping) persentase menjadi jumlah aktuator yang aktif secara proporsional.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana mengintegrasikan perangkat keras ESP32, sensor digital DHT22, layar LCD 16x2 I2C, dan rangkaian LED menjadi sebuah sistem pemantauan yang stabil?
  2. Bagaimana mengimplementasikan fungsi pembacaan data suhu dan kelembapan, serta menampilkannya melalui modul antarmuka karakter secara real-time?
  3. Bagaimana menyusun logika algoritma konversi atau pemetaan (mapping) data kelembapan persentase (0-100%) untuk divisualisasikan ke dalam matriks 5 buah LED?

Simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino

Simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino



Disusun Oleh:

Muhammad Adrian Vibrianto                         24051204124

Mohammad Rizqi Nova Triatmaja                24051204131

Adhim Musafak                                              24051204191

M. Faisal Alfiansyah                                      24051204205




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrokontroler merupakan salah satu komponen penting dalam sistem elektronika karena dapat digunakan untuk menerima masukan, mengolah data, dan menghasilkan keluaran sesuai dengan program yang diberikan. Salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pembelajaran adalah Arduino Uno. Arduino Uno memiliki pin digital yang dapat digunakan sebagai input maupun output sehingga sesuai untuk mempelajari konsep dasar input dan output digital. Arduino Uno berbasis mikrokontroler ATmega328P dan memiliki 14 pin digital input/output serta 6 pin input analog (Arduino, n.d.).

Salah satu bentuk penerapan input dan output digital adalah penggunaan push button sebagai masukan dan seven-segment display sebagai keluaran. Push button dapat digunakan untuk memberikan sinyal digital berupa kondisi ditekan atau tidak ditekan. Sinyal tersebut kemudian dibaca oleh Arduino dan diproses untuk menentukan nilai yang akan ditampilkan. Seven-segment display digunakan untuk menampilkan angka dalam bentuk yang lebih mudah dibaca. Penggunaan Arduino Uno bersama push button dan seven-segment display juga telah diterapkan pada berbagai media pembelajaran mikrokontroler dan sistem digital (Hidayati et al., 2017; Dwiyanto & Setya W., 2025).

Pada materi perkuliahan sebelumnya, konsep digital input dan output dijelaskan melalui hubungan antara masukan dan keluaran pada mikrokontroler. Salah satu contoh yang diberikan adalah penggunaan tombol sebagai input dan counter pada 7-segment sebagai output. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam bentuk simulasi menggunakan Wokwi, sehingga rangkaian dan program dapat diuji tanpa harus menggunakan perangkat keras secara langsung. Simulasi ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami hubungan antara perangkat input, proses pengolahan pada Arduino, dan perangkat output.

Berdasarkan hal tersebut, pada tugas ini dibuat simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino. Sistem dirancang agar setiap penekanan push button dapat mengubah nilai penghitung dan menampilkannya pada seven-segment display. Pembuatan simulasi diharapkan dapat membantu memahami penerapan konsep input dan output digital yang telah dipelajari sekaligus memberikan pengalaman dalam merancang rangkaian dan program mikrokontroler.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam laporan ini adalah:

  1. Bagaimana merancang simulasi counter digital menggunakan push button dan seven-segment display berbasis Arduino pada Wokwi?
  2. Bagaimana cara kerja push button sebagai input dan seven-segment display sebagai output dalam sistem counter digital?

SIMULASI RANGKAIAN LAMPU LALU LINTAS (TRAFFIC LIGHT) BERBASIS ESP32 PADA WOKWI

 

SIMULASI RANGKAIAN LAMPU LALU LINTAS (TRAFFIC LIGHT) BERBASIS ESP32 PADA WOKWI



Disusun Oleh :

Firman Nova Prayoga                         24051204088

Haidar Ali Yafi                                    24051204111

Nita Aini Rohima                                24051204217

Arsyanda Nareswari Widaryanto       24051204109



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi mikrokontroler saat ini telah berkembang pesat dan banyak diterapkan dalam berbagai sistem otomatisasi, salah satunya adalah pengaturan lampu lalu lintas (traffic light). Lampu lalu lintas merupakan fasilitas penting untuk mengatur kelancaran arus kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan di persimpangan jalan. Dalam dunia pendidikan teknik dan rekayasa, pemahaman mengenai sistem kerja otomatisasi ini sangat penting untuk dipelajari sebelum diaplikasikan langsung pada perangkat keras nyata.

Namun, pengujian secara langsung menggunakan perangkat keras sering kali memiliki kendala biaya, risiko kerusakan komponen, serta keterbatasan alat. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan simulator berbasis web seperti Wokwi menjadi solusi yang sangat efektif dan efisien. Wokwi memungkinkan mahasiswa maupun praktisi untuk merancang rangkaian elektronika, menulis kode pemrograman mikrokontroler, dan menguji hasilnya secara real-time tanpa memerlukan perangkat keras fisik.

Berdasarkan latar belakang tersebut, praktikum ini dilakukan untuk merancang dan mensimulasikan sistem rangkaian lampu lalu lintas menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi. Melalui simulasi ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep dasar pemrograman mikrokontroler, logika pengaturan waktu (delay), serta penerapan komponen elektronik seperti LED dan ESP32 dalam sistem otomatisasi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara merancang rangkaian simulasi lampu lalu lintas (traffic light) menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi? 
  2. Bagaimana cara mengimplementasikan penulisan kode program (sketch) untuk mengatur urutan dan durasi nyala lampu merah, kuning, dan hijau pada ESP32? 
  3. Bagaimana fungsi perintah dasar seperti pinMode(), digitalWrite(), dan delay() bekerja dalam mengendalikan logika lampu lalu lintas? 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THING MINGGU KE: 3 SISTEM MONITORING DAN ALARM SUHU DAN KELEMBAPAN KAMAR BAYI BERBASIS ESP32, SENSOR DHT22, DAN BLYNK IoT

Disusun Oleh  :

Muhamad Fauzan(24051204013)
Julian Esa Mahendra. P(24051204018)
Rahman Abror Zati(24051204019)
Firmas Ferdiansya(24051204032)

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membuka banyak peluang dalam bidang otomasi dan monitoring, salah satunya dalam pemantauan kondisi lingkungan di dalam rumah. Suhu dan kelembapan ruangan merupakan parameter penting yang perlu dijaga, terutama pada kamar bayi. Bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik, sehingga ruangan yang terlalu dingin maupun terlalu panas dapat mengganggu kenyamanan tidur dan berisiko bagi kesehatan. Karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat memantau kondisi kamar secara terus-menerus dan memberikan peringatan otomatis ketika suhu keluar dari batas nyaman.

Mikrokontroler ESP32 merupakan platform embedded system yang memiliki modul WiFi bawaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem monitoring berbasis IoT. Dengan memanfaatkan sensor DHT22 sebagai pembaca suhu dan kelembapan, layar LCD I2C sebagai tampilan lokal, LED RGB sebagai indikator visual, buzzer sebagai indikator suara, serta platform Blynk IoT sebagai dashboard pemantauan jarak jauh, dapat dibangun sistem yang mampu mendeteksi perubahan kondisi ruangan dan memberikan peringatan secara real-time. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis membuat simulasi "Sistem Monitoring dan Alarm Suhu dan Kelembapan Kamar Bayi Berbasis ESP32, Sensor DHT22, dan Blynk IoT" menggunakan platform simulasi Wokwi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam laporan ini adalah:

  1. Bagaimana cara membaca data suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT22 pada ESP32?
  2. Bagaimana cara membuat sistem alarm yang memberikan indikator audio-visual melalui LED RGB dan buzzer berdasarkan ambang batas suhu kamar bayi?
  3. Bagaimana cara mengirimkan data hasil pembacaan sensor ke dashboard Blynk IoT agar dapat dipantau secara jarak jauh?