LAPORAN PRAKTIKUM
SIMULASI SISTEM PERINGATAN JARAK
MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK, BUZZER, LED, DAN LCD I2C PADA WOKWI
Disusun oleh :
Fandy Fernanda Yapari 24051204227
Tri Rianto Utomo 24051204104
Rochmad Balya Imron Khan
24051204179
Sulthan Hamdani Sahvirdan
24051204129
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perangkat
mikrokontroler dapat menghubungkan berbagai peripheral untuk menerima input,
memproses data, dan menghasilkan output. Modul 3 membahas beberapa jenis
peripheral seperti sensor, display, aktuator, buzzer atau sound, relay, modul
komunikasi, serta penyimpanan. Tugas 3 menerapkan konsep tersebut dalam bentuk
simulasi Wokwi dengan membuat sistem peringatan jarak.
Pada
simulasi ini sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan sebagai peripheral input untuk
mengukur jarak objek. Arduino Uno memproses hasil pengukuran. LCD 16x2 I2C
menampilkan jarak, sedangkan LED dan buzzer digunakan sebagai output indikator
ketika objek berada pada jarak tertentu. Penggunaan beberapa peripheral dalam
satu rangkaian menunjukkan penerapan konsep input dan output yang dibahas pada
Modul 3.
Tugas
3 dilakukan menggunakan platform Wokwi agar rangkaian dan program dapat diuji
secara virtual. Sistem dirancang dengan tiga kondisi jarak. Jarak aman
ditampilkan tanpa alarm, jarak waspada mengaktifkan LED, dan jarak dekat
mengaktifkan LED serta buzzer. Dengan cara ini, satu input sensor dapat
menghasilkan beberapa jenis output sesuai kondisi yang diprogram.
1.2
Rumusan Masalah
•
Bagaimana membuat simulasi pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonik
HC-SR04 pada Wokwi?
•
Bagaimana Arduino Uno mengolah hasil pengukuran jarak dan menampilkannya pada
LCD I2C?
•
Bagaimana menggunakan LED dan buzzer sebagai indikator berdasarkan batas jarak?
• Bagaimana menguji perubahan output ketika nilai jarak berubah?
1.3
Tujuan Laporan
•
Menerapkan konsep peripheral input dan output dari Modul 3 pada sistem
peringatan jarak.
•
Membuat simulasi sensor ultrasonik, LCD, LED, dan buzzer menggunakan Arduino
Uno pada Wokwi.
•
Memahami proses pembacaan jarak dan pengolahan kondisi pada program Arduino.
•
Menampilkan jarak pada LCD dan memberikan indikator melalui LED serta buzzer.
1.4
Manfaat Penulisan
•
Memahami penggunaan sensor sebagai peripheral input.
•
Memahami penggunaan display, LED, dan buzzer sebagai peripheral output.
•
Memahami hubungan input, proses, dan output pada mikrokontroler.
•
Memahami penggunaan Wokwi untuk menguji rangkaian dan program secara virtual.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Dasar Teori
2.1.1
Peripheral Input dan Output
Peripheral
merupakan perangkat yang terhubung dengan mikrokontroler untuk memberikan input
atau menerima output. Modul 3 mengelompokkan peripheral seperti sensor,
display, aktuator, buzzer atau sound, relay, modul komunikasi, dan penyimpanan.
Pada simulasi ini sensor ultrasonik menjadi input, sedangkan LCD, LED, dan
buzzer menjadi output.
2.1.2
Sensor DHT22
Sensor
ultrasonik HC-SR04 digunakan untuk mengukur jarak berdasarkan pantulan
gelombang ultrasonik. Sensor memiliki pin Trig untuk memulai pengukuran dan
Echo untuk menerima sinyal pantulan. Arduino mengukur durasi sinyal Echo,
kemudian mengubahnya menjadi nilai jarak dalam sentimeter.
2.1.3
Komunikasi Satu Kabel pada DHT22
Pembacaan
HC-SR04 dilakukan dengan memberikan pulsa pada pin Trig dan membaca durasi
pulsa pada pin Echo. Arduino menggunakan durasi tersebut untuk menghitung
jarak. Proses ini menjadi contoh hubungan antara peripheral input dan
pemrosesan data oleh mikrokontroler.
2.1.4
LCD 16x2 dan Komunikasi I2C
LCD
16x2 I2C digunakan sebagai display untuk menampilkan nilai jarak dan status
kondisi. Komunikasi I2C menggunakan jalur SDA dan SCL sehingga koneksi LCD ke
Arduino lebih sederhana. Pada simulasi ini LCD menggunakan alamat 0x27.
2.1.5
Library Arduino
Program
menggunakan library Wire untuk komunikasi I2C dan LiquidCrystal_I2C untuk
mengendalikan LCD. LED dan buzzer dikendalikan langsung melalui pin digital
Arduino. Struktur program terdiri dari inisialisasi, pembacaan sensor,
pengolahan kondisi, dan pengaturan output.
2.1.6
Wokwi
Wokwi
digunakan sebagai simulator untuk menguji rangkaian dan program tanpa perangkat
keras fisik. Simulasi ini menggabungkan beberapa jenis peripheral yang dibahas
pada Modul 3 dalam satu sistem peringatan jarak.
2.2
Komponen yang Digunakan
|
No |
Komponen |
Jumlah |
Fungsi |
|
1 |
ArduinoUno |
1 |
Mikrokontroler
pengendali sistem |
|
2 |
HC-SR04 |
1 |
Mengukur
jarak objek |
|
3 |
LCD
16x2 I2C |
1 |
Menampilkan
jarak dan status |
|
4 |
LED |
1 |
Indikator
kondisi jarak |
|
5 |
Buzzer |
1 |
Memberikan
peringatan suara |
|
6 |
Wokwi |
1 |
Simulator
rangkaian dan program |
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Deskripsi Simulasi
Simulasi
Tugas 3 menggunakan konsep peripheral input dan output dari Modul 3, tetapi
menerapkannya pada sistem peringatan jarak. HC-SR04 menjadi peripheral input
untuk mengukur jarak objek. Arduino Uno memproses nilai jarak. LCD 16x2 I2C
menampilkan jarak dan status, sedangkan LED dan buzzer menjadi indikator
kondisi.
Alur
kerja sistem adalah HC-SR04 → Arduino Uno → LCD, LED, dan buzzer. Arduino
memulai sensor, membaca durasi pantulan, menghitung jarak, menentukan kondisi,
kemudian mengatur output. Jika jarak lebih dari 30 cm, sistem berada pada
kondisi aman. Jika jarak 15 sampai 30 cm, LED menyala. Jika jarak kurang dari
15 cm, LED dan buzzer menyala.
Gambar
3.1 Rangkaian simulasi Wokwi sistem peringatan jarak
Rangkaian
terdiri dari Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, LCD 16x2 I2C, LED, dan
buzzer. HC-SR04 mengirimkan data jarak ke Arduino. Arduino mengolah data
tersebut dan mengendalikan LCD, LED, serta buzzer berdasarkan kondisi jarak.
3.2
Konfigurasi Rangkaian
|
Komponen |
Pin |
Koneksi |
|
HC-SR04 |
VCC |
5V
Arduino |
|
HC-SR04 |
GND |
GND
Arduino |
|
HC-SR04 |
TRIG |
Digital
Pin 9 |
|
HC-SR04 |
ECHO |
Digital
Pin 10 |
|
LCD
I2C |
VCC |
5V
Arduino |
|
LCD
I2C |
GND |
GND
Arduino |
|
LCD
I2C |
SDA |
A4
Arduino Uno |
|
LCD
I2C |
SCL |
A5
Arduino Uno |
|
LED |
Anoda |
Digital
Pin 7 melalui resistor |
|
LED |
Katoda |
GND
Arduino |
|
Buzzer |
Positif |
Digital
Pin 6 |
|
Buzzer |
Negatif |
GND
Arduino |
Konfigurasi
pin dibuat agar setiap peripheral dapat dikendalikan Arduino Uno. HC-SR04
menggunakan dua pin untuk Trig dan Echo. LCD menggunakan komunikasi I2C. LED
dan buzzer menggunakan pin digital sebagai output.
3.3
Program
|
#include <Wire.h> #include
<LiquidCrystal_I2C.h> #define TRIG_PIN 9 #define ECHO_PIN 10 #define LED_PIN 7 #define BUZZER_PIN 6 LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,
16, 2); float bacaJarak() { digitalWrite(TRIG_PIN, LOW); delayMicroseconds(2); digitalWrite(TRIG_PIN, HIGH); delayMicroseconds(10); digitalWrite(TRIG_PIN, LOW); long durasi = pulseIn(ECHO_PIN, HIGH); float jarak = durasi * 0.0343 / 2; return jarak; } void setup() { Serial.begin(9600); pinMode(TRIG_PIN, OUTPUT); pinMode(ECHO_PIN, INPUT); pinMode(LED_PIN, OUTPUT); pinMode(BUZZER_PIN, OUTPUT); lcd.init(); lcd.backlight(); } void loop() { float jarak = bacaJarak(); lcd.clear(); lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Jarak: "); lcd.print(jarak); lcd.print(" cm"); if (jarak > 30) { digitalWrite(LED_PIN, LOW); digitalWrite(BUZZER_PIN, LOW); lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Aman"); Serial.println("Status: Aman"); } else if (jarak >= 15) { digitalWrite(LED_PIN, HIGH); digitalWrite(BUZZER_PIN, LOW); lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Waspada"); Serial.println("Status:
Waspada"); } else { digitalWrite(LED_PIN, HIGH); digitalWrite(BUZZER_PIN, HIGH); lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Bahaya"); Serial.println("Status:
Bahaya"); } Serial.print("Jarak: "); Serial.print(jarak); Serial.println(" cm"); delay(500); } |
Program
membaca jarak dari HC-SR04 melalui fungsi bacaJarak(). Arduino mengirim pulsa
pada Trig dan membaca durasi Echo. Nilai durasi diubah menjadi jarak dalam
sentimeter. Program kemudian menentukan kondisi berdasarkan batas jarak.
Kondisi aman tidak menyalakan indikator. Kondisi waspada menyalakan LED.
Kondisi bahaya menyalakan LED dan buzzer. LCD dan Serial Monitor menampilkan
nilai jarak serta status kondisi.
3.4
Hasil Pengujian
Pengujian
dilakukan dengan mengubah posisi objek atau nilai jarak pada simulasi Wokwi.
Setiap perubahan jarak digunakan untuk melihat respons LCD, LED, buzzer, dan
Serial Monitor.
|
No |
Pengujian |
Hasil
yang Diamati |
Keterangan |
|
1 |
Inisialisasi
sistem |
LCD
aktif dan Serial Monitor berjalan |
Sistem
siap menerima hasil pembacaan |
|
2 |
Jarak
lebih dari 30 cm |
LCD
menampilkan Aman dan LED mati |
Kondisi
aman |
|
3 |
Jarak
15 sampai 30 cm |
LCD
menampilkan Waspada dan LED menyala |
Kondisi
waspada |
|
4 |
Jarak
kurang dari 15 cm |
LCD
menampilkan Bahaya, LED dan buzzer menyala |
Kondisi
bahaya |
|
5 |
Perubahan
jarak |
Nilai
jarak dan status berubah |
Output
mengikuti hasil pembacaan sensor |
|
6 |
Serial
Monitor |
Nilai
jarak dan status tampil |
Baud
rate 9600 |
Sistem
menunjukkan hubungan antara sensor sebagai input dan beberapa peripheral
sebagai output. Pengujian juga menunjukkan bahwa satu nilai input dapat
diproses menjadi kondisi berbeda sesuai aturan program.
3.5
Kaitan dengan Modul 3
•
Sensor ultrasonik digunakan sebagai peripheral input untuk memperoleh data
jarak.
•
LCD digunakan sebagai peripheral display untuk menampilkan hasil pemrosesan.
•
LED digunakan sebagai indikator output berdasarkan kondisi jarak.
•
Buzzer digunakan sebagai peripheral sound untuk memberikan peringatan pada
kondisi bahaya.
•
Arduino Uno menghubungkan input sensor dengan beberapa output dalam satu
sistem.
•
Wokwi digunakan untuk menguji penerapan beberapa jenis peripheral secara
virtual.
3.6
Link Simulasi Wokwi
https://wokwi.com/projects/475597875233222657
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Simulasi
Tugas 3 menerapkan konsep peripheral input dan output dari Modul 3 dalam bentuk
sistem peringatan jarak. Sensor ultrasonik digunakan sebagai input. Arduino Uno
memproses hasil pengukuran. LCD, LED, dan buzzer digunakan sebagai output
dengan fungsi yang berbeda sesuai kondisi jarak.
Simulasi
menunjukkan bahwa beberapa peripheral dapat dihubungkan dalam satu sistem dan
dikendalikan berdasarkan data input. Wokwi digunakan untuk menguji rangkaian,
program, dan perubahan output sebelum diterapkan pada perangkat keras.
4.2
Saran
•
Simulasi dapat dikembangkan dengan menambahkan relay sebagai output pengendali
perangkat.
•
Sistem dapat dikembangkan dengan menyimpan hasil pengukuran menggunakan SD
Card.
•
Sistem dapat dikembangkan menggunakan modul komunikasi untuk mengirim data
jarak.
•
Pengujian berikutnya dapat dilakukan menggunakan perangkat keras secara
langsung.
DAFTAR PUSTAKA
Kurniawan,
Nyoman Yudi. Modul 3. Library Peripheral Input Output: Mudahnya Koding
Mikrokontroler di Era Open Source. Materi Mata Kuliah Internet of Things.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar