LAPORAN
PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)
Sistem Deteksi Bahaya Industri dan Keselamatan Kerja
(Smart Industrial Safety & Hazard Monitoring System)
Berbasis ESP32 dengan Simulasi Wokwi dan Cloud ThingSpeak
Disusun Oleh:
1. Indina Anisa Zahrah (24051204213)
Alfan Mahardhika Yuda Prajakusuma (24051204182)
Dhani Rakha Aditya Rahma (24051204113)
Bee Nayaka Athalah Muchamad (24051204125)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Integrasi
teknologi sistem tertanam (embedded system) dan komputasi cerdas telah menjadi
fondasi utama dalam modernisasi sistem keselamatan kerja industri dan
pemantauan lingkungan. Pada fasilitas pabrik, laboratorium kimia, maupun area
manufaktur, deviasi ekstrem pada parameter fisis lingkungan seperti peningkatan
suhu secara tiba-tiba (overheating) dan kebocoran gas beracun atau mudah
terbakar berpotensi menimbulkan bahaya fatal, ledakan, serta kerusakan
infrastruktur. Pengawasan manual secara periodik dinilai kurang efektif, lambat
merespons keadaan darurat, dan membahayakan keselamatan personel penanggung
jawab.
Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan instrumen pemantauan otomatis
berteknologi Internet of Things (IoT) yang beroperasi secara real-time.
Mikrokontroler ESP32 dengan arsitektur dual-core Tensilica Xtensa 32-bit dan
modul Wi-Fi terintegrasi menjadi pilihan ideal sebagai pusat pemroses data.
Dengan menghubungkan sensor suhu digital DHT22 dan sensor gas analog MQ-2
(disimulasikan dengan p otensiometer),
sistem dapat mengklasifikasikan kondisi keselamatan ke dalam tiga tingkatan
hazard (Aman, Waspada, dan Bahaya).
Sistem
ini menyajikan indikasi visual dan audio secara lokal melalui layar OLED
SSD1306, alarm Buzzer, serta LED Tri-Color. Selain itu, data telemetri
dikirimkan secara berkala ke platform cloud ThingSpeak melalui protokol HTTP
GET request untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh. Pengujian dilakukan
melalui platform simulasi virtual Wokwi untuk memvalidasi kelayakan fungsional
sistem sebelum diterapkan pada perangkat keras fisik.
1.2
Rumusan Masalah
- Bagaimana
merancang skematik sirkuit dan pengkabelan (wiring architecture) yang
mengintegrasikan ESP32, sensor DHT22, sensor gas analog, OLED SSD1306,
alarm Buzzer, dan LED Tri-Color pada simulator Wokwi?
- Bagaimana
membangun algoritma kendali kondisional 3-level hazard (Aman, Waspada,
Bahaya) untuk merespons ancaman keselamatan kerja secara otomatis?
- Bagaimana
mengonfigurasi komunikasi I2C pada OLED dan pengiriman data telemetri ke
platform ThingSpeak Cloud menggunakan protokol HTTP GET request?
1.3
Tujuan Laporan
- Merancang
dan memvalidasi sirkuit sistem deteksi bahaya industri berbasis ESP32 pada
platform simulasi Wokwi.
- Mengembangkan
firmware berbasis C++/Arduino IDE untuk mengolah data multi-sensor serta
mengendalikan aktuator lokal (OLED, Buzzer, LED) secara akurat.
- Mengimplementasikan
pengiriman data telemetri suhu, konsentrasi gas, dan level hazard ke
server ThingSpeak Cloud secara berkala.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Dasar Teori
2.1.1
Internet of Things (IoT) dan Mikrokontroler ESP32
Internet
of Things (IoT) merupakan paradigma komputasi yang menghubungkan perangkat
fisik bersensor dan beraktuator ke jaringan internet untuk bertukar data secara
otomatis. Mikrokontroler ESP32 DevKit V1 berbasis System on a Chip (SoC)
dipilih karena memiliki prosesor dual-core 32-bit, konektivitas Wi-Fi (802.11
b/g/n), serta modul Analog-to-Digital Converter (ADC) 12-bit beresolusi 0–4095
yang presisi untuk membaca sensor analog.
2.1.2
Sensor Suhu DHT22 dan Sensor Gas MQ-2
Sensor
DHT22 (AM2302) adalah sensor digital presisi tinggi untuk mengukur suhu (-40°C
hingga +80°C) dan kelembapan udara relatif (%RH) melalui antarmuka single-bus
digital. Sensor gas MQ-2 mendeteksi gas mudah terbakar (LPG, propana, metana,
asap) dengan luaran tegangan analog yang dikonversi oleh ADC ESP32 menjadi
nilai persentase kepekatan gas (0–100%). Pada simulasi Wokwi, sensor gas
direpresentasikan menggunakan modul potensiometer analog.
2.1.3
Display OLED SSD1306 dan Protokol I2C
Layar
Organic Light-Emitting Diode (OLED) SSD1306 beresolusi 128x64 piksel menawarkan
visualisasi data lokal dengan kontras tinggi dan konsumsi daya rendah. Layar
ini berkomunikasi dengan ESP32 melalui protokol Inter-Integrated Circuit (I2C)
yang hanya membutuhkan dua jalur komunikasi, yaitu SDA (Serial Data pada GPIO
21) dan SCL (Serial Clock pada GPIO 22) dengan alamat I2C 0x3C.
2.1.4
Cloud Telemetry ThingSpeak dan Wokwi Simulator
ThingSpeak
adalah platform analitik IoT berbasis cloud dari MathWorks yang memungkinkan
pengumpulan, visualisasi, dan analisis data sensor secara real-time via API Key
menggunakan protokol HTTP GET request. Wokwi merupakan simulator sirkuit
berbasis web yang memungkinkan perancangan, pemrograman, dan verifikasi alur
kerja hardware virtual secara aman tanpa risiko kerusakan fisik.
2.2
Komponen dan Pemetaan Pin
Konfigurasi
interkoneksi komponen hardware pada mikrokontroler ESP32 disajikan pada Tabel
2.1 berikut.
|
Nama Komponen |
Pin Komponen |
Pin GPIO ESP32 |
Jenis Sinyal & Fungsi |
|
ESP32 DevKit V1 |
- |
- |
Mikrokontroler Utama & Client Wi-Fi |
|
Sensor
DHT22 |
DATA |
GPIO
15 |
Input
Digital (Suhu & Kelembapan) |
|
Sensor Gas (MQ-2 / Pot) |
SIG / A0 |
GPIO 34 |
Input Analog (ADC 12-bit Gas) |
|
OLED
SSD1306 (128x64) |
SDA |
GPIO
21 |
Komunikasi
Serial I2C Data |
|
OLED SSD1306 (128x64) |
SCL |
GPIO 22 |
Komunikasi Serial I2C Clock |
|
Piezo
Buzzer |
Positive
(+) |
GPIO
27 |
Output
PWM (Alarm Audio) |
|
LED Hijau |
Anoda (+) |
GPIO 25 |
Output Digital (Indikator AMAN) |
|
LED
Kuning |
Anoda
(+) |
GPIO
19 |
Output
Digital (Indikator WASPADA) |
|
LED Merah |
Anoda (+) |
GPIO 26 |
Output Digital (Indikator BAHAYA) |
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
Skema Rangkaian dan Cara Kerja Sistem
Sistem
dirancang untuk bekerja secara otomatis dan kontinu melalui pemrosesan sinyal
multi-sensor pada ESP32. Gambar 3.1 memperlihatkan diagram arsitektur sistem
yang menjelaskan hubungan antarmuka hardware, mikrokontroler, dan layanan
cloud.
Cara Kerja Sistem secara Alur Logika:
1. Inisialisasi Sistem: ESP32 menghubungkan Wi-Fi virtual Wokwi ('Wokwi-GUEST'), menginisialisasi layar OLED (0x3C), serta memulai sensor DHT22.\
2. Akuisisi Data: ESP32 membaca data suhu (°C) dari sensor DHT22 di GPIO 15 dan tegangan analog gas dari GPIO 34 yang dikonversi menjadi persentase (0–100%).
3. Klasifikasi Level Hazard (Kondisional):
a. Level
AMAN (0): Suhu < 40°C DAN Gas < 30%. LED Hijau ON, Buzzer OFF, OLED
menampilkan 'NORMAL'.
b. Level
WASPADA (1): Suhu 40°C–50°C ATAU Gas 30%–60%. LED Kuning ON, Buzzer Beep Intermiten, OLED 'WARNING'.
c. Level BAHAYA (2): Suhu > 50°C ATAU Gas > 60%. LED Merah ON, Buzzer Siren Kontinu, OLED 'DANGER! EVAKUASI!'.
4. Telemetri Cloud: Setiap 15 detik, ESP32 mengirimkan parameter Suhu (field1), Gas (field2), dan Hazard Level (field3) ke ThingSpeak Cloud via HTTP GET request.
3.2
Kode Program C++/Arduino ESP32
Berikut
adalah implementasi kode program lengkap (sketch.ino) yang dijalankan pada
simulator Wokwi:
|
#include <WiFi.h> |
3.3
Hasil Pengujian Simulasi dan Pembahasan
Pengujian
dilakukan secara komprehensif pada simulator Wokwi untuk memvalidasi performa
sistem dalam merespons 3 tingkatan kondisi keselamatan kerja.
Gambar 3.2. Tampilan Simulasi Wokwi
pada Kondisi Normal (Aman)
Pada
kondisi awal (Gambar 3.2), parameter lingkungan berada pada tingkat normal
(Suhu 26.5°C, Kelembapan 40.5%, Gas 12%). Sistem mengaktifkan LED Hijau (GPIO
25), menonaktifkan Buzzer, dan mencetak teks 'NORMAL - Kondisi Aman' pada layar
OLED. Hal ini menunjukkan indikator visual lokal bekerja sesuai ekspektasi pada
zona aman.
Gambar 3.3. Tampilan Simulasi Wokwi
pada Kondisi Waspada (Warning)
Ketika
parameter gas atau suhu dinaikkan ke tingkat menengah (Gambar 3.3), sistem
secara otomatis beralih ke Level 1 (Waspada). LED Kuning menyala (GPIO 19),
Buzzer membunyikan beep intermiten singkat, dan OLED menampilkan 'WARNING - Cek
Area Kerja'. Penanda ini memberi kesempatan bagi operator untuk melakukan
inspeksi sebelum bahaya meningkat.
Gambar 3.4. Tampilan Simulasi Wokwi
pada Kondisi Bahaya (Danger)
Saat
kondisi ekstrem diterapkan (Gambar 3.4), seperti gas melebihi 60% atau suhu
melampaui 50°C, sistem langsung memicu Level 2 (Bahaya). LED Merah menyala
terang (GPIO 26), Buzzer membunyikan sirene kontinu berfrekuensi 2000 Hz, dan
OLED menampilkan instruksi 'DANGER!!! EVAKUASI SEGERA!'. Respon otomatis ini
sangat krusial dalam meminimalkan korban jiwa saat terjadi insiden di lokasi
kerja.
Gambar 3.5. Tampilan Log Serial Monitor &
Pengiriman Data Cloud ThingSpeak
Proses
telemetri data disajikan pada Gambar 3.5. Setiap 15 detik, Serial Monitor
menampilkan log keberhasilan pengiriman HTTP GET request dengan kode respons
200. Kode 200 mengonfirmasi bahwa data suhu, persentase gas, dan nilai hazard
level telah diterima dan disimpan secara tepat oleh server ThingSpeak Cloud.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
- Sistem Smart Industrial Safety
& Hazard Monitoring berbasis ESP32 berhasil dirancang dan
disimulasikan secara virtual pada simulator Wokwi.
- Algoritma kondisional 3-level
hazard (Aman, Waspada, Bahaya) bekerja akurat dalam mengendalikan
indikator visual Tri-Color LED, alarm Buzzer, dan layar OLED SSD1306.
- Komunikasi serial I2C pada
OLED dan pengiriman data telemetri ke platform ThingSpeak Cloud berjalan
stabil dengan bukti respons kode HTTP 200.
4.2
Saran
- Pengembangan hardware fisik
disarankan dengan mengganti potensiometer menggunakan sensor gas fisik
MQ-2/MQ-135 nyata.
- Penambahan fitur notifikasi
peringatan darurat otomatis via email atau WhatsApp API ketika sistem
mendeteksi Level Bahaya (Level 2).
DAFTAR
PUSTAKA
Adafruit.
(2023). Adafruit SSD1306 and GFX Library Documentation. GitHub Repository.
Espressif
Systems. (2024). ESP32 Series Datasheet. Diakses dari https://www.espressif.com/
MathWorks.
(2024). ThingSpeak IoT Analytics Documentation. Diakses dari https://www.mathworks.com/help/thingspeak/
Monk,
S. (2022). Programming Arduino: Getting Started with Sketches (3rd ed.). McGraw
Hill.
LAMPIRAN
Link
Simulasi Proyek Wokwi: https://wokwi.com/projects/475064126040844289
Tidak ada komentar:
Posting Komentar