Minggu, 04 Oktober 2026

SIMULASI DATA LOGGER SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO, SENSOR DHT22, MODUL SD CARD (SPI), DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

SIMULASI DATA LOGGER SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO, SENSOR DHT22, MODUL SD CARD (SPI), DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

Disusun oleh:

Muhammad Adrian Vibrianto                24051204124

Mohammad Rizqi Nova Triatmaja          24051204131

Adhim Musafak                                    24051204191

M. Faisal Alfiansyah                              24051204205

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan mikrokontroler saat ini tidak lagi menuntut programmer menulis kode tingkat rendah untuk setiap komponen. Melalui ekosistem open source seperti GitHub dan Library Manager pada Arduino IDE, berbagai peripheral, misalnya sensor, layar, dan penyimpanan, dapat digunakan hanya dengan menyertakan library yang sesuai. Sebagai contoh, sensor DHT22 menggunakan komunikasi satu kabel (1-wire) yang memerlukan deteksi lebar sinyal secara akurat. Dengan library, proses tersebut sudah dibungkus dalam fungsi sederhana seperti readTemperature() dan readHumidity().

Pada Modul 3 dibahas penggunaan library peripheral untuk sensor DHT22, layar LCD I2C, serta modul SD Card yang berkomunikasi melalui protokol SPI menggunakan library SPI.h dan SD.h. Ketiga peripheral tersebut dapat digabungkan menjadi sebuah data logger, yaitu sistem yang membaca data sensor secara berkala, menampilkannya secara langsung, sekaligus menyimpannya ke media penyimpanan untuk dianalisis di kemudian hari.

Agar praktik dapat dilakukan tanpa perangkat fisik, digunakan simulator Wokwi. Simulator ini memungkinkan perancangan rangkaian dan pengujian program mikrokontroler secara daring. Oleh karena itu, laporan ini membahas simulasi data logger suhu dan kelembapan pada Wokwi yang mengombinasikan sensor DHT22, LCD I2C, dan modul SD Card.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merangkai sensor DHT22, LCD I2C, dan modul SD Card pada Arduino Uno di simulator Wokwi?
  2. Bagaimana penggunaan library DHT.h, LiquidCrystal_I2C.h, SPI.h, dan SD.h untuk membaca, menampilkan, dan menyimpan data suhu dan kelembapan?
  3. Bagaimana hasil pengujian sistem data logger yang dibuat?

Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay

 

LAPORAN PRAKTIKUM
 Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay


Disusun oleh:

Mahdi Ghani Afriza                              24051204119

Muhammad Risqi Gemilang                  24051204181

Gerizt Geovany Saragih Sumbayak        24051204117



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem kontrol suhu otomatis merupakan salah satu penerapan sistem tertanam untuk memantau kondisi lingkungan dan mengendalikan aktuator berdasarkan data sensor. Pada praktikum ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali pada simulasi Wokwi.

Sensor DHT22 membaca suhu dan kelembapan, kemudian ESP32 menampilkan hasil pengukuran pada LCD 16x2 melalui komunikasi I2C. Ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C, keluaran digital pada GPIO 12 digunakan untuk mengaktifkan relay sehingga kipas pendingin dapat dinyalakan. Ketika suhu turun di bawah ambang, relay dikembalikan ke kondisi mati.

Kegiatan ini melatih integrasi sensor digital, komunikasi I2C, keluaran digital, logika ambang, serta pengujian kondisi batas. Sistem masih berupa simulasi lokal di Wokwi; kemampuan konektivitas jaringan ESP32 belum digunakan pada praktikum ini.

 

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana ESP32 membaca data suhu dan kelembapan dari DHT22? Bagaimana menampilkan data tersebut pada LCD 16x2 I2C? Bagaimana mengendalikan relay dan kipas secara otomatis ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C serta mematikannya kembali ketika suhu turun di bawah batas?

Simulasi Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino UNO Menggunakan Sensor DHT22 dan Layar LCD I2C

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

Simulasi Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino UNO Menggunakan Sensor DHT22 dan Layar LCD I2C




Disusun Oleh:

Athallah Firmansyah              24051204136

Dave Osvaldo Adris               24051204172

Arsena Cahya Fioralle             24051204190

M. Ai-Bee Tazkyan N               24051204212

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Pemantauan kondisi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara merupakan kebutuhan krusial dalam berbagai ranah aplikasi Internet of Things (IoT) dan sistem tertanam (embedded system). Pada ruang seperti laboratorium, fasilitas produksi, maupun server komputer, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tidak teridentifikasi dapat mempengaruhi performa perangkat elektronik hingga menyebabkan kerusakan material. Oleh karena itu, diperlukan sistem akuisisi data otomatis yang bekerja secara real time untuk memantau perubahan kondisi lingkungan secara akurat. 

            Dalam merancang purwarupa pemantauan lingkungan, mikrokontroler Arduino UNO bertindak sebagai unit pemroses utama yang bertugas membaca data masukan dari sensor dan mengolahnya menjadi informasi visual. Sensor digital DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara relatif karena memiliki keunggulan presisi dan ketahanan terhadap gangguan sinyal. Sinyal digital dari sensor dikirimkan melalui jalur pin tunggal  ke pin GPIO digital pada mikrokontroler. Selanjutnya, data yang telah diproses ditransmisikan ke layar antarmuka LCD 16x2 menggunakan protokol komunikasi Inter Integrated Circuit (I2C) pada pin A4 (SDA) dan A5 (SCL), sehingga menghemat efisiensi penggunaan pin pada prapemrosesan mikrokontroler.

Untuk memastikan kelayakan alur program dan menangani potensi bug seperti penanganan kesalahan pembacaan sensor (error handling) platform simulasi berbasis cloud Wokwi dimanfaatkan sebagai sarana pengujian virtual. Melalui Wokwi, validasi data masukan dari DHT22, eksekusi fungsi isnan (), serta sinkronisasi pencetakan data ke Serial Monitor dan layar LCD I2C dapat diuji secara real time tanpa risiko kegagalan perangkat keras fisik. Berdasarkan pertimbangan tersebut, laporan praktikum Tugas 3 ini disusun untuk menganalisis dan mendokumentasikan hasil perancangan simulasi sistem pemantauan suhu dan kelembaban udara berbasis Arduino UNO.  

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 

  1. Bagaimana mengkonfigurasi dan merangkai antarmuka sensor DHT22 serta modul LCD 16x2 I2C pada mikrokontroler Arduino UNO menggunakan platform simulasi Wokwi? 
  2. Bagaimana alur akuisisi data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22 hingga diproses oleh program mikrokontroler? 
  3. Bagaimana mengimplementasikan logika validasi data sensor (penanganan kondisi isnan) dan penayangan data secara real time melalui Serial Monitor dan antarmuka LCD I2C?