Minggu, 27 September 2026

Simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino

Simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino



Disusun Oleh:

Muhammad Adrian Vibrianto                         24051204124

Mohammad Rizqi Nova Triatmaja                24051204131

Adhim Musafak                                              24051204191

M. Faisal Alfiansyah                                      24051204205




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrokontroler merupakan salah satu komponen penting dalam sistem elektronika karena dapat digunakan untuk menerima masukan, mengolah data, dan menghasilkan keluaran sesuai dengan program yang diberikan. Salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pembelajaran adalah Arduino Uno. Arduino Uno memiliki pin digital yang dapat digunakan sebagai input maupun output sehingga sesuai untuk mempelajari konsep dasar input dan output digital. Arduino Uno berbasis mikrokontroler ATmega328P dan memiliki 14 pin digital input/output serta 6 pin input analog (Arduino, n.d.).

Salah satu bentuk penerapan input dan output digital adalah penggunaan push button sebagai masukan dan seven-segment display sebagai keluaran. Push button dapat digunakan untuk memberikan sinyal digital berupa kondisi ditekan atau tidak ditekan. Sinyal tersebut kemudian dibaca oleh Arduino dan diproses untuk menentukan nilai yang akan ditampilkan. Seven-segment display digunakan untuk menampilkan angka dalam bentuk yang lebih mudah dibaca. Penggunaan Arduino Uno bersama push button dan seven-segment display juga telah diterapkan pada berbagai media pembelajaran mikrokontroler dan sistem digital (Hidayati et al., 2017; Dwiyanto & Setya W., 2025).

Pada materi perkuliahan sebelumnya, konsep digital input dan output dijelaskan melalui hubungan antara masukan dan keluaran pada mikrokontroler. Salah satu contoh yang diberikan adalah penggunaan tombol sebagai input dan counter pada 7-segment sebagai output. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam bentuk simulasi menggunakan Wokwi, sehingga rangkaian dan program dapat diuji tanpa harus menggunakan perangkat keras secara langsung. Simulasi ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami hubungan antara perangkat input, proses pengolahan pada Arduino, dan perangkat output.

Berdasarkan hal tersebut, pada tugas ini dibuat simulasi Counter Digital Menggunakan Push Button dan 7-Segment Berbasis Arduino. Sistem dirancang agar setiap penekanan push button dapat mengubah nilai penghitung dan menampilkannya pada seven-segment display. Pembuatan simulasi diharapkan dapat membantu memahami penerapan konsep input dan output digital yang telah dipelajari sekaligus memberikan pengalaman dalam merancang rangkaian dan program mikrokontroler.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam laporan ini adalah:

  1. Bagaimana merancang simulasi counter digital menggunakan push button dan seven-segment display berbasis Arduino pada Wokwi?
  2. Bagaimana cara kerja push button sebagai input dan seven-segment display sebagai output dalam sistem counter digital?

SIMULASI RANGKAIAN LAMPU LALU LINTAS (TRAFFIC LIGHT) BERBASIS ESP32 PADA WOKWI

 

SIMULASI RANGKAIAN LAMPU LALU LINTAS (TRAFFIC LIGHT) BERBASIS ESP32 PADA WOKWI



Disusun Oleh :

Firman Nova Prayoga                         24051204088

Haidar Ali Yafi                                    24051204111

Nita Aini Rohima                                24051204217

Arsyanda Nareswari Widaryanto       24051204109



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi mikrokontroler saat ini telah berkembang pesat dan banyak diterapkan dalam berbagai sistem otomatisasi, salah satunya adalah pengaturan lampu lalu lintas (traffic light). Lampu lalu lintas merupakan fasilitas penting untuk mengatur kelancaran arus kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan di persimpangan jalan. Dalam dunia pendidikan teknik dan rekayasa, pemahaman mengenai sistem kerja otomatisasi ini sangat penting untuk dipelajari sebelum diaplikasikan langsung pada perangkat keras nyata.

Namun, pengujian secara langsung menggunakan perangkat keras sering kali memiliki kendala biaya, risiko kerusakan komponen, serta keterbatasan alat. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan simulator berbasis web seperti Wokwi menjadi solusi yang sangat efektif dan efisien. Wokwi memungkinkan mahasiswa maupun praktisi untuk merancang rangkaian elektronika, menulis kode pemrograman mikrokontroler, dan menguji hasilnya secara real-time tanpa memerlukan perangkat keras fisik.

Berdasarkan latar belakang tersebut, praktikum ini dilakukan untuk merancang dan mensimulasikan sistem rangkaian lampu lalu lintas menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi. Melalui simulasi ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep dasar pemrograman mikrokontroler, logika pengaturan waktu (delay), serta penerapan komponen elektronik seperti LED dan ESP32 dalam sistem otomatisasi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara merancang rangkaian simulasi lampu lalu lintas (traffic light) menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi? 
  2. Bagaimana cara mengimplementasikan penulisan kode program (sketch) untuk mengatur urutan dan durasi nyala lampu merah, kuning, dan hijau pada ESP32? 
  3. Bagaimana fungsi perintah dasar seperti pinMode(), digitalWrite(), dan delay() bekerja dalam mengendalikan logika lampu lalu lintas? 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THING MINGGU KE: 3 SISTEM MONITORING DAN ALARM SUHU DAN KELEMBAPAN KAMAR BAYI BERBASIS ESP32, SENSOR DHT22, DAN BLYNK IoT

Disusun Oleh  :

Muhamad Fauzan(24051204013)
Julian Esa Mahendra. P(24051204018)
Rahman Abror Zati(24051204019)
Firmas Ferdiansya(24051204032)

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membuka banyak peluang dalam bidang otomasi dan monitoring, salah satunya dalam pemantauan kondisi lingkungan di dalam rumah. Suhu dan kelembapan ruangan merupakan parameter penting yang perlu dijaga, terutama pada kamar bayi. Bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik, sehingga ruangan yang terlalu dingin maupun terlalu panas dapat mengganggu kenyamanan tidur dan berisiko bagi kesehatan. Karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat memantau kondisi kamar secara terus-menerus dan memberikan peringatan otomatis ketika suhu keluar dari batas nyaman.

Mikrokontroler ESP32 merupakan platform embedded system yang memiliki modul WiFi bawaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem monitoring berbasis IoT. Dengan memanfaatkan sensor DHT22 sebagai pembaca suhu dan kelembapan, layar LCD I2C sebagai tampilan lokal, LED RGB sebagai indikator visual, buzzer sebagai indikator suara, serta platform Blynk IoT sebagai dashboard pemantauan jarak jauh, dapat dibangun sistem yang mampu mendeteksi perubahan kondisi ruangan dan memberikan peringatan secara real-time. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis membuat simulasi "Sistem Monitoring dan Alarm Suhu dan Kelembapan Kamar Bayi Berbasis ESP32, Sensor DHT22, dan Blynk IoT" menggunakan platform simulasi Wokwi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam laporan ini adalah:

  1. Bagaimana cara membaca data suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT22 pada ESP32?
  2. Bagaimana cara membuat sistem alarm yang memberikan indikator audio-visual melalui LED RGB dan buzzer berdasarkan ambang batas suhu kamar bayi?
  3. Bagaimana cara mengirimkan data hasil pembacaan sensor ke dashboard Blynk IoT agar dapat dipantau secara jarak jauh?

Implementasi Analog Input dan Digital Output pada Simulasi Speedometer Berbasis Arduino Uno

 

LAPORAN PRAKTIKUM
 Implementasi Analog Input dan Digital Output pada Simulasi Speedometer Berbasis Arduino Uno



Disusun oleh:
Muhammad Naufal Zakcky Dzikrillah          24051204106

Gerizt Geovany Saragih Sumbayak               24051204117

Mahdi Ghani Afriza                                        24051204119

Muhammad Risqi Gemilang                          24051204181




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Speedometer digital menampilkan informasi kecepatan dalam bentuk angka agar mudah dibaca. Selain menampilkan nilai, sistem dapat dilengkapi indikator untuk memberi peringatan ketika kecepatan mencapai batas tertentu. Praktikum ini menerapkan konsep tersebut melalui simulasi Arduino Uno pada Wokwi.

Potensiometer digunakan sebagai masukan untuk menyimulasikan perubahan kecepatan. Nilai analog dibaca oleh Arduino, dipetakan menjadi 0–120 km/jam, lalu ditampilkan pada seven-segment empat digit. LED hijau menunjukkan kondisi di bawah 80 km/jam, sedangkan LED merah dan buzzer memberikan peringatan mulai 80 km/jam. Batas tersebut merupakan parameter praktikum, bukan acuan batas kecepatan di jalan.

Kegiatan ini melatih pembacaan input analog, pengolahan data, multiplexing display, dan pengaturan waktu keluaran. Sistem yang dibuat merupakan simulasi lokal; program belum mengirimkan data ke internet atau layanan IoT.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana mengubah nilai potensiometer menjadi kecepatan digital pada Arduino Uno? 
  2. Bagaimana menampilkan angka menggunakan seven-segment empat digit? 
  3. Bagaimana mengaktifkan peringatan pada batas 80 km/jam dan mengembalikan sistem ke kondisi aman ketika kecepatan menurun?

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN SENSOR DHT11 DAN INDIKATOR LCD 16X2 BERBASIS ARDUINO UNO


Disusun Oleh:
Amira Najihah Fadri Putri24051204002
Mareta Surya Tananjaya24051204006
Novasya Aulia Putri Hidayat24051204028
Sulthania Auliya Afandi24051204034

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Parameter suhu dan kelembaban udara merupakan faktor krusial yang perlu diperhatikan dalam berbagai sektor, mulai dari kenyamanan ruangan, penyimpanan barang, hingga otomatisasi industri dan pertanian. Pemantauan variabel ini secara presisi memerlukan sistem tertanam (embedded system) yang handal. Penggunaan mikrokontroler seperti Arduino Uno memungkinkan pembacaan sensor digital secara efisien. Dalam penerapannya, informasi lingkungan tersebut perlu ditampilkan secara visual dan real-time kepada pengguna melalui antarmuka seperti layar LCD. Laporan ini disusun untuk mensimulasikan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis Arduino Uno yang terintegrasi dengan sensor DHT11 dan layar LCD 16x2 menggunakan perangkat lunak Proteus 8 Professional.

1.2 Rumusan Masalah
  • Bagaimana merangkai komponen Arduino Uno, sensor DHT11, dan LCD 16x2 dalam perangkat lunak Proteus tanpa menyebabkan hubung singkat pada jalur daya?
  • Bagaimana logika pemrograman C/C++ pada Arduino dengan memanfaatkan library khusus untuk mengekstrak data dari sensor digital DHT11?
  • Bagaimana mengonfigurasi dan menampilkan data suhu serta kelembaban secara real-time pada LCD 16x2 menggunakan mode 4-bit?
1.3 Tujuan Laporan
  • Memahami skema wiring dan antarmuka perangkat keras antara mikrokontroler, sensor digital, dan periferal output layar.
  • Mengimplementasikan fungsi pembacaan data lingkungan dan penulisan karakter ke layar (LCD) pada pemrograman Arduino.
  • Menganalisis hasil pembacaan sensor dan respons tampilan pada simulasi Proteus.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM SMART DIMMER LED DAN INDIKATOR LEVEL 7-SEGMENT BERBASIS ARDUINO UNO PADA SIMULATOR WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM SMART DIMMER LED DAN INDIKATOR LEVEL 7-SEGMENT BERBASIS ARDUINO UNO PADA SIMULATOR WOKWI

 

 

Disusun Oleh :

Ahmad Aura Syahrul Muharrom        24051204203

Jeehan Kamila Muzaky                      24051204122

Yudhi D Bakkara                                24051204174

Miuvanida Klandistin                         24051204208

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrokontroler merupakan komponen inti dalam berbagai sistem elektronika modern, mulai dari perangkat rumah tangga sederhana hingga sistem otomasi industri. Salah satu kemampuan dasar yang wajib dikuasai dalam mempelajari mikrokontroler adalah kemampuan mengolah sinyal Input/Output (I/O), baik yang bersifat digital maupun analog. Sinyal digital hanya mengenal dua kondisi logika, yaitu logika tinggi (1) dan logika rendah (0), yang secara fisik direpresentasikan oleh level tegangan tertentu, misalnya 5 volt untuk logika 1 dan 0 volt untuk logika 0.

Dalam penerapannya, pembacaan sinyal digital pada pin input mikrokontroler memerlukan kepastian kondisi logika agar tidak berada pada kondisi mengambang (floating). Oleh karena itu dikenal konsep resistor pull-up dan pull-down yang berfungsi memastikan pin input berada pada kondisi logika tertentu ketika saklar tidak sedang ditekan. Selain sinyal digital, mikrokontroler seperti Arduino Uno juga dilengkapi dengan fitur Analog to Digital Converter (ADC) untuk membaca sinyal analog dari sensor atau potensiometer, serta fitur Pulse Width Modulation (PWM) yang memungkinkan mikrokontroler menghasilkan keluaran yang menyerupai sinyal analog dari pin digital.

Untuk memahami konsep-konsep tersebut secara komprehensif, dilakukan serangkaian praktikum yang meliputi pengendalian LED (Knight Rider LED), penggunaan input tombol untuk mengendalikan output counter pada 7-segment, pembacaan input analog menggunakan potensiometer, serta penerapan PWM sebagai keluaran analog. Praktikum ini disimulasikan menggunakan platform Wokwi sebagai simulator Arduino berbasis web, sehingga rangkaian dapat diuji tanpa memerlukan perangkat keras secara langsung.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Bagaimana konsep tegangan digital direpresentasikan melalui rangkaian pull-up dan pull-down resistor pada mikrokontroler?

2.      Bagaimana prinsip kerja LED sebagai output digital dan bagaimana penerapannya pada rangkaian Knight Rider LED?

3.      Bagaimana cara mengintegrasikan input tombol dengan output berupa counter pada tampilan 7-segment?

4.      Bagaimana proses pembacaan sinyal analog menggunakan ADC 10-bit pada Arduino Uno melalui potensiometer?

5.      Bagaimana prinsip kerja PWM dalam menghasilkan keluaran analog dari pin digital mikrokontroler?

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN RELAY MENGGUNAKAN ESP32 DAN POTENTIOMETER MENGGUNAKAN WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN RELAY MENGGUNAKAN ESP32 DAN POTENTIOMETER MENGGUNAKAN WOKWI

 

Disusun Oleh:

Alen Anang Saputri                                   24051204133

Detha Gracio Anggara Palimbunga           24051204219

Larasati Dwi Ariyanti Putri                       24051204118

Pratindo Tri Akta                                       24051204189

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi elektronika dan mikrokontroler telah memberikan banyak kemudahan dalam membangun berbagai sistem otomatis. Mikrokontroler dapat digunakan untuk menerima masukan dari pengguna atau sensor, mengolah data, kemudian menghasilkan keluaran sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan dalam program. Salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem elektronika dan Internet of Things (IoT) adalah ESP32.

ESP32 merupakan mikrokontroler yang memiliki berbagai fitur input dan output, salah satunya adalah kemampuan untuk membaca sinyal analog. Kemampuan tersebut memungkinkan ESP32 digunakan untuk mengolah nilai dari komponen seperti potentiometer. Potentiometer merupakan komponen elektronik yang dapat menghasilkan nilai tegangan berbeda sesuai dengan posisi putarannya. Perubahan nilai tersebut dapat dibaca oleh ESP32 melalui pin analog dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan suatu tindakan pada sistem.

Dalam praktikum ini dilakukan simulasi rangkaian yang terdiri dari ESP32, potentiometer, relay module, dan LED. Potentiometer berfungsi sebagai input analog yang memberikan nilai kepada ESP32. Nilai yang diperoleh kemudian diproses berdasarkan program yang telah dibuat. Hasil pemrosesan tersebut digunakan untuk mengendalikan relay. Relay berfungsi sebagai sakelar elektronik yang memungkinkan ESP32 mengatur kondisi suatu perangkat keluaran. Pada simulasi ini, LED digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan perubahan kondisi keluaran dari relay.

 

Penggunaan relay pada rangkaian juga memberikan pemahaman mengenai konsep pengendalian perangkat eksternal menggunakan mikrokontroler. Ketika nilai potentiometer mengalami perubahan, ESP32 akan membaca perubahan tersebut dan menentukan kondisi relay sesuai dengan logika program. Dengan demikian, pengguna dapat melihat hubungan antara input analog, proses pengolahan oleh mikrokontroler, dan output digital secara langsung melalui simulasi.

Simulasi rangkaian ini penting dilakukan sebelum diterapkan pada perangkat keras secara langsung karena dapat membantu memahami hubungan antar-komponen serta cara kerja program. Selain itu, praktikum ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan sistem kendali otomatis yang lebih kompleks, seperti pengaturan perangkat berdasarkan nilai sensor, sistem penerangan otomatis, maupun aplikasi berbasis IoT.

Berdasarkan hal tersebut, praktikum ESP32, Relay, dan Potentiometer dilakukan untuk memahami proses pembacaan input analog, pengolahan nilai menggunakan ESP32, serta pengendalian relay sebagai output berdasarkan perubahan nilai potentiometer.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam praktikum ini adalah:

  1. Bagaimana prinsip kerja ESP32 dalam membaca nilai analog dari potentiometer?
  2. Bagaimana cara menghubungkan ESP32 dengan potentiometer, relay module, dan LED?
  3. Bagaimana cara membuat program ESP32 untuk membaca nilai potentiometer?
  4. Bagaimana cara menggunakan nilai potentiometer untuk mengendalikan relay?
  5. Bagaimana hubungan perubahan nilai potentiometer dengan kondisi relay dan LED pada simulasi?
  6. Bagaimana hasil pengujian dan simulasi rangkaian ESP32, potentiometer, relay, dan LED?

Simulasi Palan Pintu Kereta Api Antarkota Berbasis Arduino Uno Dengan Indikator 7-Segment

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

Simulasi Palan Pintu Kereta Api Antarkota Berbasis Arduino Uno Dengan Indikator 7-Segment




Disusun Oleh:

Athallah Firmansyah        24051204136

Dave Osvaldo Adris            24051204172

Arsena Cahya Fioralle        24051204190

M. Ai-Bee Tazkyan N        24051204212

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem transportasi perkerataapian memerlukan keandalan tinggi, khususnya pada perlintasan sebidang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api. Sebagian besar kecelakaan di perlintasan sebidang disebabkan oleh keterlambatan peringatan dini atau kelalaian dalam pengoperasian palang pintu secara manual. Seiring pesat nya perkembangan teknologi embedded system dan Internet of Things (IoT), modernisasi otomatisasi perlintasan kereta api dapat diwujudkan melalui pengolahan sinyal input dan output (I/O) pada mikrokontroler. 

 

Dalam merancang purwarupa sistem peringatan perlintasan kereta api, mikrokontroler seperti Arduino Uno bertindak sebagai unit pemroses utama yang mengolah sinyal digital dan analog. Perubahan jarak atau kedatangan kereta dapat disimulasikan menggunakan sinyal analog dari potensiometer yang dibaca melalui fitur Analog to Digital Converter (ADC). Data analog tersebut selanjutnya diolah oleh program untuk memberikan instruksi keluaran (output) berupa indikator visual, seperti kedipan LED peringatan dan tampilan hitung mundur (countdown) pada modul display 7 segment 4 digit. Selain itu, integrasi saklar interupsi manual (push button) diperlukan sebagai mekanisme override atau reset sistem saat perlintasan telah kembali aman.

Untuk memvalidasi logika pemrograman I/O dan skematik pengkabelan tanpa risiko kerusakan komponen fisik, 

penggunaan platform simulasi berbasis cloud Wokwi menjadi solusi yang efisien. Platform ini mampu mensimulasikan karakteristik Analog/Digital I/O, Internal Pull-Up, hingga teknik pemindaian display (multiplexing) secara real-time. Berdasarkan hal tersebut, laporan praktikum ini disusun untuk mendokumentasikan perancangan, simulasi, dan pengujian sistem Palang Pintu Kereta Api Antarkota Berbasis Arduino Uno sebagai bentuk implementasi materi pemrosesan Digital & Analog I/O. 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 

  1. Bagaimana merancang dan merangkai simulasi sistem palang pintu kereta api berbasis Arduino Uno menggunakan platform Wokwi? 
  2. Bagaimana proses pengolahan sinyal masukan analog dari potensiometer (simulator jarak/kedatangan kereta) melalui Analog to Digital Converter (ADC) untuk menentukan ambang batas peringatan (threshold)? 
  3. Bagaimana mengimplementasikan logika kontrol digital untuk menyalakan kedipan LED indikator secara bergantian dan menampilkan hitung mundur waktu tunggu pada display 7 segment 4 digit? 
  4. Bagaimana fungsi push button berpengaruh terhadap interupsi dan reset status sistem kembali ke kondisi aman?  

LAPORAN PRAKTIKUM PROYEK ARDUINO PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN SENSOR KELEMBABAN TANAH


Disusun Oleh:
Muhamad Rizaldhani Darmawan24051204004
Novanda Ega Arenta24051204030
Muhammad Fiqih Mu'azaidin24051204031
I Made Nandana Devadatta Giri24051204090

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kebutuhan tanaman akan air merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan dan kualitas tanaman, pada kenyataannya aktivitas penyiraman tanaman seringkali terlewatkan karena kesibukan pemilik tanaman, baik dalam lingkup rumah tangga, perkantoran, maupun lahan pertanian skala kecil. peniraman yang tidak teratur, baik terlalu sering maupun terlalu jarangan, dapat menyebabkan tanaman menjadi layu, busuk pada bagian akar, atau bahkan mati.

perkembangan teknologi membuka peluang untuk mengatasi permasalah tersebut melalui sistem otomatisasi berbasis mikrokontroler. salah satu penerapannya adalah sistem penyiraman tanaman otomatis yang memanfaatkan sensor kelembaban tanam (soil moisture sensor) untuk membaca kondisi tanah secara real-time, kemudian mengambil keputusan secara otomatis untuk menyalakan atau mematikan pompa air melalui modul relay.

berdasarkan latar belakang tersebut, kelompok kami merancang dan melakukan simulasi sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan arduino uno yang disimulasikan pada platform tinkercad. sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun efektif untuk menjaga kelembaban tanah pada tanaman secara otomatis tanpa memerlukan campur tangan manusia secara terus-menerus.

1.2 Rumusan Masalah
  • Bagaimana merancang sistem pentiraman tanaman otomatis menggunakan arduino uno dan sensor kelembbapan tanah?
  • Bagaimana cara kerja sensor kelembaban tanah dalam membaca kondisi kelembaban tanah dan mengirimkan data tersebut ke arduino?
  • Bagaimana sistem dapat mengontrol motor (pompa air) secara otomatis melalui relay berdasarkan nilai ambang batas (threshold) kelembaban tanah yang telah ditentukan?
  • Bagaimana hasil simulasi sistem ini dapat dibuktikan menggunakan aplikasi tinkercad circuits?

SIMULASI ARDUINO UNO MENGGUNAKAN WOKWI KONTROL KECERAHAN LED MENGGUNAKAN POTENSIOMETER


LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THING

SIMULASI ARDUINO UNO MENGGUNAKAN WOKWI KONTROL KECERAHAN LED MENGGUNAKAN POTENSIOMETER



Disusun Oleh:

Indina Anisa Zahrah                                       24051204213

Alfan Mahardhika Yuda Prajakusuma           24051204182

Dhani Rakha Aditya Rahma                           24051204113

Bee Nayaka Athalah Muchamad                    24051204125



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Arduino Uno merupakan salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pembelajaran elektronika dan pemrograman karena memiliki pin digital, input analog, serta kemampuan menghasilkan sinyal PWM. Konsep tersebut dapat dipraktikkan melalui simulasi menggunakan Wokwi sehingga rangkaian dapat dibuat dan diuji secara virtual.

            Pada tugas ini dibuat simulasi menggunakan Arduino Uno, potensiometer, LED, dan resistor. Potensiometer digunakan sebagai input analog yang nilainya dibaca melalui pin A0. Nilai tersebut kemudian diproses menjadi nilai PWM untuk mengatur tingkat kecerahan LED melalui pin digital 9.

            Simulasi ini bertujuan untuk memahami hubungan antara input analog, proses pemetaan nilai, dan output PWM pada Arduino Uno. Hasil simulasi dapat diamati melalui perubahan kecerahan LED serta nilai yang ditampilkan pada Serial Monitor. 

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana membuat rangkaian Arduino Uno menggunakan Wokwi? 
  2. Bagaimana membaca nilai potensiometer melalui input analog? 
  3. Bagaimana menggunakan nilai potensiometer untuk mengatur kecerahan LED? 
  4. Bagaimana hasil simulasi ditampilkan melalui Serial Monitor? 

LAPORAN PRAKTIKUM MINGGU KE-3: IMPLEMENTASI ESP32 ENVIRONMENTAL MONITORING WEB SERVER DAN SISTEM KONTROL KIPAS OTOMATIS BERBASIS PROTOKOL MQTT


Disusun Oleh:

Muhammad Naufal Aziz(24051204001)
Muhammad Rifqi Al Hafidh(24051204009)
Ig. Krisna Wijaya Prihandono(24051204032)
Ahmad Syihan Arijuddin(24051204035)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) pada arsitektur sistem tertanam (embedded systems) telah menggeser paradigma pemantauan perangkat keras dari sekadar komunikasi serial lokal menuju sistem pemantauan dan pengendalian terdistribusi nirkabel. Mikrokontroler modern seperti ESP32 yang memiliki antarmuka Wi-Fi terintegrasi dan konektivitas ganda menawarkan fleksibilitas tinggi dalam memproses data sensorik sekaligus melayani antarmuka pengguna secara real-time.

Dalam praktikum minggu ketiga ini, Kelompok 1 merancang dua arsitektur sistem IoT terintegrasi. Proyek pertama berfokus pada pembentukan embedded HTTP web server lokal pada ESP32 untuk memantauan parameter suhu dan kelembapan dari sensor DHT11 serta pembacaan nilai Analog-to-Digital Converter (ADC) 12-bit pada GPIO 34. Data tersebut visualisasikan secara dinamis melalui antarmuka grafik HTML/CSS di browser serta ditampilkan pada layar LCD I2C 16x2. Proyek kedua mengimplementasikan otomatisasi aktuator Relay dan LED indikator kipas berbasis sensor suhu DHT22 yang terhubung dengan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) melalui broker publik emqx.io. Sistem ini mendukung pemantauan terpusat serta mekanisme kendali paksa jarak jauh (manual override) menggunakan MQTTX client.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang dan mengonfigurasi embedded HTTP Web Server pada ESP32 untuk menyajikan dashboard pemantauan suhu, kelembapan, dan persentase ADC secara dinamis?

2. Bagaimana mengintegrasikan layar LCD I2C 16x2 untuk menampilkan IP address jaringan Wi-Fi dan telemetry sensor secara lokal?

3. Bagaimana mengimplementasikan komunikasi dua arah berbasis protokol MQTT untuk kontrol Relay/LED otomatis berdasarkan ambang batas suhu dan eksekusi perintah manual override dari MQTTX?

Simulasi stopwatch Digital Berbasis Arduino Uno dengan Tampilan LCD12C pada WOKWI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Simulasi stopwatch Digital Berbasis Arduino Uno dengan Tampilan LCD12C pada WOKWI






Disusun oleh :

Fandy Fernanda Yapari                   24051204227

Tri Rianto Utomo                              24051204104

Rochmad Balya Imron Khan          24051204279

Sulthan Hamdani Sahvirdan           24051204129





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

Perkembangan teknologi mikrokontroler memberikan kemudahan dalam membuat berbagai sistem elektronik yang dapat bekerja secara otomatis dan terprogram. Mikrokontroler dapat digunakan untuk menerima data dari perangkat input seperti tombol, kemudian melakukan pengolahan data berdasarkan waktu dan menghasilkan keluaran melalui perangkat output seperti layar tampilan.

Salah satu penerapan dasar dari konsep digital input output pada mikrokontroler adalah sistem penghitung waktu (timer), yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada aplikasi olahraga, laboratorium, hingga sistem kontrol industri sederhana. Sistem stopwatch memerlukan pengolahan input digital berupa tombol yang harus dibaca secara responsif tanpa menghentikan proses penghitungan waktu.

Pada proyek ini digunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk membaca dua buah tombol (Start/Stop dan Reset) serta mengendalikan LED indikator dan layar LCD 16x2 berbasis komunikasi I2C. Layar LCD dipilih agar hasil penghitungan waktu dapat ditampilkan secara langsung dan mudah dibaca, berbeda dengan tampilan angka tunggal pada 7-segmen.

Dalam proses perancangan dan pengujian sistem, digunakan platform Wokwi yang memungkinkan simulasi rangkaian elektronik dan program secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras secara langsung. 

1.2 Rumusan Masalah

    1. Bagaimana merancang sistem stopwatch sederhana menggunakan Arduino Uno?
    2. Bagaimana tombol digital dapat digunakan untuk mengendalikan proses mulai,jeda, dan reset pada stopwatch?
    3. Bagaimana teknik pembacaan waktu berjalan (non-blocking) menggunakan fungsi millis() dibandingkan dengan delay()
    4. Bagaimana menampilkam hasil penghitungan waktu pada layar LCD 16x2 melalui komunikasi 12C?
    5. Bagaimana melakukan simulasi dan pengujian sistem menggunakan platform Wokwi?

Implementasi Analog to Digital Converter (ADC) dan Sistem Peringatan Ambang Batas Menggunakan Potensiometer, Display 7-Segment, serta Indikator LED Berbasis Arduino Uno

 

LAPORAN

Implementasi Analog to Digital Converter (ADC) dan Sistem Peringatan Ambang Batas Menggunakan Potensiometer, Display 7-Segment, serta Indikator LED Berbasis Arduino Uno




Disusun oleh:

Georvin Octianno                   24051204185

Ali Syava Ramadhan               24051204121

Adie Tirta Satria                      24051204108

Ubaidillah Maulidul Ula          24051204115

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi elektronika saat ini semakin mengarah pada sistem yang mampu menjembatani dunia analog dan digital secara efisien. Banyak besaran fisik di sekitar kita seperti suhu, cahaya, tekanan, maupun tegangan bersifat analog, sedangkan sistem pemrosesan modern seperti mikrokontroler bekerja secara digital. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah komponen yang dapat mengubah sinyal analog menjadi data digital agar dapat diolah lebih lanjut, yaitu Analog to Digital Converter (ADC). Arduino Uno, misalnya, memiliki ADC internal 10-bit yang memetakan tegangan masukan 0–5V ke dalam nilai integer 0–1023 (Arduino Documentation, 2024). Kemampuan inilah yang membuat Arduino Uno banyak digunakan sebagai media pembelajaran maupun implementasi sistem berbasis konversi sinyal analog ke digital (Budiharto, 2021).

Salah satu penerapan sederhana dari konsep ADC adalah pembacaan nilai tegangan dari potensiometer, yang kemudian dapat direpresentasikan dalam bentuk digital dan ditampilkan kepada pengguna. Potensiometer sendiri banyak digunakan sebagai perangkat masukan analog karena kemampuannya mengubah perubahan fisik (putaran atau pergeseran) menjadi sinyal listrik yang dapat diukur oleh mikrokontroler (Mangkunegara, Ariyanto, & Triwibowo, 2024). Namun, sekadar menampilkan nilai saja seringkali belum cukup dalam konteks sistem monitoring, karena diperlukan pula suatu bentuk umpan balik atau peringatan ketika nilai yang terbaca melewati ambang batas tertentu. Sistem peringatan berbasis ambang batas (threshold) memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi nyata, misalnya sistem monitoring suhu, level ketinggian air, maupun tegangan baterai, di mana pengguna perlu segera mengetahui kondisi abnormal agar dapat mengambil tindakan yang tepat (Budiharto, 2005).

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mengimplementasikan sebuah sistem berbasis Arduino Uno yang memanfaatkan potensiometer sebagai sumber sinyal analog, proses ADC untuk konversi sinyal, display 7-segment sebagai media penampil nilai digital, serta indikator LED sebagai sistem peringatan ketika nilai terbaca melewati ambang batas yang telah ditentukan. Implementasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai prinsip kerja ADC sekaligus penerapannya dalam sistem monitoring dan peringatan sederhana berbasis mikrokontroler.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana prinsip kerja Analog to Digital Converter (ADC) pada Arduino Uno dalam mengonversi sinyal analog dari potensiometer menjadi data digital?
  2. Bagaimana cara menampilkan hasil pembacaan nilai ADC tersebut pada display 7-segment secara akurat dan real-time?
  3. Bagaimana merancang sistem peringatan berbasis ambang batas (threshold) menggunakan indikator LED sehingga dapat memberikan tanda ketika nilai yang terbaca melewati batas yang ditentukan?
  4. Apa saja faktor yang memengaruhi akurasi pembacaan nilai ADC pada sistem yang diimplementasikan?