Disusun Oleh:
| Muhamad Rizaldhani Darmawan | (24051204004) |
| Novanda Ega Arenta | (24051204030) |
| Muhammad Fiqih Mu'azaidin | (24051204031) |
| I Made Nandana Devadatta Giri | (24051204090) |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan kemudahan dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan data lingkungan secara otomatis. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring suhu dan kelembaban yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti industri, pertanian, ruang penyimpanan, hingga lingkungan perkantoran. Pemantauan secara manual memiliki keterbatasan, terutama dalam memperoleh informasi secara real-time dan memberikan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko.
Dalam pengembangan sistem tersebut, mikrokontroler ESP32 dapat digunakan sebagai perangkat utama untuk mengolah data yang diperoleh dari sensor DHT22. Melalui platform simulasi Wokwi, proses perancangan dan pengujian rangkaian dapat dilakukan secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras fisik. Data hasil pembacaan sensor selanjutnya dikirimkan menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) menuju platform ThingsBoard sebagai media penyimpanan, pemrosesan, dan visualisasi data.
Selain menyediakan fitur monitoring melalui dashboard interaktif, ThingsBoard juga memiliki fitur Rule Chain yang memungkinkan pengolahan data berdasarkan kondisi tertentu. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan tingkat peringatan suhu menjadi beberapa kategori, yaitu Minor, Major, dan Critical, serta mengembalikan status menjadi normal ketika suhu berada dalam batas aman. Sistem ini juga dapat dikembangkan dengan mekanisme pengiriman notifikasi melalui email apabila suhu mencapai kondisi kritis.
Berdasarkan hal tersebut, praktikum ini merupakan pengembangan dari sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis ESP32 dan DHT22 yang telah dirancang sebelumnya. Pengembangan difokuskan pada penerapan Rule Chain, pengelolaan alarm berdasarkan ambang batas suhu, serta konfigurasi notifikasi email pada platform ThingsBoard. Melalui praktikum ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman mengenai integrasi perangkat IoT dengan sistem pemantauan dan peringatan otomatis berbasis cloud.
1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana merancang dan mengintegrasikan sistem monitoring suhu dan kelembaban menggunakan ESP32 dan sensor DHT22 melalui platform Wokwi dan ThingsBoard?
2.Bagaimana mengimplementasikan Rule Chain pada ThingsBoard untuk mengolah data telemetri dan mengklasifikasikan tingkat alarm berdasarkan ambang batas suhu?
3.Bagaimana mengintegrasikan Rule Chain dengan Root Rule Chain agar proses pemantauan dan pengelolaan alarm dapat berjalan secara otomatis?
4.Bagaimana mengkonfigurasi dan menguji sistem notifikasi email pada ThingsBoard ketika suhu mencapai kategori Critical?
1.3 Tujuan Laporan
1.Mengembangkan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis ESP32 dan sensor DHT22 yang terintegrasi dengan platform ThingsBoard melalui protokol MQTT.
2.Merancang dan mengimplementasikan Rule Chain untuk mengklasifikasikan kondisi suhu berdasarkan tingkat peringatan Minor, Major, Critical, dan Normal.
3.Mengintegrasikan Rule Chain dengan sistem pengelolaan alarm serta Root Rule Chain pada ThingsBoard untuk mendukung pemrosesan data telemetri secara otomatis.
4.Mengonfigurasi dan mengevaluasi mekanisme pengiriman notifikasi email sebagai bentuk peringatan ketika suhu terdeteksi melebihi ambang batas kritis.
1.4 Manfaat Penulisan
Penyusunan laporan praktikum ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang komprehensif, baik secara teoritis maupun praktis, di antaranya adalah:
•Bagi Mahasiswa: Meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengembangan sistem Internet of Things, khususnya integrasi ESP32, komunikasi MQTT, serta konfigurasi Rule Chain dan pengelolaan alarm pada platform ThingsBoard.
•Bagi Dunia Pendidikan: Menjadi bahan pembelajaran dan referensi dalam memahami penerapan sistem monitoring berbasis cloud yang dilengkapi mekanisme pengolahan data dan peringatan otomatis melalui simulasi perangkat IoT.
•Bagi Pengembangan Teknologi: Memberikan gambaran mengenai penerapan sistem pemantauan lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi solusi monitoring dan peringatan dini pada berbagai bidang, seperti industri, pertanian, maupun sistem bangunan pintar (smart building).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Internet of Things (IoT)
Internet of Things (IoT) merupakan konsep yang menghubungkan berbagai perangkat fisik dengan jaringan internet sehingga perangkat tersebut dapat saling bertukar data dan dipantau secara jarak jauh.
2.1.2 Platform Simulasi Wokwi
Wokwi adalah simulator perangkat keras dan sirkuit elektronik daring yang digunakan untuk mensimulasikan sistem IoT. Wokwi mendukung berbagai mikrokontroler seperti Arduino dan ESP32, memungkinkan pengguna untuk menulis kode dan melihat hasilnya secara langsung di peramban web tanpa hardware fisik.
2.1.3 Mikrokontroler ESP32
ESP32 adalah mikrokontroler berbiaya rendah dan hemat daya yang sudah terintegrasi dengan fitur komunikasi nirkabel Wi-Fi dan Bluetooth. Dalam simulasi ini, ESP32 berfungsi sebagai klien yang memproses data sensor dan mengirimkannya ke internet.
2.1.4 Sensor DHT22 (Suhu dan kelembaban)
Sensor DHT22 adalah sensor digital lanjutan yang mengukur suhu dan kelembaban dengan tingkat presisi dan rentang ukur yang lebih luas dan lebih akurat dibandingkan pendahulunya, DHT11.
2.1.5 ThingsBoard
ThingsBoard adalah platform IoT open-source yang menyediakan alat komprehensif untuk pengumpulan data, pemrosesan, visualisasi, dan manajemen perangkat IoT. Platform ini memungkinkan pengguna membuat dashboard interaktif dengan berbagai pilihan widget.
2.1.6 Protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT)
Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) merupakan protokol komunikasi ringan yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT. Protokol ini menerapkan mekanisme publish/subscribe, yaitu perangkat pengirim (publisher) mengirimkan data melalui topik tertentu, sedangkan pihak penerima (subscriber) memperoleh data melalui MQTT broker.
Pada praktikum ini, ESP32 berperan sebagai MQTT client yang mengirimkan data hasil pembacaan sensor DHT22 menuju ThingsBoard. Pengiriman data dilakukan melalui topik v1/devices/me/telemetry dengan menggunakan Access Token sebagai kredensial autentikasi perangkat.
2.1.7 Rule Chain dan Severity Alarm
Rule Chain merupakan fitur pada ThingsBoard yang digunakan untuk mengatur alur pemrosesan data melalui serangkaian node yang saling terhubung. Setiap node memiliki fungsi tertentu, seperti melakukan pemeriksaan kondisi, transformasi data, pembuatan alarm, maupun menjalankan tindakan berdasarkan hasil pemrosesan.
Salah satu penerapan Rule Chain adalah sistem klasifikasi alarm berdasarkan ambang batas suhu. Tingkat peringatan atau severity dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu Minor untuk peringatan ringan, Major untuk kondisi yang lebih serius, dan Critical untuk kondisi yang memerlukan perhatian segera.
Ketika suhu kembali berada pada rentang normal, sistem dapat menggunakan node Clear Alarm untuk mengubah status alarm menjadi selesai (cleared). Melalui mekanisme tersebut, proses monitoring tidak hanya menampilkan data sensor, tetapi juga dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko.
2.1.8 Sistem Notifikasi Email
Notifikasi email merupakan mekanisme penyampaian informasi atau peringatan secara otomatis melalui layanan surat elektronik. Dalam sistem IoT, mekanisme ini dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada administrator ketika parameter yang dipantau mencapai kondisi tertentu.
Pada platform ThingsBoard, pengiriman notifikasi email dapat dikonfigurasi melalui Rule Chain dengan memanfaatkan node transformasi pesan dan node pengiriman email. Ketika data suhu memenuhi kondisi Critical, sistem dirancang untuk meneruskan informasi peringatan yang berisi identitas perangkat serta nilai suhu dan kelembaban kepada penerima yang telah ditentukan.
Penerapan mekanisme tersebut bertujuan untuk mendukung sistem peringatan dini sehingga pengguna tidak harus memantau dashboard secara terus-menerus. Keberhasilan pengiriman notifikasi bergantung pada konfigurasi Rule Chain, layanan email, serta konektivitas sistem.
2.2 Komponen
Berikut adalah rincian komponen perangkat keras (virtual) dan perangkat lunak yang digunakan dalam implementasi simulasi berbasis Wokwi ini:
| No | Komponen | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | ESP8266 / ESP32 | Sebagai mikrokontroler utama yang memproses data sensor dan melakukan pengiriman data ke ThingsBoard. |
| 2 | Sensor Suhu DHT22 | Membaca suhu lingkungan sekitarnya serta kelembaban, lalu mengirimkan nilai digital ke ESP32. |
| 3 | Wokwi Virtual WiFi | Menyediakan akses internet ke jaringan dengan SSID "Wokwi-GUEST" pada ESP32 dalam environment simulasi. |
| 4 | Kabel Jumper Virtual | Menghubungkan pin data dari komponen DHT22 ke mikrokontroler ESP32 secara digital di Wokwi. |
| 5 | ThingsBoard Cloud | Menerima dan menampilkan data telemetri serta menyediakan fitur Rule Chain dan pengelolaan alarm. |
| 6 | MQTT | Protokol komunikasi untuk mengirimkan data telemetri dari ESP32 menuju ThingsBoard. |
| 7 | Layanan Email | Media pengiriman pesan peringatan ketika suhu mencapai kondisi kritis. |
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan Simulasi
3.1.1 Konfigurasi dan Skema Wiring
Perancangan rangkaian sistem monitoring suhu dan kelembaban dilakukan menggunakan platform simulasi Wokwi dengan mengintegrasikan mikrokontroler ESP32 DevKit V1 dan sensor DHT22. Rangkaian ini dirancang untuk membaca parameter suhu dan kelembaban lingkungan yang selanjutnya akan diproses oleh ESP32 sebelum dikirimkan ke platform ThingsBoard melalui protokol MQTT.
Dalam perancangan rangkaian, sensor DHT22 dihubungkan secara langsung dengan ESP32 menggunakan tiga jalur utama, yaitu VCC sebagai sumber daya, DATA sebagai jalur komunikasi digital, dan GND sebagai referensi tegangan. Konfigurasi pengkabelan yang digunakan ditunjukkan pada tabel berikut.
| Pin DHT22 | Pin ESP32 | Fungsi |
|---|---|---|
| VCC | VIN | Menyuplai tegangan ke sensor |
| DATA (SDA) | GPIO 15 (D15) | Mengirimkan data suhu dan kelembaban |
| GND | GND | Menjadi referensi tegangan dan jalur ground |
| NC | Tidak terhubung | Pin yang tidak digunakan |
Berdasarkan konfigurasi tersebut, kabel merah menghubungkan pin VCC sensor DHT22 dengan pin VIN pada ESP32 sebagai sumber daya. Kabel hijau menghubungkan pin DATA sensor dengan GPIO 15 yang berfungsi sebagai jalur pengiriman data hasil pengukuran suhu dan kelembaban. Sementara itu, kabel hitam menghubungkan pin GND kedua perangkat untuk menyediakan referensi tegangan yang sama.
Komunikasi antara sensor DHT22 dan ESP32 menggunakan protokol digital satu jalur sehingga pembacaan dua parameter lingkungan dapat dilakukan melalui satu pin GPIO. Setelah data diterima, ESP32 mengolah hasil pengukuran untuk selanjutnya dikirimkan menuju ThingsBoard melalui koneksi jaringan Wi-Fi.

Gambar 3.1 Skema Pengkabelan ESP32 dan DHT22 pada Wokwi
3.2 Langkah Konfigurasi Perangkat pada ThingsBoard Cloud
Setelah perancangan rangkaian selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah mengkonfigurasi perangkat pada platform ThingsBoard Cloud. Konfigurasi ini diperlukan agar ESP32 yang disimulasikan melalui Wokwi dapat terhubung dengan server ThingsBoard dan mengirimkan data telemetri menggunakan protokol MQTT.
Tahapan konfigurasi perangkat pada ThingsBoard Cloud adalah sebagai berikut:
1.Mengakses platform ThingsBoard Cloud dan melakukan login menggunakan akun yang telah terdaftar.
2.Memilih menu Devices pada bilah navigasi, kemudian membuka tab All untuk menampilkan daftar perangkat yang tersedia.
3.Menekan tombol Add Device untuk menambahkan perangkat baru yang akan digunakan dalam sistem monitoring suhu dan kelembaban.
4.Mengisi informasi identitas perangkat, kemudian memilih Device Profile yang sesuai dengan konfigurasi sistem.
5.Setelah perangkat berhasil ditambahkan, membuka halaman Device Details untuk melihat informasi perangkat.
6.Mengakses menu Credentials atau Manage Credentials untuk memperoleh Access Token yang digunakan sebagai kredensial autentikasi MQTT.
7.Mengkonfigurasi alamat MQTT broker dan Access Token pada program ESP32 sehingga perangkat dapat mengirimkan data telemetri ke ThingsBoard.
8.Melakukan pengujian koneksi untuk memastikan data yang dikirimkan ESP32 dapat diterima dan tercatat pada bagian Latest Telemetry perangkat.
9.Proses komunikasi menggunakan topik MQTT v1/devices/me/telemetry sebagai jalur pengiriman data sensor. Data telemetri yang diterima oleh ThingsBoard selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber informasi pada dashboard monitoring maupun sebagai input dalam pemrosesan Rule Chain.
10.Dokumentasi konfigurasi perangkat dan hasil pengujian koneksi akan disertakan dalam bentuk screenshot untuk memperlihatkan tahapan integrasi ESP32 dengan ThingsBoard Cloud.
3.3 Kode Program ESP32 dan Alur Kerja Program
#include <WiFi.h>
//mengirim data ke server MQTT
#include <PubSubClient.h>
//untuk berkomunikasi dengan sensor DHT
#include <DHTesp.h>
//untuk menentukan pin pada perangkat
const int DHT_PIN = 15;
//untuk membaca data dari sensor DHT
DHTesp dht;
const char* ssid = "Wokwi-GUEST"; /// wifi ssid
const char* password = "";
//variabel string untuk menyimpan alamat server MQTT
const char* mqtt_server = mqtt.thingsboard.cloud";// thingboardserver url
const char* mqtt_clid = "workshop_IOT_informatika"; // client id
const char* mqtt_user = "94ij253zpyqijx3g2whl"; // ganti dengan token ThingsBoard Anda
const char* mqtt_pass = ""; // dikosongkan saja
const char* mqtt_topic = "v1/devices/me/telemetry"; //topik ke device
WiFiClient espClient;
PubSubClient client(espClient);
unsigned long lastMsg = 0;
//untuk menginisialisasi dan mengatur koneksi WiFi pada perangkat.
void setup_wifi() {
delay(10);
Serial.println();
Serial.print("Connecting to ");
Serial.println(ssid);
WiFi.mode(WIFI_STA);
WiFi.begin(ssid, password,6);
while (WiFi.status() != WL_CONNECTED) {
delay(500);
Serial.print(".");
}
Serial.println("");
Serial.println("WiFi connected");
Serial.println("IP address: ");
Serial.println(WiFi.localIP());
}
//menjaga koneksi yang stabil dengan server MQTT dan mencoba kembali jika terjadi gangguan koneksi.
void reconnect() {
while (!client.connected()) {
Serial.print("Attempting MQTT connection...");
//ini untuk konek sesuai credential thingsboard
if (client.connect(mqtt_clid, mqtt_user, mqtt_pass)) {
Serial.println("Thingsboard is Connected !!");
}
else {
Serial.print("failed, rc=");
Serial.print(client.state());
Serial.println(" try again in 5 seconds");
delay(5000);
}}
}
//untuk mengatur perangkat sebelum memulai operasi utama.
void setup() {
Serial.begin(115200);
setup_wifi();
client.setServer(mqtt_server, 1883);
dht.setup(DHT_PIN, DHTesp::DHT22);
}
//memeriksa koneksi MQTT, mengelola koneksi, dan mempublikasikan data suhu dan kelembaban ke server MQTT
void loop() {
if (!client.connected()) {
reconnect();
}
client.loop();
//milis = timer khas arduino, lebih simple
unsigned long now = millis();
if (now - lastMsg > 5000) { //perintah publish data tiap 5 detik
lastMsg = now;
//ambil pengukuran TempAndHumidity DHT22
TempAndHumidity data = dht.getTempAndHumidity();
String temp = String(data.temperature, 2);
String hum = String(data.humidity, 1);
String publish;
publish += "{";
publish += "\"suhu\":";
publish += temp;
publish += ",\"kelembaban\":";
publish += hum;
publish += "}";
client.publish(mqtt_topic, publish.c_str()); // publish ke thingsboard
Serial.print("Temperature: ");
Serial.println(temp);
Serial.print("Humidity: ");
Serial.println(hum);
}
}
Program mikrokontroler ESP32 dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C++ melalui platform simulasi Wokwi. Program ini dirancang untuk membaca data suhu dan kelembaban dari sensor DHT22, mengelola koneksi jaringan Wi-Fi, serta mengirimkan data telemetri menuju ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT.
Dalam implementasinya, program menggunakan tiga pustaka utama, yaitu WiFi.h untuk mengelola konektivitas jaringan, PubSubClient.h untuk komunikasi MQTT, dan DHTesp.h untuk membaca data sensor DHT22. Sensor dikonfigurasi menggunakan GPIO 15 sebagai jalur komunikasi digital.
Pada tahap konfigurasi jaringan, ESP32 dihubungkan dengan jaringan Wi-Fi virtual Wokwi-GUEST. Setelah koneksi berhasil, mikrokontroler melakukan autentikasi ke MQTT broker mqtt.thingsboard.cloud melalui port 1883 menggunakan kredensial perangkat yang telah dikonfigurasi pada ThingsBoard.
Program terdiri atas beberapa fungsi utama, yaitu:
1.Fungsi setup_wifi(): Menginisialisasi koneksi Wi-Fi dan menampilkan status koneksi serta alamat IP perangkat melalui Serial Monitor.
2.Fungsi reconnect(): Memeriksa dan membangun kembali koneksi MQTT apabila perangkat belum terhubung dengan server ThingsBoard. Jika koneksi gagal, program melakukan percobaan ulang setelah jeda lima detik.
3.Fungsi setup(): Menginisialisasi komunikasi serial dengan baud rate 115200, menjalankan konfigurasi Wi-Fi, menentukan alamat MQTT broker, dan menginisialisasi sensor DHT22.
4.Fungsi loop(): Menjaga koneksi MQTT, membaca data sensor secara berkala, serta mempublikasikan data telemetri menuju ThingsBoard.
Proses pembacaan sensor dan pengiriman data dijadwalkan menggunakan fungsi millis() dengan interval sekitar 5000 milidetik atau lima detik. Nilai suhu dikonversi menjadi dua angka desimal, sedangkan nilai kelembaban dikonversi menjadi satu angka desimal.
Data hasil pengukuran kemudian disusun dalam format JSON menggunakan dua parameter utama, yaitu suhu dan kelembaban. Payload tersebut dipublikasikan melalui topik MQTT v1/devices/me/telemetry agar dapat diterima dan diproses oleh ThingsBoard.
Selain pengiriman data menuju cloud, program juga menampilkan nilai suhu dan kelembaban melalui Serial Monitor sebagai sarana pemantauan lokal. Dengan demikian, program menyediakan mekanisme akuisisi data sensor dan komunikasi MQTT yang menjadi dasar pengembangan sistem monitoring serta pengelolaan alarm pada platform ThingsBoard.
3.4 Perancangan Rule Chain, Alarm, dan Email

1.Membuat rule chain baru. Buka menu Rule chains, klik Add rule chain, lalu pilih Create new rule chain. Beri nama DHT22 Email Alert.

2.Menambahkan node script. Cari "script" di search bar, drag ke canvas, beri nama “Check Temperature”, pada bagian function isi dengan:
return msg.temperature > 30;
lalu hubungkan dari Input ke node ini.

3.Menambahkan originator atribute. Cari “originator atribute” di search bar, drag ke canvas, beri nama “humidity”, pada bagian latest telemitry isi dengan “humidity” lalu klik enter, matikan radio button “Fetch latest telemetry with timestamp” dan “Tell failure if any of the attributes are missing”, kemudian hubungkan node ini dengan node script.

4.Menambahkan to email. Cari “to email” di search bar, drag ke canvas, beri nama “Temperature Alert Email”, Pengaturan node To Email:
•Email sender dan Recipients: isi From dengan alamat Gmail pengirim dan To dengan alamat penerima. Kolom Cc boleh dikosongkan.
•Message subject and content: isi Subject "Device ${deviceType} temperature high", Mail body type "Plain text", dan Body seperti berikut.
Peringatan!
Suhu perangkat ${deviceName} telah melebihi batas normal.
Suhu saat ini: $[temperature] °C
kelembaban: ${humidity} %
Batas suhu: 30 °C

5.Menambahkan send email. Cari “send email” Cari "send email", tambahkan ke canvas dengan nama kirimEmail, lalu hubungkan dari format email. Matikan opsi Use system SMTP settings, lalu isi pengaturan berikut:
•Protocol: SMTP
•SMTP host: smtp.gmail.com
•SMTP port: 25 / 587
•Timeout (ms): 10000
•Enable TLS: dicentang, dengan TLS version TLSv1.2
•Username: alamat Gmail pengirim
•Password: App Password Gmail (16 karakter), yang dibuat terlebih dahulu pada Akun Google

6.Mengirim data dari project IoT. Jalankan project IoT di wokwi yang telah dibuat (ESP32 dengan DHT sensor) agar mengirim data ke ThingsBoard. Saat suhu melebihi 30 derajat, maka thingsboard akan mengirim notifikasi ke email.
7.Mengecek email notifikasi. Buka inbox penerima dan pastikan email peringatan masuk.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 dan sensor DHT22 pada platform Wokwi berhasil diintegrasikan dengan ThingsBoard melalui protokol MQTT. Sistem mampu mengirimkan data sensor ke platform ThingsBoard dan menampilkannya melalui dashboard interaktif secara real-time.
Selain itu, implementasi fitur Rule Chain pada ThingsBoard berhasil mengklasifikasikan kondisi suhu ke dalam empat kategori, yaitu Normal, Minor, Major, dan Critical. Sistem juga mampu menghasilkan alarm secara otomatis berdasarkan tingkat suhu yang terdeteksi. Integrasi notifikasi email telah dikonfigurasi sebagai mekanisme peringatan tambahan, tetapi keberhasilan pengiriman email masih memerlukan pengujian lebih lanjut.
4.2 Saran
Meskipun sistem monitoring telah berjalan sesuai dengan sebagian besar fungsi yang dirancang, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dikembangkan lebih lanjut, antara lain:
1.Optimalisasi Notifikasi Email: Melakukan evaluasi dan penyempurnaan konfigurasi pengiriman email otomatis agar notifikasi dapat diterima ketika suhu mencapai kategori Critical.
2.Integrasi Aktuator Otomatis: Mengembangkan Rule Chain ThingsBoard untuk mengendalikan aktuator, seperti kipas atau LED, sebagai respons terhadap perubahan suhu yang melewati ambang batas tertentu.
3.Penerapan pada Perangkat Fisik: Mengimplementasikan sistem yang telah disimulasikan pada Wokwi menggunakan ESP32 dan sensor DHT22 fisik untuk mengevaluasi keakuratan pembacaan sensor, kestabilan koneksi, serta keandalan sistem dalam kondisi lingkungan sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aosong / Mouser Electronics. (2026). DHT22/AM2302 Humidity & Temperature Sensor Datasheet. Diakses dari dokumentasi resmi sensor komponen elektronik.
Espressif Systems. (2026). ESP32 Series Datasheet dan Hardware Design Guidelines. Diakses dari https://www.espressif.com/en/support/documents/technical-documents
ThingsBoard. (2026). ThingsBoard Documentation: Getting Started & Telemetry Upload API. Diakses dari https://thingsboard.io/docs/
Wokwi Docs. (2026). Wokwi Simulator Documentation: ESP32 and WiFi. Diakses dari https://docs.wokwi.com/
LAMPIRAN
Link video presentasi: https://youtu.be/HRSACpdMjiE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar