LAPORAN PRAKTIKUM
AKUISISI DATA SUHU DAN KELEMBAPAN
SENSOR DHT22 SERTA SISTEM PERINGATAN DINI BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN WOKWI DAN
THINGSBOARD
Disusun Oleh:
Alen
Anang Saputri 24051204133
Detha
Gracio Anggara Palimbunga 24051204219
Larasati
Dwi Ariyanti Putri 24051204118
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan
teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan perangkat elektronik saling
terhubung melalui jaringan internet untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan
memantau data secara otomatis. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau
kondisi lingkungan, termasuk suhu dan kelembapan udara. Pemantauan tersebut
diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan sehingga tindakan yang
sesuai dapat dilakukan ketika nilai yang terukur melewati batas yang telah
ditentukan.
Pada
praktikum ini, sistem pemantauan suhu dan kelembapan dirancang menggunakan
mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22. Sensor DHT22 berfungsi untuk mengukur
suhu dan kelembapan udara, sedangkan ESP32 berperan sebagai pengendali yang
memproses data hasil pengukuran. Sistem dilengkapi dengan LED merah sebagai
indikator peringatan dini. Apabila suhu yang terdeteksi melebihi 30°C, LED akan
menyala sebagai tanda bahwa suhu telah melewati ambang batas. Sebaliknya, LED
akan mati apabila suhu berada pada atau di bawah 30°C.
Selain
memberikan peringatan melalui LED, sistem ini mengirimkan data suhu dan
kelembapan ke platform ThingsBoard Cloud menggunakan protokol komunikasi MQTT.
Data yang dikirimkan dapat dipantau melalui dashboard ThingsBoard sehingga
pengguna dapat mengetahui kondisi lingkungan tanpa harus mengamati perangkat
secara langsung.
Perancangan
dan pengujian sistem dilakukan menggunakan simulator Wokwi. Penggunaan
simulator memungkinkan rangkaian elektronik dan program ESP32 diuji secara
virtual tanpa memerlukan perangkat keras secara langsung. Melalui praktikum
ini, mahasiswa dapat memahami penerapan konsep IoT, proses akuisisi data
sensor, komunikasi antara perangkat dan platform cloud, serta penerapan sistem
peringatan dini berdasarkan nilai ambang batas suhu.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut.
- Bagaimana merancang sistem pemantauan suhu
dan kelembapan menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroler ESP32 melalui
simulator Wokwi?
- Bagaimana proses pembacaan dan pengolahan
data suhu serta kelembapan yang diperoleh dari sensor DHT22?
- Bagaimana menerapkan sistem peringatan dini
menggunakan LED berdasarkan ambang batas suhu sebesar 30°C?
- Bagaimana mengirimkan data suhu dan
kelembapan dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT?
- Bagaimana memantau hasil pembacaan sensor
melalui dashboard ThingsBoard?
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan
dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut
- Memahami proses perancangan sistem Internet
of Things menggunakan ESP32, sensor DHT22, dan simulator Wokwi.
- Mengetahui cara memperoleh dan mengolah data
suhu serta kelembapan udara menggunakan sensor DHT22.
- Menerapkan logika pengendalian LED sebagai
indikator peringatan dini ketika suhu melebihi 30°C.
- Memahami proses komunikasi data antara ESP32
dan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT.
- Menampilkan dan memantau data suhu serta
kelembapan melalui dashboard ThingsBoard.
- Menambah pemahaman mengenai penerapan IoT
untuk pemantauan kondisi lingkungan secara otomatis.
1.4 Manfaat Praktikum
Praktikum
ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.
- Bagi mahasiswa, praktikum ini dapat
meningkatkan pemahaman mengenai konsep IoT, penggunaan mikrokontroler
ESP32, pembacaan sensor DHT22, dan komunikasi data melalui MQTT.
- Bagi pengembangan keterampilan teknis,
praktikum ini memberikan pengalaman dalam merancang rangkaian virtual,
menyusun program, menguji logika sistem, dan melakukan pemantauan data
melalui platform cloud.
- Bagi pemahaman sistem peringatan dini,
praktikum ini membantu mahasiswa memahami penerapan nilai ambang batas
untuk mendeteksi kondisi suhu yang memerlukan perhatian.
- Bagi penerapan teknologi, sistem yang
dirancang dapat menjadi contoh dasar pengembangan sistem pemantauan
lingkungan berbasis IoT yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai
kebutuhan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1
Internet of Things (IoT)
Internet
of Things (IoT) merupakan konsep yang memungkinkan perangkat fisik terhubung
melalui jaringan untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertukar data. Dalam
penerapannya, IoT menggabungkan perangkat keras, sensor, konektivitas jaringan,
dan perangkat lunak untuk memantau kondisi lingkungan maupun menjalankan
tindakan tertentu secara otomatis.
Pada
proyek Smart Temperature Alert, konsep IoT diterapkan dengan menggunakan sensor
DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan. Data tersebut diproses oleh ESP32,
kemudian dikirimkan melalui jaringan internet ke platform ThingsBoard. Dengan
demikian, hasil pembacaan sensor dapat dipantau melalui dashboard tanpa harus
melihat perangkat secara langsung
2.1.2
Mikrokontroler ESP32
ESP32
merupakan mikrokontroler yang memiliki kemampuan konektivitas Wi-Fi dan
Bluetooth serta dapat digunakan untuk berbagai aplikasi IoT. ESP32 berfungsi
sebagai pusat pengendali yang menerima data dari sensor, menjalankan program
sesuai logika yang ditentukan, dan mengirimkan data ke server melalui jaringan.
Dalam
proyek ini, ESP32 membaca data suhu dan kelembapan dari DHT22. Nilai suhu
kemudian dibandingkan dengan batas suhu yang telah ditentukan pada program.
Apabila suhu melewati batas tersebut, ESP32 mengaktifkan LED sebagai indikator
peringatan. ESP32 juga mengirimkan data sensor ke ThingsBoard agar dapat
dipantau melalui dashboard.
2.1.3
Sensor DHT22
DHT22
merupakan sensor digital yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan
relatif udara. Sensor ini menyediakan data hasil pengukuran melalui pin data
digital sehingga dapat dibaca oleh mikrokontroler yang mendukung komunikasi
dengan sensor tersebut.
Pada
proyek Smart Temperature Alert, DHT22 digunakan untuk memperoleh informasi
kondisi suhu dan kelembapan ruangan. Data suhu menjadi parameter utama untuk
menentukan apakah LED perlu diaktifkan, sedangkan data kelembapan dikirim ke
ThingsBoard sebagai informasi tambahan mengenai kondisi ruangan.
Dalam
simulasi Wokwi, nilai suhu dan kelembapan DHT22 dapat diubah melalui kontrol
sensor saat simulasi berjalan. Fitur ini memudahkan pengujian kondisi normal
maupun kondisi ketika suhu melampaui batas yang ditetapkan.
2.1.4
MQTT (Message Queuing Telemetry Transport)
MQTT
merupakan protokol komunikasi berbasis pesan yang banyak digunakan dalam sistem
IoT karena mendukung pertukaran data antara perangkat dan server melalui
mekanisme publish-subscribe. Dalam mekanisme ini, perangkat dapat mengirimkan
pesan ke topik tertentu, kemudian sistem penerima memproses pesan sesuai topik
dan konfigurasi yang digunakan.
Pada
proyek ini, MQTT digunakan sebagai protokol komunikasi antara ESP32 dan
ThingsBoard. ESP32 mengirimkan data suhu dan kelembapan dalam format JSON
melalui topik telemetry yang didukung ThingsBoard. Data yang diterima kemudian
dapat digunakan untuk menampilkan informasi sensor pada dashboard.
2.1.5
ThingsBoard
ThingsBoard
merupakan platform IoT yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah,
dan memvisualisasikan data dari perangkat yang terhubung. Platform ini
menyediakan fitur pengelolaan perangkat (device), penerimaan telemetry,
pembuatan dashboard, serta pengaturan alarm dan aturan pemrosesan data.
Dalam
proyek Smart Temperature Alert, ThingsBoard berfungsi sebagai platform
pemantauan data suhu dan kelembapan yang dikirim oleh ESP32. Data tersebut
dapat ditampilkan dalam bentuk nilai maupun grafik pada dashboard. Selain itu,
ThingsBoard dapat dikembangkan untuk memberikan peringatan ketika data suhu
memenuhi kondisi tertentu melalui konfigurasi alarm atau rule chain.
2.1.6
Wi-Fi dan Simulasi Wokwi
Wi-Fi
merupakan teknologi jaringan nirkabel yang memungkinkan perangkat bertukar data
melalui jaringan. Pada sistem IoT, koneksi Wi-Fi dapat digunakan oleh
mikrokontroler untuk mengirimkan data sensor ke server atau platform berbasis
internet.
Wokwi
merupakan simulator elektronik yang dapat digunakan untuk merancang dan menguji
program mikrokontroler secara virtual. Wokwi menyediakan simulasi ESP32 dan
jaringan virtual bernama Wokwi-GUEST, yang memungkinkan perangkat simulasi
mengakses internet untuk kebutuhan pengujian, termasuk komunikasi dengan
layanan MQTT.
Dalam
proyek ini, Wokwi digunakan untuk menjalankan simulasi ESP32, DHT22, dan LED
tanpa harus menggunakan perangkat fisik. ESP32 terhubung ke jaringan virtual
Wokwi, lalu mengirimkan data sensor ke ThingsBoard melalui internet.
2.1.7
Sistem Peringatan Suhu
Sistem
peringatan suhu merupakan sistem yang digunakan untuk memberikan indikator
ketika suhu yang terukur melewati nilai ambang batas (threshold) yang
telah ditentukan. Sistem ini dapat membantu pengguna mengetahui kondisi
lingkungan yang memerlukan perhatian melalui indikator visual.
Pada
proyek Smart Temperature Alert, ESP32 membandingkan nilai suhu yang dibaca oleh
sensor DHT22 dengan ambang batas sebesar 30°C. Apabila suhu melebihi 30°C,
ESP32 mengirimkan sinyal logika HIGH ke LED merah sehingga LED menyala sebagai
indikator peringatan. Sebaliknya, apabila suhu berada pada atau di bawah 30°C,
ESP32 mengirimkan sinyal logika LOW sehingga LED mati.
Selain
mengendalikan LED secara langsung, ESP32 mengirimkan data suhu dan kelembapan
ke platform ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT. Dengan demikian,
sistem dapat memberikan peringatan secara lokal melalui LED sekaligus
memungkinkan pengguna memantau kondisi lingkungan melalui data telemetry pada
ThingsBoard.
2.2 Komponen
2.2.1
ESP32
ESP32
merupakan komponen utama yang bertindak sebagai pengendali sistem. Komponen ini
memproses data dari sensor DHT22, menentukan kondisi LED berdasarkan nilai
ambang batas suhu, dan mengirimkan data sensor ke ThingsBoard melalui koneksi
Wi-Fi.
2.2.2
Sensor DHT22
DHT22
merupakan sensor digital yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan
udara. Sensor ini memiliki pin catu daya, data, dan ground. Pin data
dihubungkan ke salah satu pin digital ESP32 sesuai dengan konfigurasi pada
rangkaian dan program.
Data
yang dihasilkan oleh DHT22 menjadi masukan utama bagi sistem. Nilai suhu
digunakan untuk menentukan status LED, sedangkan suhu dan kelembapan dikirim ke
ThingsBoard sebagai data telemetry.
2.2.3
LED (Light Emitting Diode)
LED
(Light Emitting Diode) merupakan komponen elektronik yang menghasilkan cahaya
ketika dialiri arus listrik dengan arah dan kondisi yang sesuai. LED dapat
digunakan sebagai indikator visual untuk menunjukkan status suatu sistem.
Pada
proyek ini, LED berfungsi sebagai indikator peringatan suhu. LED menyala ketika
suhu yang dibaca DHT22 melewati ambang batas yang ditentukan pada program,
kemudian mati ketika kondisi tersebut tidak terpenuhi. Dalam rangkaian fisik,
LED umumnya dipasang dengan resistor pembatas arus untuk melindungi LED dan pin
mikrokontroler. Pada simulasi Wokwi, rangkaian perlu mengikuti koneksi yang
digunakan dalam proyek.
2.2.4
ThingsBoard
ThingsBoard
merupakan komponen perangkat lunak berbasis platform IoT yang digunakan untuk
menerima dan memantau data sensor. Pada proyek ini, ThingsBoard digunakan untuk
menyimpan telemetry yang dikirimkan oleh ESP32 dan menampilkannya dalam
dashboard. ESP32 melakukan autentikasi menggunakan device access token saat
terhubung melalui MQTT.
2.2.5
Wokwi
Wokwi
merupakan simulator elektronik berbasis web yang digunakan untuk merancang
rangkaian dan menguji program mikrokontroler secara virtual. Wokwi mendukung
simulasi ESP32 dan DHT22 serta menyediakan jaringan virtual untuk menguji
komunikasi perangkat dengan layanan internet.
Dalam
proyek ini, Wokwi digunakan untuk menjalankan simulasi Smart Temperature Alert,
mengubah nilai pembacaan sensor, dan menguji respons LED tanpa memerlukan
perangkat keras secara langsung.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan Simulasi
Sistem
Smart Temperature Alert ini disimulasikan untuk menghubungkan perangkat keras
virtual dengan platform Internet of Things (IoT) yang berbasis cloud. Simulasi
dilakukan dengan perangkat lunak Wokwi memanfaatkan mikrokontroler ESP32,
sensor suhu dan kelembapan DHT22, dan komponen aktuator LED merah yang
terhubung melalui resistor ke pin digital ESP32.
Secara
detail, proses simulasi ini terbagi ke dalam beberapa langkah utama:
1.
Membuat Akun dan Add Device di
ThingsBoard Cloud
·
Langkah pertama yang dilakukan
yaitu mendaftar dan login ke platform IoT berbasis cloud yakni ThingsBoard
Cloud (thingsboard.cloud), klik tombol “Add device” untuk mendaftarkan
perangkat keras baru.

·
Beri nama Modul5_Test1 dengan tipe
profil default, lalu klik tombol “Next: Credentials” dan isi sesuai data
terlampir.

·
Salin dan simpan Acces token, untuk
digunakan saat di platform Wokwi.

2.
Perancangan Simulasi pada Wokwi
·
Setelah perangkat terdaftar di
cloud, simulasi perancangan rangkaian elektronik dilakukan menggunakan platform
Wokwi.

·
Komponen utama yang digunakan
termasuk mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemrosesan utama, sensor suhu dan
kelembapan DHT22 yang terhubung ke Pin 25 untuk memantau keadaan lingkungan,
serta LED merah yang dihubungkan melalui resistor ke Pin 15 berfungsi sebagai
indikator peringatan visual.

3.
Penggabungan Kode Program dan
Protokol MQTT
·
Program ini ditulis dengan
menggunakan bahasa C++/Arduino dan memanfaatkan pustaka DHTesp.h, WiFi.h,
ThingsBoard.h, serta Arduino_MQTT_Client.h.
·
Dalam program, ESP32 diatur untuk
terhubung ke jaringan internet virtual Wokwi-GUEST sampai memperoleh alamat IP
lokal.

·
Selanjutnya, mikrokontroler diatur
untuk terhubung ke server thingsboard.cloud dengan menyisipkan Access Token
yang telah diperoleh dari proses pendaftaran perangkat.
·
Data suhu dan kelembapan yang
diambil oleh sensor DHT22 secara terus-menerus dikirimkan setiap 1 detik ke
ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT melalui fungsi pengiriman data
telemetri (tb.sendTelemetryData).

4.
Logika Kendali Aktuasi dan
Pemantauan Dashboard
·
Program mengimplementasikan logika
threshold (ambang batas) suhu, di mana mikrokontroler mengecek nilai suhu
secara langsung.
·
Jika suhu lingkungan terdeteksi
> 30°C, ESP32 akan mengirimkan sinyal logika HIGH ke Pin 15 untuk
mengaktifkan LED sebagai indikator peringatan awal. Jika suhu lingkungan
terdeteksi < 30°C, LED dikondisikan untuk mati.

·
Pengguna bisa melihat grafik serta
data numerik suhu dan kelembapan secara langsung melalui menu Latest Telemetry
pada perangkat Modul5_Test1 di dasbor ThingsBoard Cloud.

3.2 Kode Program
|
#include <DHTesp.h> #include <WiFi.h> #include <ThingsBoard.h> #include <Arduino_MQTT_Client.h> #define LED 15 #define pinDHT 25 DHTesp dhtSensor; const char* ssid = "Wokwi-GUEST"; const char* password = ""; const char* tbServer = "thingsboard.cloud"; const char* token = "token anda"; constexpr uint16_t MAX_MESSAGE_SIZE = 128U; WiFiClient espClient; Arduino_MQTT_Client mqttClient(espClient); ThingsBoard tb(mqttClient, MAX_MESSAGE_SIZE); void setup_wifi() { delay(10); Serial.println(); Serial.print("Connecting to "); Serial.print(ssid); WiFi.mode(WIFI_STA); WiFi.begin(ssid, password); while(WiFi.status() != WL_CONNECTED) { delay(500); Serial.print("."); } Serial.println(""); Serial.println("WiFi connected"); Serial.print("IP address: "); Serial.println(WiFi.localIP()); } void connectToThingsBoard() { if (!tb.connected()) { Serial.println("Connecting to ThingsBoard
server"); if (!tb.connect(tbServer, token)) { Serial.println("Failed to
connect to ThingsBoard"); } else { Serial.println("Connected to
ThingsBoard"); } } } void sendData (float temperature, int humidity) { tb.sendTelemetryData("temperature", temperature); tb.sendTelemetryData("humidity", humidity); } void setup() { Serial.begin(115200); dhtSensor.setup(pinDHT, DHTesp::DHT22); pinMode(LED, OUTPUT); setup_wifi(); connectToThingsBoard(); } void loop() { TempAndHumidity data = dhtSensor.getTempAndHumidity(); float temp = data.temperature; int hum = data.humidity; Serial.print("Temp: "); Serial.print(temp); Serial.print("°C Hum: "); Serial.print(hum); Serial.println("%"); if (!tb.connected()) { connectToThingsBoard(); } sendData(temp, hum); if (temp > 30) { digitalWrite(LED, HIGH); } else { digitalWrite(LED, LOW); } delay(1000); tb.loop(); } |
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem pemantauan suhu
dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT) dapat dirancang menggunakan
sensor DHT22, mikrokontroler ESP32, simulator Wokwi, dan platform ThingsBoard
Cloud. Sensor DHT22 berfungsi untuk membaca nilai suhu dan kelembapan udara,
sedangkan ESP32 memproses hasil pembacaan tersebut dan mengirimkannya ke
ThingsBoard melalui koneksi Wi-Fi menggunakan protokol MQTT.
Sistem
ini menerapkan mekanisme peringatan dini dengan menggunakan LED merah
berdasarkan ambang batas suhu sebesar 30°C. Ketika suhu yang terbaca melebihi
30°C, LED akan menyala sebagai indikator peringatan. Sementara itu, ketika suhu
berada pada atau di bawah 30°C, LED akan mati. Dengan demikian, sistem dapat
memberikan indikasi visual terhadap perubahan kondisi suhu yang terdeteksi oleh
sensor.
Selain
itu, pengiriman data ke ThingsBoard memungkinkan informasi suhu dan kelembapan
ditampilkan melalui dashboard sehingga proses pemantauan dapat dilakukan secara
lebih praktis. Penggunaan simulator Wokwi juga memudahkan proses perancangan
dan pengujian sistem secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras secara
langsung.
Secara
keseluruhan, praktikum ini memberikan pemahaman mengenai proses akuisisi data
sensor, pengolahan data menggunakan ESP32, komunikasi data berbasis MQTT, dan
penerapan sistem peringatan dini. Sistem yang dirancang dapat menjadi dasar
untuk pengembangan aplikasi IoT dalam pemantauan kondisi lingkungan secara
otomatis.
4.2 Saran
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran untuk pengembangan dan
pelaksanaan praktikum selanjutnya.
- Melakukan pengujian pada perangkat fisik.
Sistem yang telah dirancang melalui simulator Wokwi sebaiknya diuji
menggunakan ESP32, sensor DHT22, dan LED secara langsung untuk mengetahui
kinerja sistem pada kondisi nyata.
- Meningkatkan fitur pemantauan. Dashboard
ThingsBoard dapat dikembangkan dengan menambahkan grafik perubahan suhu
dan kelembapan berdasarkan waktu agar pengguna lebih mudah menganalisis
kondisi lingkungan.
- Mengembangkan sistem notifikasi. Sistem
dapat ditingkatkan dengan menambahkan notifikasi ketika suhu melebihi
ambang batas, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi peringatan
tanpa harus terus-menerus membuka dashboard.
- Memperhatikan kestabilan komunikasi.
Pengujian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan koneksi Wi-Fi dan
komunikasi MQTT berjalan dengan baik serta sistem dapat menangani gangguan
koneksi.
- Melakukan pengujian dengan berbagai kondisi
suhu. Pengujian sebaiknya dilakukan pada suhu di bawah, tepat pada, dan di
atas 30°C untuk memastikan logika pengendalian LED berjalan sesuai dengan
ketentuan program.
Dengan
adanya pengembangan tersebut, sistem diharapkan dapat bekerja lebih optimal dan
menjadi contoh penerapan IoT yang lebih lengkap untuk pemantauan suhu dan
kelembapan serta pemberian peringatan dini.
DAFTAR PUSTAKA
OASIS.(2019).
MQTT Version 5.0. https://docs.oasis-open.org/mqtt/mqtt/v5.0/mqtt-v5.0.html
Espressif Systems. (n.d.). ESP32 Series Datasheet. https://www.espressif.com/en/products/socs/esp32/datasheet
ThingsBoard. (n.d.). MQTT API.
https://thingsboard.io/docs/reference/mqtt-api/
ThingsBoard. (n.d.). Getting Connected – MQTT API. https://thingsboard.io/docs/reference/mqtt-api/getting-connected/
Bestari, D. N., & Wibowo, A. (2023). An IoT Based
Real-Time Weather Monitoring System Using Telegram Bot and Thingsboard
Platform. International Journal of Interactive Mobile Technologies, 17(06),
4–19. https://doi.org/10.3991/ijim.v17i06.34129
Surbakti, H. B., Ginting, J. G. A., Romadhona, S.,
Ginting, M. B., & Ni’amah, K. (2024). Sistem monitoring kualitas udara
ruangan dengan protokol MQTT berbasis Internet of Things. Jurnal SINTA: Sistem
Informasi dan Teknologi Komputasi, 1(3), 129–137. https://doi.org/10.61124/sinta.v1i3.25
Windarto, Y. E., Samosir, B. M. W., & Assariy, M.
R. (2020). Monitoring ruangan berbasis Internet of Things menggunakan
Thingsboard dan Blynk. Walisongo Journal of Information Technology, 2(2),
145–156. https://doi.org/10.21580/wjit.2020.2.2.5798
Yuswandari, & Yuana, H. (2020). Rancang bangun
sistem kendali jarak jauh lampu menggunakan Thingsboard berbasis IoT. Jurnal
Informatika Polinema, 7(1), 29–36. https://doi.org/10.33795/jip.v7i1.437
Tidak ada komentar:
Posting Komentar