Disusun Oleh:
| Mochamad Haikal | (24051204177) |
| Syamil Bani Hafidz | (24051204197) |
| Muhammad Najwan | (24051204202) |
| Muhammad Risky Wira | (24051204186) |
| Calvin Satriansyah | (24051204184) |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memberikan kemudahan dalam membangun sistem yang mampu melakukan pemantauan dan pengolahan data secara otomatis. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring tempat sampah yang dapat mengetahui tingkat keterisian tempat sampah berdasarkan jarak antara sensor dan permukaan sampah. Dalam penerapannya, ESP32 dapat digunakan sebagai pusat kendali karena memiliki kemampuan pemrosesan data dan konektivitas Wi-Fi yang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan perangkat dengan jaringan internet.
Pada proyek ini dibuat sistem Smart Trash Monitor yang digunakan untuk memantau kondisi dan tingkat keterisian tempat sampah. Sistem menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur jarak antara sensor dan permukaan sampah. Data hasil pengukuran kemudian diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi tempat sampah, yaitu KOSONG, TERISI SEDANG, atau PENUH. Setiap kondisi ditunjukkan menggunakan tiga buah LED, yaitu LED hijau, kuning, dan merah, sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi tempat sampah melalui indikator visual.
Selain menggunakan LED sebagai indikator, sistem ini dilengkapi dengan kartu microSD untuk menyimpan data hasil monitoring, seperti waktu pembacaan, jarak, status tempat sampah, dan persentase keterisian. ESP32 juga menjalankan web server lokal yang menampilkan informasi kondisi tempat sampah melalui browser. Halaman web menyediakan data terbaru dan riwayat pembacaan sensor sehingga pengguna dapat memantau perubahan kondisi tempat sampah secara dinamis.
Untuk menambahkan kemampuan pemantauan melalui jaringan, sistem Smart Trash Monitor juga diintegrasikan dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT. Melalui integrasi ini, data hasil pembacaan sensor dapat dikirimkan ke ThingsBoard dan ditampilkan sebagai telemetri. Dengan demikian, proses monitoring tidak hanya dilakukan melalui web lokal, tetapi juga dapat dilakukan melalui platform ThingsBoard. Perancangan dan pengujian sistem dilakukan menggunakan Wokwi sebagai simulator agar rangkaian dan program ESP32 dapat diuji sebelum diterapkan pada perangkat keras secara langsung.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut.
1.Bagaimana merancang sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32?
2.Bagaimana menggunakan sensor HC-SR04 untuk mengukur jarak permukaan sampah?
3.Bagaimana ESP32 memproses hasil pembacaan sensor untuk menentukan kondisi tempat sampah?
4.Bagaimana mengendalikan LED berdasarkan tingkat keterisian tempat sampah?
5.Bagaimana menyimpan data hasil monitoring ke dalam microSD card?
6.Bagaimana menampilkan data monitoring melalui web server lokal secara dinamis?
7.Bagaimana menghubungkan ESP32 dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT?
8.Bagaimana mengirimkan dan menampilkan data telemetri dari ESP32 pada ThingsBoard?
9.Bagaimana melakukan simulasi dan pengujian sistem Smart Trash Monitor menggunakan Wokwi?
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut.
1.Mengetahui proses perancangan sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32.
2.Memahami penggunaan sensor HC-SR04 untuk mengukur jarak permukaan sampah.
3.Mengetahui cara ESP32 memproses data sensor untuk menentukan kondisi tempat sampah.
4.Menerapkan LED sebagai indikator kondisi tempat sampah.
5.Memahami penggunaan microSD sebagai media penyimpanan data hasil monitoring.
6.Mengetahui proses pembuatan web server lokal untuk menampilkan data sensor secara dinamis.
7.Memahami proses komunikasi MQTT antara ESP32 dan ThingsBoard Cloud.
8.Mengetahui cara mengirimkan dan memantau data telemetri melalui ThingsBoard.
9.Melakukan simulasi dan pengujian sistem menggunakan Wokwi untuk memahami penerapan teknologi IoT.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan laporan proyek Smart Trash Monitor adalah sebagai berikut.
1.Bagi mahasiswa, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai penggunaan ESP32, sensor HC-SR04, LED, microSD, web server, MQTT, dan ThingsBoard.
2.Bagi proses pembelajaran, membantu memahami penerapan konsep Internet of Things melalui sistem monitoring tempat sampah yang dapat mengirimkan data secara otomatis.
3.Bagi pengembangan keterampilan, melatih kemampuan dalam merancang rangkaian, membuat program, mengintegrasikan komponen, menyimpan data, dan membangun sistem monitoring berbasis web.
4.Bagi pengembangan sistem, proyek ini dapat menjadi dasar untuk membuat tempat sampah pintar yang dilengkapi dengan pemantauan jarak jauh melalui platform IoT.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Mikrokontroler
Mikrokontroler merupakan perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk mengendalikan suatu sistem berdasarkan program yang telah dibuat. Mikrokontroler dapat menerima data dari perangkat input, memproses data tersebut, kemudian menghasilkan keluaran melalui perangkat output.
Pada proyek ini digunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama. ESP32 bertugas membaca sensor HC-SR04, menentukan kondisi tempat sampah, mengendalikan LED, menyimpan data ke microSD, serta menyediakan web server untuk menampilkan informasi monitoring.
2.1.2 ESP32
ESP32 merupakan mikrokontroler yang memiliki berbagai GPIO dan mendukung konektivitas Wi-Fi. Kemampuan tersebut membuat ESP32 cocok digunakan dalam proyek Internet of Things karena dapat menghubungkan sistem mikrokontroler dengan jaringan.
Pada proyek ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali seluruh sistem. ESP32 membaca jarak dari HC-SR04, mengendalikan tiga LED, menyimpan data ke microSD, dan menjalankan web server lokal.
2.1.3 Sensor HC-SR04
HC-SR04 merupakan sensor ultrasonik yang digunakan untuk mengukur jarak suatu objek. Sensor bekerja dengan mengirimkan gelombang ultrasonik melalui pin Trigger kemudian menerima pantulan melalui pin Echo.
Pada proyek ini, HC-SR04 digunakan untuk mengetahui jarak antara sensor dan permukaan sampah. Pin Trigger dihubungkan ke GPIO 27 ESP32, sedangkan pin Echo dihubungkan ke GPIO 26.
2.1.4 LED
LED atau Light Emitting Diode merupakan komponen elektronik yang dapat menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik. Pada proyek ini, LED digunakan sebagai indikator visual untuk menunjukkan kondisi tempat sampah.
Terdapat tiga LED yang digunakan, yaitu LED hijau, kuning, dan merah. LED hijau menunjukkan kondisi KOSONG, LED kuning menunjukkan TERISI SEDANG, sedangkan LED merah menunjukkan kondisi PENUH.
2.1.5 MicroSD Card
MicroSD card merupakan media penyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan data secara digital. Pada sistem IoT, microSD dapat digunakan untuk menyimpan riwayat hasil pembacaan sensor.
Pada proyek ini, microSD digunakan untuk menyimpan data dalam file sensor.csv. Data yang disimpan terdiri dari waktu pembacaan, jarak, status, dan level tempat sampah.
2.1.6 Web Server
Web server merupakan sistem yang menyediakan halaman atau data yang dapat diakses melalui browser menggunakan jaringan. ESP32 dapat digunakan sebagai web server sederhana untuk menampilkan informasi dari sensor.
Pada proyek ini, ESP32 menjalankan web server pada port 80. Halaman monitoring dapat diakses melalui browser menggunakan alamat lokal Wokwi http://localhost:8180.
2.1.7 API
Application Programming Interface atau API merupakan antarmuka yang memungkinkan suatu aplikasi memperoleh data dari sistem lain dalam format tertentu. Dalam proyek ini, API digunakan agar data sensor dapat diakses oleh halaman web.
Sistem menyediakan endpoint /api/data untuk data terbaru dan /api/history untuk data riwayat yang tersimpan pada microSD. Data API menggunakan format JSON sehingga dapat diproses oleh JavaScript pada halaman web.
2.1.8 MQTT
MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) merupakan protokol komunikasi yang dirancang untuk pertukaran pesan antarperangkat melalui jaringan. Protokol ini banyak digunakan dalam sistem IoT karena memungkinkan perangkat mengirimkan data ke server dengan mekanisme komunikasi yang relatif sederhana.
Pada proyek Smart Trash Monitor, MQTT digunakan sebagai jalur komunikasi antara ESP32 dan ThingsBoard Cloud. Data sensor dikirimkan dalam format JSON melalui topik v1/devices/me/telemetry. Data tersebut mencakup nilai distance, status, dan level yang menggambarkan jarak sensor, kondisi tempat sampah, serta persentase keterisiannya.
2.1.9 ThingsBoard Cloud
ThingsBoard Cloud merupakan platform IoT yang digunakan untuk menerima, mengelola, dan menampilkan data dari perangkat yang terhubung. Platform ini menyediakan fitur pengelolaan device dan pemantauan data telemetri sehingga pengguna dapat melihat informasi yang dikirimkan oleh perangkat IoT.
Pada proyek Smart Trash Monitor, ThingsBoard digunakan untuk menerima data dari ESP32 melalui protokol MQTT. Data jarak, status, dan level keterisian dikirimkan ke device Smart Trash Monitor yang telah dibuat sebelumnya. Data yang berhasil diterima dapat diperiksa melalui bagian Latest Telemetry pada ThingsBoard.
2.2 Komponen
| No. | Komponen | Jumlah | Fungsi |
| 1 | ESP32 | 1 | Mikrokontroler dan Web Server |
| 2 | HC-SR04 | 1 | Mengukur jarak permukaan sampah |
| 3 | LED Hijau | 1 | Indikator kondisi kosong |
| 4 | LED Kuning | 1 | Indikator kondisi terisi sedang |
| 5 | LED Merah | 1 | Indikator kondisi penuh |
| 6 | Resistor 220 Ω | 3 | Membatasi arus LED |
| 7 | MicroSD Card | 1 | Menyimpan data monitoring |
| 8 | Wokwi | 1 | Simulasi rangkaian dan program |
| 9 | ThingsBoard Cloud | 1 platform | Menerima dan menampilkan data telemetry |
| 10 | Library PubSubClient | 1 library | Mendukung komunikasi MQTT pada ESP32 |
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan simulasi
Simulasi Smart Trash Monitor dilakukan menggunakan platform Wokwi dengan ESP32 sebagai mikrokontroler utama dan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai alat untuk mengukur jarak permukaan sampah. Hasil pengukuran sensor diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi tempat sampah berdasarkan jarak yang terdeteksi. Sistem dilengkapi dengan tiga LED sebagai indikator, yaitu LED hijau untuk kondisi kosong, LED kuning untuk kondisi terisi sedang, dan LED merah untuk kondisi penuh.
Sistem menentukan status tempat sampah berdasarkan hasil pengukuran jarak. Jika jarak lebih dari 20 cm, status tempat sampah adalah KOSONG dengan tingkat keterisian 0% dan LED hijau menyala. Jika jarak lebih dari 10 cm hingga 20 cm, statusnya TERISI SEDANG dengan tingkat keterisian 50% dan LED kuning menyala. Sementara itu, jika jarak 10 cm atau kurang, statusnya PENUH dengan tingkat keterisian 100% dan LED merah menyala. Data hasil pengukuran juga disimpan ke dalam file sensor.csv pada microSD, yang mencakup waktu pembacaan, jarak, status, dan tingkat keterisian tempat sampah.
Selain menggunakan LED dan microSD, sistem dilengkapi dengan web server lokal yang menampilkan informasi jarak, status, tingkat keterisian, serta riwayat pembacaan sensor secara dinamis melalui browser. Sistem juga diintegrasikan dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT untuk mengirimkan data telemetri berupa jarak, status, dan tingkat keterisian. Data tersebut dapat dipantau melalui bagian Latest Telemetry pada ThingsBoard. Dengan demikian, simulasi ini menunjukkan penerapan Internet of Things (IoT) melalui proses pembacaan sensor, penyimpanan data, pemantauan melalui web lokal, dan pengiriman informasi ke platform cloud.
3.2 Progam
Program sistem terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu pembacaan sensor, penentuan kondisi tempat sampah, penyimpanan data ke microSD, API, halaman web server, dan proses utama ESP32.
3.2.1 Pembacaan Sensor
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(TRIG_PIN, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
long duration = pulseIn(ECHO_PIN, HIGH, 30000);
if (duration == 0) {
distance = 0;
} else {
distance = duration * 0.034 / 2;
}
if (distance > 20) {
status = "KOSONG";
level = 0;
digitalWrite(LED_GREEN, HIGH);
digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);
digitalWrite(LED_RED, LOW);
}
else if (distance > 10) {
status = "TERISI SEDANG";
level = 50;
digitalWrite(LED_GREEN, LOW);
digitalWrite(LED_YELLOW, HIGH);
digitalWrite(LED_RED, LOW);
}
else {
status = "PENUH";
level = 100;
digitalWrite(LED_GREEN, LOW);
digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);
digitalWrite(LED_RED, HIGH);
}
}
Bagian program tersebut digunakan untuk mengirimkan sinyal ultrasonik dari HC-SR04 dan menghitung waktu pantulan sinyal. Nilai waktu kemudian dikonversi menjadi jarak dalam satuan sentimeter.
Setelah jarak diperoleh, program membandingkan nilai tersebut dengan batas yang telah ditentukan. Hasil perbandingan digunakan untuk menentukan status, level, dan LED yang menyala.
3.2.2 Penyimpanan Data ke MicroSD
File file = SD.open("/sensor.csv", FILE_APPEND);
if (file) {
file.print(millis());
file.print(",");
file.print(distance);
file.print(",");
file.print(status);
file.print(",");
file.println(level);
file.close();
Serial.println("Data berhasil disimpan ke SD!");
}
}
Program membuka file sensor.csv menggunakan mode append sehingga data baru ditambahkan ke data yang sudah ada. Data yang disimpan terdiri dari waktu menggunakan millis(), jarak, status, dan level.
3.2.3 API Data
String json = "{";
json += "\"distance\":" + String(distance, 2) + ",";
json += "\"status\":\"" + status + "\",";
json += "\"level\":" + String(level);
json += "}";
server.send(200, "application/json", json);
}
Fungsi tersebut membuat data sensor dalam format JSON. Endpoint API ini digunakan oleh halaman web untuk mengambil data kondisi tempat sampah terbaru.
Contoh data yang dihasilkan:
"distance": 25.34,
"status": "KOSONG",
"level": 0
}
3.2.4 API History
Endpoint /api/history digunakan untuk membaca data dari file sensor.csv. Program membaca isi file, memisahkan data berdasarkan tanda koma, kemudian mengubahnya menjadi format JSON agar dapat ditampilkan pada tabel riwayat di halaman web.
3.2.5 Web Server
Web Server digunakan untuk menampilkan dashboard monitoring melalui browser. Dashboard menampilkan informasi jarak, status, level tempat sampah, indikator progres, serta tabel riwayat data.
Halaman web mengambil data terbaru melalui JavaScript dengan memanggil endpoint /api/data. Pembaruan data dilakukan secara berkala sehingga tampilan monitoring bersifat dinamis.
3.2.6 Program Utama
Pada fungsi setup(), program melakukan inisialisasi Serial Monitor, pin sensor dan LED, koneksi Wi-Fi, microSD, serta Web Server. Program juga memeriksa keberadaan file sensor.csv dan membuat file tersebut apabila belum tersedia.
Serial.begin(115200);
delay(1000);
pinMode(
TRIG_PIN,
OUTPUT
);
pinMode(
ECHO_PIN,
INPUT
);
pinMode(
LED_GREEN,
OUTPUT
);
pinMode(
LED_YELLOW,
OUTPUT
);
pinMode(
LED_RED,
OUTPUT
);
Serial.println();
Serial.println(
"=============================="
);
Serial.println(
"SMART TRASH MONITOR"
);
Serial.println(
"=============================="
);
WiFi.begin(
ssid,
password
);
Serial.println(
"Menghubungkan WiFi..."
);
while (
WiFi.status() != WL_CONNECTED
) {
delay(500);
Serial.print(".");
}
Serial.println();
Serial.println(
"WiFi berhasil terhubung!"
);
Serial.print(
"IP Address: "
);
Serial.println(
WiFi.localIP()
);
mqttClient.setServer(mqttServer, mqttPort);
reconnectMQTT();
Serial.println(
"Menginisialisasi SD Card..."
);
if (!SD.begin(SD_CS)) {
Serial.println(
"SD CARD GAGAL!"
);
}
else {
Serial.println(
"SD CARD BERHASIL!"
);
if (
!SD.exists("/sensor.csv")
) {
File file =
SD.open(
"/sensor.csv",
FILE_WRITE
);
if (file) {
file.println(
"Waktu,Jarak,Status,Level"
);
file.close();
Serial.println(
"sensor.csv BERHASIL DIBUAT!"
);
}
else {
Serial.println(
"sensor.csv GAGAL DIBUAT!"
);
}
}
else {
Serial.println(
"sensor.csv SUDAH ADA!"
);
}
}
server.on(
"/",
handleRoot
);
server.on(
"/api/data",
handleAPI
);
server.on(
"/api/history",
handleHistory
);
server.begin();
Serial.println(
"Web Server berhasil dijalankan!"
);
Serial.println(
"=============================="
);
}
Pada fungsi loop(), program melakukan pembacaan sensor, menyimpan data ke microSD, menangani permintaan web server, kemudian melakukan jeda sebelum proses berikutnya dijalankan.
bacaSensor();
simpanData();
if (!mqttClient.connected()) {
reconnectMQTT();
}
mqttClient.loop();
kirimKeThingsBoard();
server.handleClient();
delay(1000);
}
3.3 Membuat dan Mengakses Akun ThingsBoard
Langkah-langkah membuat dan mengakses akun thingsboard
1.Membuat akun thingsboard
Tahap pertama adalah membuka situs ThingsBoard Cloud dan melakukan pendaftaran akun menggunakan alamat email serta informasi yang diperlukan agar dapat mengakses platform untuk memantau data IoT.

2.Memilih regional
Setelah akun dibuat, pengguna memilih server regional yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Regional ini digunakan untuk menentukan lokasi server yang akan menjalankan layanan ThingsBoard.

3.Masuk ke dashboard home
Setelah berhasil masuk, pengguna akan diarahkan ke halaman utama atau Home Dashboard. Halaman ini digunakan untuk mengakses berbagai fitur ThingsBoard, termasuk pengelolaan perangkat dan pemantauan data.


4.Menambahkan device baru
Pengguna membuka menu Devices, kemudian menambahkan perangkat baru dengan nama Smart Trash Monitor. Perangkat ini digunakan sebagai tujuan pengiriman data dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud.

5.Memasukkan akses token ke program
Setelah perangkat dibuat, pengguna membuka detail perangkat untuk mendapatkan Access Token. Token tersebut dimasukkan ke dalam konfigurasi MQTT pada program ESP32 sebagai username untuk autentikasi koneksi ke ThingsBoard.

6.Melihat hasil program pada latest telemetry
Setelah program dijalankan di Wokwi dan koneksi MQTT berhasil, pengguna membuka perangkat Smart Trash Monitor dan memilih bagian Latest Telemetry. Pada bagian ini, data distance, status, dan level akan ditampilkan sesuai dengan hasil pembacaan sensor dan data yang dikirimkan oleh ESP32.
3.4 Menggunakan Device Smart Trash Monitor
Pada tahap ini, digunakan device Smart Trash Monitor yang telah dibuat sebelumnya pada ThingsBoard Cloud. Device tersebut dipilih melalui menu Devices dan digunakan sebagai tujuan pengiriman data dari ESP32. Dengan menggunakan device yang sudah tersedia, proses pembuatan perangkat baru tidak perlu dilakukan kembali, sehingga pengerjaan dapat dilanjutkan ke tahap pengaturan koneksi MQTT.
3.5 Mengatur Koneksi MQTT
Komunikasi antara ESP32 dan ThingsBoard dilakukan menggunakan protokol MQTT. Konfigurasi koneksi menggunakan server mqtt.eu.thingsboard.cloud dengan port 1883. Access Token digunakan sebagai username, sedangkan password dibiarkan kosong sesuai konfigurasi koneksi device. Data telemetry dikirimkan melalui topik v1/devices/me/telemetry.
Data yang dikirimkan disusun dalam format JSON yang berisi tiga variabel, yaitu distance, status, dan level. Variabel distance menunjukkan jarak hasil pengukuran sensor dalam sentimeter, status menunjukkan kondisi tempat sampah, sedangkan level menunjukkan persentase keterisian. Format tersebut digunakan agar ThingsBoard dapat mengenali dan menyimpan setiap nilai sebagai data telemetri perangkat.
3.6 Mengintegrasikan MQTT ke Program ESP32
Agar ESP32 dapat berkomunikasi dengan ThingsBoard, program menambahkan library PubSubClient yang mendukung koneksi MQTT. Program juga dilengkapi dengan konfigurasi server, port, Access Token, serta fungsi untuk menghubungkan perangkat dan mengirimkan data sensor. Setelah koneksi Wi-Fi tersedia, ESP32 menghubungkan diri ke server MQTT dan mengirimkan data telemetri sesuai dengan hasil pembacaan sensor.
Integrasi ini melengkapi fungsi Smart Trash Monitor yang sebelumnya telah memiliki sensor, LED, microSD, dan web server lokal. Dengan adanya MQTT, data yang diperoleh dari sensor dapat dikirimkan ke ThingsBoard sehingga hasil monitoring tersedia melalui dashboard cloud selain melalui web lokal.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian yang dilakukan, sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32 berhasil dikembangkan menggunakan simulasi Wokwi. Sensor HC-SR04 digunakan untuk mengukur jarak permukaan sampah, kemudian ESP32 memproses hasil pembacaan tersebut menjadi tiga kondisi, yaitu KOSONG, TERISI SEDANG, dan PENUH. Setiap kondisi ditunjukkan melalui LED hijau, kuning, dan merah sesuai dengan batas jarak yang telah ditentukan. Selain itu, data hasil monitoring dapat disimpan ke dalam file sensor.csv pada microSD dan ditampilkan melalui web server lokal secara dinamis.
Pengembangan sistem dengan ThingsBoard Cloud memungkinkan data monitoring dikirimkan melalui protokol MQTT sehingga informasi jarak, status, dan level keterisian dapat dipantau melalui bagian Latest Telemetry. Melalui proyek ini, kami dapat memahami penerapan konsep Internet of Things (IoT), mulai dari pembacaan sensor, pengolahan data, penyimpanan informasi, pembuatan dashboard web, hingga pengiriman data ke platform cloud. Dengan demikian, Smart Trash Monitor dapat menjadi dasar pengembangan sistem pemantauan tempat sampah yang lebih praktis dan terintegrasi.
4.2 Saran
Sistem Smart Trash Monitor masih dapat dikembangkan agar memiliki fitur yang lebih lengkap. Salah satu pengembangannya adalah menggunakan perhitungan persentase keterisian yang lebih detail sehingga level tempat sampah tidak hanya ditampilkan dalam nilai 0%, 50%, dan 100%. Sistem juga dapat ditambahkan buzzer sebagai indikator suara ketika tempat sampah penuh serta grafik pada dashboard web dan ThingsBoard untuk memudahkan pengguna melihat perubahan tingkat keterisian dari waktu ke waktu.
Selain itu, sistem dapat dikembangkan dengan menggunakan sensor tambahan dan database eksternal agar data monitoring dapat disimpan dalam jangka panjang. Pada penerapan menggunakan perangkat keras secara langsung, pemasangan rangkaian, kestabilan koneksi Wi-Fi, dan kesesuaian tegangan setiap komponen perlu diperhatikan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem sehingga Smart Trash Monitor dapat digunakan sebagai salah satu solusi pemantauan tempat sampah berbasis IoT.
DAFTAR PUSTAKA
Arduino. (n.d.). Arduino Reference – Digital I/O and Serial Communication. https://www.arduino.cc/reference/en/
Espressif. (n.d.). ESP32 Arduino Core Documentation. https://docs.espressif.com/projects/arduino-esp32/en/latest/
PlatformIO. (n.d.). PlatformIO Documentation. https://docs.platformio.org/
Wokwi. (n.d.). Wokwi Documentation – ESP32 and MicroSD Card Simulation. https://docs.wokwi.com/
Shvaika, D. I., Shvaika, A. I., & Artemchuk, V. O. (2024). Advancing IoT Interoperability: Dynamic Data Serialization Using ThingsBoard. https://acnsci.org/journal/index.php/jec/article/view/745
Bruno, A. (2023). A Systematic Mapping Study about IoT Platforms. https://www.mdpi.com/2673-4591/56/1/226
LAMPIRAN




Video Demo: https://drive.google.com/file/d/1f22vNfl0kHSJRxgIeq9S2QoCwxiE32Vk/view?usp=sharing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar