Disusun Oleh:
| Mochamad Haikal | (24051204177) |
| Syamil Bani Hafidz | (24051204197) |
| Muhammad Najwan | (24051204202) |
| Muhammad Risky Wira | (24051204186) |
| Calvin Satriansyah | (24051204184) |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan berbagai perangkat elektronik saling terhubung untuk melakukan pemantauan dan pengiriman data secara otomatis. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring tempat sampah yang dapat membantu pengguna mengetahui kondisi dan tingkat keterisian tempat sampah tanpa harus memeriksanya secara langsung. Dalam praktikum ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali karena mampu memproses data sensor dan memiliki konektivitas Wi-Fi untuk mendukung komunikasi dengan perangkat maupun platform IoT.
Proyek Smart Trash Monitor dirancang menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur jarak antara sensor dan permukaan sampah. Hasil pengukuran tersebut diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi tempat sampah, yaitu KOSONG, TERISI SEDANG, atau PENUH. Setiap kondisi ditunjukkan melalui LED hijau, kuning, dan merah. Selain itu, sistem menggunakan microSD sebagai media penyimpanan data hasil monitoring dan web server lokal untuk menampilkan informasi kondisi tempat sampah serta riwayat pembacaan sensor melalui browser.
Pada praktikum ini, sistem juga diintegrasikan dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT agar data hasil pembacaan sensor dapat dikirimkan dan dipantau melalui platform IoT. Data telemetri yang dikirimkan mencakup jarak, status tempat sampah, dan tingkat keterisian. Selanjutnya, ThingsBoard digunakan untuk membuat dashboard sebagai media pemantauan, Rule Chain untuk memproses data, serta alarm yang aktif ketika tingkat keterisian mencapai 100%. Konfigurasi notifikasi email juga dilakukan untuk mendukung pemberitahuan kepada pengguna ketika kondisi tempat sampah penuh.
Seluruh rangkaian dan program sistem diuji menggunakan Wokwi sebagai simulator. Melalui praktikum ini, mahasiswa dapat memahami penerapan IoT mulai dari pembacaan sensor, pengolahan data, penggunaan indikator LED, hingga integrasi dengan ThingsBoard Cloud. Dengan demikian, proyek Smart Trash Monitor diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dalam merancang sistem monitoring yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan IoT.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut.
1.Bagaimana merancang sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32 menggunakan sensor HC-SR04 dan komponen pendukung?
2.Bagaimana menggunakan sensor HC-SR04 untuk mengukur jarak permukaan sampah dan menentukan tingkat keterisiannya?
3.Bagaimana memproses data sensor pada ESP32 untuk menentukan status KOSONG, TERISI SEDANG, dan PENUH?
4.Bagaimana mengendalikan LED sebagai indikator kondisi tempat sampah?
5.Bagaimana mengirimkan data telemetri dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT?
6.Bagaimana membuat dashboard dan Rule Chain pada ThingsBoard untuk memantau kondisi tempat sampah?
7.Bagaimana mengonfigurasi alarm dan notifikasi email ketika tempat sampah mencapai kondisi penuh?
8.Bagaimana melakukan simulasi dan pengujian sistem Smart Trash Monitor menggunakan Wokwi?
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut.
1.Mengetahui proses perancangan sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32.
2.Memahami penggunaan sensor HC-SR04 untuk mengukur jarak permukaan sampah.
3.Memahami proses pengolahan data sensor untuk menentukan kondisi dan tingkat keterisian tempat sampah.
4.Menerapkan LED sebagai indikator kondisi tempat sampah.
5.Memahami komunikasi MQTT untuk mengirimkan data dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud.
6.Mengetahui proses pembuatan dashboard dan Rule Chain pada ThingsBoard.
7.Memahami konfigurasi alarm dan notifikasi email berdasarkan kondisi tempat sampah.
8.Melakukan simulasi dan pengujian sistem menggunakan Wokwi untuk memahami penerapan teknologi IoT.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan laporan proyek Smart Trash Monitor adalah sebagai berikut.
1.Bagi mahasiswa, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai penggunaan ESP32, sensor HC-SR04, LED, microSD, web server lokal, MQTT, dan ThingsBoard Cloud.
2.Bagi proses pembelajaran, memberikan contoh penerapan konsep Internet of Things melalui sistem monitoring yang dapat membaca, mengolah, menyimpan, dan mengirimkan data secara otomatis.
3.Bagi pengembangan keterampilan, melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang rangkaian, membuat program, mengintegrasikan komponen, serta melakukan simulasi dan pengujian sistem.
4.Bagi pengembangan sistem, menjadi dasar pembelajaran untuk mengembangkan sistem monitoring tempat sampah yang dilengkapi pemantauan jarak jauh, alarm, dan notifikasi berdasarkan tingkat keterisian tempat sampah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Mikrokontroler
Mikrokontroler merupakan perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk mengendalikan suatu sistem berdasarkan program yang telah dibuat. Mikrokontroler dapat menerima data dari perangkat input, memproses data tersebut, kemudian menghasilkan keluaran melalui perangkat output.
Pada proyek ini digunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama. ESP32 bertugas membaca sensor HC-SR04, menentukan kondisi tempat sampah, mengendalikan LED, menyimpan data ke microSD, serta menyediakan web server untuk menampilkan informasi monitoring.
2.2 ESP32
ESP32 merupakan mikrokontroler yang memiliki berbagai GPIO dan mendukung konektivitas Wi-Fi. Kemampuan tersebut membuat ESP32 cocok digunakan dalam proyek Internet of Things karena dapat menghubungkan sistem mikrokontroler dengan jaringan.
Pada proyek ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali seluruh sistem. ESP32 membaca jarak dari HC-SR04, mengendalikan tiga LED, menyimpan data ke microSD, dan menjalankan web server lokal.
2.1.3 Sensor HC-SR04
HC-SR04 merupakan sensor ultrasonik yang digunakan untuk mengukur jarak suatu objek. Sensor bekerja dengan mengirimkan gelombang ultrasonik melalui pin Trigger kemudian menerima pantulan melalui pin Echo.
Pada proyek ini, HC-SR04 digunakan untuk mengetahui jarak antara sensor dan permukaan sampah. Pin Trigger dihubungkan ke GPIO 27 ESP32, sedangkan pin Echo dihubungkan ke GPIO 26.
2.1.4 LED
LED atau Light Emitting Diode merupakan komponen elektronik yang dapat menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik. Pada proyek ini, LED digunakan sebagai indikator visual untuk menunjukkan kondisi tempat sampah.
Terdapat tiga LED yang digunakan, yaitu LED hijau, kuning, dan merah. LED hijau menunjukkan kondisi KOSONG, LED kuning menunjukkan TERISI SEDANG, sedangkan LED merah menunjukkan kondisi PENUH.
2.1.5 Web Server
Web server merupakan sistem yang menyediakan halaman atau data yang dapat diakses melalui browser menggunakan jaringan. ESP32 dapat digunakan sebagai web server sederhana untuk menampilkan informasi dari sensor.
Pada proyek ini, ESP32 menjalankan web server pada port 80. Halaman monitoring dapat diakses melalui browser menggunakan alamat lokal Wokwi http://localhost:8180.
2.1.6 API
Application Programming Interface atau API merupakan antarmuka yang memungkinkan suatu aplikasi memperoleh data dari sistem lain dalam format tertentu. Dalam proyek ini, API digunakan agar data sensor dapat diakses oleh halaman web.
Sistem menyediakan endpoint /api/data untuk data terbaru dan /api/history untuk data riwayat yang tersimpan pada microSD. Data API menggunakan format JSON sehingga dapat diproses oleh JavaScript pada halaman web.
2.1.7 MQTT
MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) merupakan protokol komunikasi yang dirancang untuk pertukaran pesan antarperangkat melalui jaringan. Protokol ini banyak digunakan dalam sistem IoT karena memungkinkan perangkat mengirimkan data ke server dengan mekanisme komunikasi yang relatif sederhana.
Pada proyek Smart Trash Monitor, MQTT digunakan sebagai jalur komunikasi antara ESP32 dan ThingsBoard Cloud. Data sensor dikirimkan dalam format JSON melalui topik v1/devices/me/telemetry. Data tersebut mencakup nilai distance, status, dan level yang menggambarkan jarak sensor, kondisi tempat sampah, serta persentase keterisiannya.
2.1.8 ThingsBoard Cloud
ThingsBoard Cloud merupakan platform IoT yang digunakan untuk menerima, mengelola, dan menampilkan data dari perangkat yang terhubung. Platform ini menyediakan fitur pengelolaan device dan pemantauan data telemetri sehingga pengguna dapat melihat informasi yang dikirimkan oleh perangkat IoT.
Pada proyek Smart Trash Monitor, ThingsBoard digunakan untuk menerima data dari ESP32 melalui protokol MQTT. Data jarak, status, dan level keterisian dikirimkan ke device Smart Trash Monitor yang telah dibuat sebelumnya. Data yang berhasil diterima dapat diperiksa melalui bagian Latest Telemetry pada ThingsBoard.
2.2 Komponen
| No. | Komponen | Jumlah | Fungsi |
| 1 | ESP32 | 1 | Mikrokontroler dan Web Server |
| 2 | HC-SR04 | 1 | Mengukur jarak permukaan sampah |
| 3 | LED Hijau | 1 | Indikator kondisi kosong |
| 4 | LED Kuning | 1 | Indikator kondisi terisi sedang |
| 5 | LED Merah | 1 | Indikator kondisi penuh |
| 6 | Resistor 220 Ω | 3 | Membatasi arus LED |
| 7 | MicroSD Card | 1 | Menyimpan data monitoring |
| 8 | Wokwi | 1 | Simulasi rangkaian dan program |
| 9 | ThingsBoard Cloud | 1 platform | Menerima dan menampilkan data telemetry |
| 10 | Library PubSubClient | 1 library | Mendukung komunikasi MQTT pada ESP32 |
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan simulasi
Simulasi Smart Trash Monitor dilakukan menggunakan platform Wokwi dengan ESP32 sebagai mikrokontroler utama dan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai alat untuk mengukur jarak permukaan sampah. Hasil pengukuran sensor diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi tempat sampah berdasarkan jarak yang terdeteksi. Sistem dilengkapi dengan tiga LED sebagai indikator, yaitu LED hijau untuk kondisi kosong, LED kuning untuk kondisi terisi sedang, dan LED merah untuk kondisi penuh.
Sistem menentukan status tempat sampah berdasarkan hasil pengukuran jarak. Jika jarak lebih dari 20 cm, status tempat sampah adalah KOSONG dengan tingkat keterisian 0% dan LED hijau menyala. Jika jarak lebih dari 10 cm hingga 20 cm, statusnya TERISI SEDANG dengan tingkat keterisian 50% dan LED kuning menyala. Sementara itu, jika jarak 10 cm atau kurang, statusnya PENUH dengan tingkat keterisian 100% dan LED merah menyala. Data hasil pengukuran juga disimpan ke dalam file sensor.csv pada microSD, yang mencakup waktu pembacaan, jarak, status, dan tingkat keterisian tempat sampah.
Selain menggunakan LED dan microSD, sistem dilengkapi dengan web server lokal yang menampilkan informasi jarak, status, tingkat keterisian, serta riwayat pembacaan sensor secara dinamis melalui browser. Sistem juga diintegrasikan dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT untuk mengirimkan data telemetri berupa jarak, status, dan tingkat keterisian. Data tersebut dapat dipantau melalui bagian Latest Telemetry pada ThingsBoard. Dengan demikian, simulasi ini menunjukkan penerapan Internet of Things (IoT) melalui proses pembacaan sensor, penyimpanan data, pemantauan melalui web lokal, dan pengiriman informasi ke platform cloud.
3.2 Progam
Program sistem terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu pembacaan sensor, penentuan kondisi tempat sampah, API, halaman web server, dan proses utama ESP32.
3.2.1 Pembacaan Sensor
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(TRIG_PIN, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(TRIG_PIN, LOW);
long duration = pulseIn(ECHO_PIN, HIGH, 30000);
if (duration == 0) {
distance = 0;
} else {
distance = duration * 0.034 / 2;
}
if (distance > 20) {
status = "KOSONG";
level = 0;
digitalWrite(LED_GREEN, HIGH);
digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);
digitalWrite(LED_RED, LOW);
}
else if (distance > 10) {
status = "TERISI SEDANG";
level = 50;
digitalWrite(LED_GREEN, LOW);
digitalWrite(LED_YELLOW, HIGH);
digitalWrite(LED_RED, LOW);
}
else {
status = "PENUH";
level = 100;
digitalWrite(LED_GREEN, LOW);
digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);
digitalWrite(LED_RED, HIGH);
}
}
Bagian program tersebut digunakan untuk mengirimkan sinyal ultrasonik dari HC-SR04 dan menghitung waktu pantulan sinyal. Nilai waktu kemudian dikonversi menjadi jarak dalam satuan sentimeter.
Setelah jarak diperoleh, program membandingkan nilai tersebut dengan batas yang telah ditentukan. Hasil perbandingan digunakan untuk menentukan status, level, dan LED yang menyala.
3.2.2 API Data
String json = "{";
json += "\"distance\":" + String(distance, 2) + ",";
json += "\"status\":\"" + status + "\",";
json += "\"level\":" + String(level);
json += "}";
server.send(200, "application/json", json);
}
Fungsi tersebut membuat data sensor dalam format JSON. Endpoint API ini digunakan oleh halaman web untuk mengambil data kondisi tempat sampah terbaru.
Contoh data yang dihasilkan:
"distance": 25.34,
"status": "KOSONG",
"level": 0
}
3.2.3 API History
Endpoint /api/history digunakan untuk membaca data dari file sensor.csv. Program membaca isi file, memisahkan data berdasarkan tanda koma, kemudian mengubahnya menjadi format JSON agar dapat ditampilkan pada tabel riwayat di halaman web.
3.2.4 Web Server
Web Server digunakan untuk menampilkan dashboard monitoring melalui browser. Dashboard menampilkan informasi jarak, status, level tempat sampah, indikator progres, serta tabel riwayat data.
Halaman web mengambil data terbaru melalui JavaScript dengan memanggil endpoint /api/data. Pembaruan data dilakukan secara berkala sehingga tampilan monitoring bersifat dinamis.
3.2.5 Program Utama
Pada fungsi setup(), program melakukan inisialisasi Serial Monitor, pin sensor dan LED, koneksi Wi-Fi, microSD, serta Web Server. Program juga memeriksa keberadaan file sensor.csv dan membuat file tersebut apabila belum tersedia.
Serial.begin(115200);
delay(1000);
pinMode(
TRIG_PIN,
OUTPUT
);
pinMode(
ECHO_PIN,
INPUT
);
pinMode(
LED_GREEN,
OUTPUT
);
pinMode(
LED_YELLOW,
OUTPUT
);
pinMode(
LED_RED,
OUTPUT
);
Serial.println();
Serial.println(
"=============================="
);
Serial.println(
"SMART TRASH MONITOR"
);
Serial.println(
"=============================="
);
WiFi.begin(
ssid,
password
);
Serial.println(
"Menghubungkan WiFi..."
);
while (
WiFi.status() != WL_CONNECTED
) {
delay(500);
Serial.print(".");
}
Serial.println();
Serial.println(
"WiFi berhasil terhubung!"
);
Serial.print(
"IP Address: "
);
Serial.println(
WiFi.localIP()
);
mqttClient.setServer(mqttServer, mqttPort);
reconnectMQTT();
Serial.println(
"Menginisialisasi SD Card..."
);
if (!SD.begin(SD_CS)) {
Serial.println(
"SD CARD GAGAL!"
);
}
else {
Serial.println(
"SD CARD BERHASIL!"
);
if (
!SD.exists("/sensor.csv")
) {
File file =
SD.open(
"/sensor.csv",
FILE_WRITE
);
if (file) {
file.println(
"Waktu,Jarak,Status,Level"
);
file.close();
Serial.println(
"sensor.csv BERHASIL DIBUAT!"
);
}
else {
Serial.println(
"sensor.csv GAGAL DIBUAT!"
);
}
}
else {
Serial.println(
"sensor.csv SUDAH ADA!"
);
}
}
server.on(
"/",
handleRoot
);
server.on(
"/api/data",
handleAPI
);
server.on(
"/api/history",
handleHistory
);
server.begin();
Serial.println(
"Web Server berhasil dijalankan!"
);
Serial.println(
"=============================="
);
}
Pada fungsi loop(), program melakukan pembacaan sensor, menyimpan data ke microSD, menangani permintaan web server, kemudian melakukan jeda sebelum proses berikutnya dijalankan.
bacaSensor();
simpanData();
if (!mqttClient.connected()) {
reconnectMQTT();
}
mqttClient.loop();
kirimKeThingsBoard();
server.handleClient();
delay(1000);
}
3.3 Membuat dan Mengakses Akun ThingsBoard
Langkah-langkah membuat dan mengakses akun thingsboard
1.Membuat akun thingsboard
Tahap pertama adalah membuka situs ThingsBoard Cloud dan melakukan pendaftaran akun menggunakan alamat email serta informasi yang diperlukan agar dapat mengakses platform untuk memantau data IoT.

2.Memilih regional
Setelah akun dibuat, pengguna memilih server regional yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Regional ini digunakan untuk menentukan lokasi server yang akan menjalankan layanan ThingsBoard.

3.Masuk ke dashboard home
Setelah berhasil masuk, pengguna akan diarahkan ke halaman utama atau Home Dashboard. Halaman ini digunakan untuk mengakses berbagai fitur ThingsBoard, termasuk pengelolaan perangkat dan pemantauan data.

4.Menambahkan device baru
Pengguna membuka menu Devices, kemudian menambahkan perangkat baru dengan nama Smart Trash Monitor. Perangkat ini digunakan sebagai tujuan pengiriman data dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud.

5.Memasukkan akses token ke program
Setelah perangkat dibuat, pengguna membuka detail perangkat untuk mendapatkan Access Token. Token tersebut dimasukkan ke dalam konfigurasi MQTT pada program ESP32 sebagai username untuk autentikasi koneksi ke ThingsBoard.

6.Melihat hasil program pada latest telemetry
Setelah program dijalankan di Wokwi dan koneksi MQTT berhasil, pengguna membuka perangkat Smart Trash Monitor dan memilih bagian Latest Telemetry. Pada bagian ini, data distance, status, dan level akan ditampilkan sesuai dengan hasil pembacaan sensor dan data yang dikirimkan oleh ESP32.

3.4 Menggunakan Device Smart Trash Monitor
Pada tahap ini, digunakan device Smart Trash Monitor yang telah dibuat sebelumnya pada ThingsBoard Cloud. Device tersebut dipilih melalui menu Devices dan digunakan sebagai tujuan pengiriman data dari ESP32. Dengan menggunakan device yang sudah tersedia, proses pembuatan perangkat baru tidak perlu dilakukan kembali, sehingga pengerjaan dapat dilanjutkan ke tahap pengaturan koneksi MQTT.
3.5 Mengatur Koneksi MQTT
Komunikasi antara ESP32 dan ThingsBoard dilakukan menggunakan protokol MQTT. Konfigurasi koneksi menggunakan server mqtt.eu.thingsboard.cloud dengan port 1883. Access Token digunakan sebagai username, sedangkan password dibiarkan kosong sesuai konfigurasi koneksi device. Data telemetry dikirimkan melalui topik v1/devices/me/telemetry.
Data yang dikirimkan disusun dalam format JSON yang berisi tiga variabel, yaitu distance, status, dan level. Variabel distance menunjukkan jarak hasil pengukuran sensor dalam sentimeter, status menunjukkan kondisi tempat sampah, sedangkan level menunjukkan persentase keterisian. Format tersebut digunakan agar ThingsBoard dapat mengenali dan menyimpan setiap nilai sebagai data telemetri perangkat.
3.6 Mengintegrasikan MQTT ke Program ESP32
Agar ESP32 dapat berkomunikasi dengan ThingsBoard, program menambahkan library PubSubClient yang mendukung koneksi MQTT. Program juga dilengkapi dengan konfigurasi server, port, Access Token, serta fungsi untuk menghubungkan perangkat dan mengirimkan data sensor. Setelah koneksi Wi-Fi tersedia, ESP32 menghubungkan diri ke server MQTT dan mengirimkan data telemetri sesuai dengan hasil pembacaan sensor.
Integrasi ini melengkapi fungsi Smart Trash Monitor yang sebelumnya telah memiliki sensor, LED, microSD, dan web server lokal. Dengan adanya MQTT, data yang diperoleh dari sensor dapat dikirimkan ke ThingsBoard sehingga hasil monitoring tersedia melalui dashboard cloud selain melalui web lokal.
3.7 Pembuatan Dashboard
Langkah-langkah membuat dashboard pada thingsboard
1.Buka menu Dashboards, lalu pilih Add Dashboard untuk membuat dashboard baru.

2.Masukkan nama dashboard, yaitu Smart Trash Monitor Dashboard, lalu simpan.
3.Buka dashboard yang telah dibuat, lalu masuk ke mode edit untuk menambahkan widget.
4.Pilih widget yang tersedia sesuai kebutuhan monitoring. Widget alarm ditambahkan untuk menampilkan informasi alarm ketika kondisi tempat sampah mencapai batas penuh.

5.Atur sumber data atau perangkat (device) yang digunakan, yaitu Smart Trash Monitor, agar dashboard terhubung dengan data perangkat.
6.Simpan konfigurasi dashboard dan buka kembali tampilan dashboard untuk memastikan widget telah ditambahkan.

8.Pembuatan Alarm
Langkah-langkah membuat alarm pada thingsboard
1.Buka menu Rule Chains pada ThingsBoard Cloud, kemudian pilih Rule Chain yang digunakan, yaitu Smart Trash Rule Chain (Root).

2.Pastikan data telemetry perangkat berhasil masuk ke Rule Chain melalui node Save Time Series.
3.Tambahkan node Script Filter dan beri nama Cek Level Sampah.

4.Masukkan script untuk memeriksa tingkat keterisian tempat sampah:
5.Hubungkan keluaran True dari Script Filter ke node Create Alarm, sedangkan keluaran False dihubungkan ke node Clear Alarm.

6.Konfigurasikan node Create Alarm dengan jenis alarm Tempat Sampah Penuh dan tingkat keparahan (severity) Major.

7.Simpan konfigurasi Rule Chain dan pastikan setiap node telah terhubung sesuai alur yang ditentukan.
8.Lakukan pengujian dengan mengirimkan data telemetri yang memiliki nilai level sebesar 100. Periksa menu Alarms untuk memastikan alarm Tempat Sampah Penuh muncul.
9.Uji kembali menggunakan nilai level di bawah 100 untuk memeriksa apakah alur Clear Alarm berjalan sesuai konfigurasi.

3.9 Konfigurasi Notifikasi Email
Langkah-langkah konfigurasi notifikasi email pada thingsboard
1.Buka ThingsBoard Cloud, kemudian masuk ke menu Notification Center.

2.Buka bagian konfigurasi penerima notifikasi (recipients) dan tambahkan penerima yang akan memperoleh pemberitahuan melalui email.

3.Masukkan informasi penerima sesuai kebutuhan, termasuk alamat email yang akan digunakan untuk menerima notifikasi.
4.Buat atau pilih template notifikasi yang digunakan untuk mengirimkan informasi mengenai alarm tempat sampah penuh.

5.Atur isi template agar memuat informasi yang relevan, seperti jenis alarm Tempat Sampah Penuh, status tempat sampah, tingkat keterisian, dan informasi jarak apabila tersedia pada data alarm.

6.Buat aturan notifikasi (notification rule) untuk menentukan kondisi yang memicu pengiriman email. Aturan tersebut disesuaikan dengan alarm yang dihasilkan oleh Smart Trash Monitor.

7.Hubungkan aturan notifikasi dengan penerima dan template email yang telah dikonfigurasi.
8.Simpan konfigurasi notifikasi dan pastikan aturan yang dibuat telah aktif.
9.Lakukan pengujian dengan membuat kondisi tempat sampah penuh, yaitu ketika nilai level mencapai 100%.
10.Periksa menu alarm dan kotak masuk email penerima untuk memastikan alarm tercatat dan email notifikasi diterima. Jika email belum diterima, periksa kembali konfigurasi penerima, template, aturan notifikasi, serta status pengiriman notifikasi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian, sistem Smart Trash Monitor berbasis ESP32 berhasil digunakan untuk memantau tingkat kepenuhan tempat sampah menggunakan sensor HC-SR04. Sistem dapat menentukan kondisi KOSONG, TERISI SEDANG, dan PENUH, mengendalikan indikator LED, menyimpan data ke microSD, serta menampilkan informasi melalui web server lokal.
Pengembangan sistem juga dilakukan dengan mengintegrasikan ESP32 ke ThingsBoard Cloud melalui MQTT. Data telemetry dapat diterima pada Latest Telemetry, sedangkan Rule Chain digunakan untuk membuat dan membersihkan alarm berdasarkan tingkat kepenuhan tempat sampah. Dashboard digunakan untuk memantau alarm, dan konfigurasi notifikasi email ditambahkan sebagai sarana pemberitahuan. Dengan demikian, proyek ini menunjukkan penerapan IoT yang menggabungkan pemantauan lokal dan platform cloud.
4.2 Saran
Sistem Smart Trash Monitor dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan pengukuran tingkat kepenuhan yang lebih detail, menyempurnakan tampilan dashboard, dan melakukan pengujian notifikasi email pada berbagai kondisi. Pada implementasi perangkat keras nyata, sistem juga perlu diuji menggunakan sensor dan jaringan yang sebenarnya agar keandalan pembacaan, pengiriman data, dan notifikasi dapat diketahui dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Arduino. (n.d.). Arduino Reference – Digital I/O and Serial Communication. https://www.arduino.cc/reference/en/
Espressif. (n.d.). ESP32 Arduino Core Documentation. https://docs.espressif.com/projects/arduino-esp32/en/latest/
PlatformIO. (n.d.). PlatformIO Documentation. https://docs.platformio.org/
Wokwi. (n.d.). Wokwi Documentation – ESP32 and MicroSD Card Simulation. https://docs.wokwi.com/
Shvaika, D. I., Shvaika, A. I., & Artemchuk, V. O. (2024). Advancing IoT Interoperability: Dynamic Data Serialization Using ThingsBoard. https://acnsci.org/journal/index.php/jec/article/view/745
Bruno, A. (2023). A Systematic Mapping Study about IoT Platforms. https://www.mdpi.com/2673-4591/56/1/226
LAMPIRAN




Video Demo: https://drive.google.com/file/d/1f22vNfl0kHSJRxgIeq9S2QoCwxiE32Vk/view?usp=sharing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar