Disusun Oleh:
| Fatkhur Rozaq | (24051204026) |
| Ahmad Arkanul Falah Al Khalimi | (24051204033) |
| Abdan Isa Ghaffara | (24051204235) |
| Muhammad Naufal Muzaky | (24051204233) |
| Orlinezar Raveda Ar-Rizky | (24051204222) |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ruang server merupakan tempat penyimpanan perangkat penting seperti server, switch, dan perangkat jaringan yang bekerja selama 24 jam. Perangkat tersebut menghasilkan panas sehingga suhu ruangan perlu dijaga agar tetap berada pada rentang aman. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan kinerja perangkat, mempercepat kerusakan komponen, bahkan menyebabkan sistem mati secara tiba-tiba. Pedoman yang banyak dirujuk pada lingkungan pusat data menyarankan suhu udara masuk perangkat berada sekitar 18–27 °C.
Pemantauan suhu secara manual tidak efektif karena petugas tidak selalu berada di dekat ruang server. Oleh karena itu diperlukan sistem monitoring otomatis yang mampu membaca suhu secara berkala dan menampilkan datanya dari jarak jauh. Teknologi Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.
ESP32 merupakan mikrokontroler dengan konektivitas Wi-Fi sehingga sesuai digunakan sebagai node IoT. Sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembapan. Data kemudian dikirim menggunakan protokol MQTT, yaitu protokol komunikasi publish/subscribe yang ringan dan banyak digunakan pada perangkat IoT. Data diterima oleh ThingsBoard, yaitu platform IoT yang menyediakan penyimpanan data, dashboard visualisasi, dan fitur alarm.
Pada proyek ini dibuat sistem monitoring suhu ruang server yang disimulasikan menggunakan Wokwi. ESP32 membaca suhu dan kelembapan dari sensor DHT22, menampilkannya pada Serial Monitor, dan mengirimkannya ke ThingsBoard melalui MQTT setiap lima detik. Data yang diterima ditampilkan pada dashboard ThingsBoard dalam bentuk gauge dan grafik. Selain itu, alarm dibuat melalui rule chain ThingsBoard dan notifikasi dikirim ke email apabila nilai sensor melewati batas. Penggunaan Wokwi memungkinkan perancangan rangkaian, pemrograman, dan pengujian dilakukan tanpa perangkat keras secara langsung.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah:
1.Bagaimana merancang sistem monitoring suhu ruang server berbasis ESP32?
2.Bagaimana membaca suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT22 dan library DHTesp?
3.Bagaimana menghubungkan ESP32 ke jaringan Wi-Fi dan broker MQTT ThingsBoard?
4.Bagaimana mengirim data sensor dalam format JSON ke ThingsBoard menggunakan protokol MQTT?
5.Bagaimana membuat device dan dashboard visualisasi pada ThingsBoard
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah:
1.Mengetahui proses perancangan sistem monitoring suhu ruang server berbasis ESP32.
2.Memahami penggunaan sensor DHT22 dan library DHTesp untuk membaca suhu dan kelembapan.
3.Memahami cara menghubungkan ESP32 ke Wi-Fi dan broker MQTT ThingsBoard.
4.Memahami cara kerja protokol MQTT dan pengiriman telemetri ke ThingsBoard.
5.Mengetahui proses pembuatan device, access token, dan dashboard pada ThingsBoard.
6.Mengetahui proses simulasi dan pengujian sistem menggunakan Wokwi.
7.Mengetahui proses pembuatan rule chain untuk mengklasifikasikan kondisi sensor dan membuat alarm pada dashboard ThingsBoard.
8.Mengetahui cara mengirim notifikasi alarm ke email menggunakan rule chain ThingsBoard.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari penulisan laporan proyek ini adalah sebagai berikut:
1.Bagi mahasiswa, menambah pengetahuan mengenai ESP32, sensor DHT22, MQTT, dan ThingsBoard.
2.Bagi proses pembelajaran, membantu memahami alur data IoT mulai dari sensor, jaringan, hingga visualisasi pada dashboard.
3.Bagi pengembangan keterampilan, melatih kemampuan merancang rangkaian, membuat program, mengonfigurasi platform IoT, dan menguji sistem.
4.Bagi pengembangan sistem, proyek dapat menjadi dasar untuk membangun sistem monitoring ruang server yang lebih lengkap, misalnya dengan notifikasi ke aplikasi pesan dan kontrol pendingin ruangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Ruang Server dan Suhu Operasional
Ruang server harus dijaga pada suhu dan kelembapan yang sesuai agar perangkat dapat bekerja stabil. Pedoman ASHRAE TC 9.9 untuk lingkungan pengolahan data menyarankan rentang suhu sekitar 18–27 °C. Pada proyek ini batas suhu dibuat sederhana, yaitu suhu sampai 27 °C dianggap normal, di atas 27 °C sampai 30 °C waspada, dan di atas 30 °C bahaya. Batas tersebut diterapkan pada dashboard ThingsBoard dan dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing ruang server.
2.1.2 ESP32
ESP32 merupakan mikrokontroler yang memiliki banyak GPIO serta mendukung konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth. Pada proyek ini ESP32 berperan sebagai pusat kendali yang membaca sensor DHT22, terhubung ke jaringan Wi-Fi, dan mengirim data ke ThingsBoard.
2.1.3 Sensor DHT22
DHT22 merupakan sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembapan udara. Sensor mengirim data melalui satu pin data sehingga mudah dihubungkan ke mikrokontroler. Pada proyek ini pin data DHT22 dihubungkan ke GPIO 15 ESP32. Sensor tidak disarankan dibaca lebih cepat dari sekali setiap dua detik, sehingga program membaca sensor setiap lima detik.
2.1.4 Library DHTesp dan PubSubClient
DHTesp (DHT sensor library for ESPx) merupakan library yang digunakan untuk membaca sensor DHT pada ESP32. Pembacaan suhu dan kelembapan dilakukan melalui fungsi getTempAndHumidity() yang mengembalikan kedua nilai sekaligus. PubSubClient merupakan library yang digunakan untuk komunikasi MQTT, yaitu menghubungkan ESP32 ke broker dan mengirim pesan ke sebuah topic.
2.1.5 MQTT
MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) merupakan protokol komunikasi berbasis model publish/subscribe yang ringan sehingga sesuai untuk perangkat dengan sumber daya terbatas. Pada model ini, perangkat tidak berkomunikasi langsung satu sama lain, tetapi melalui perantara yang disebut broker. Perangkat pengirim melakukan publish pesan ke sebuah topic, sedangkan perangkat atau layanan lain yang melakukan subscribe pada topic tersebut akan menerima pesan.
ThingsBoard menyediakan broker MQTT bawaan. Perangkat terhubung ke broker pada port 1883 (tanpa enkripsi) atau 8883 (menggunakan TLS) dengan access token device sebagai username dan password dikosongkan. Data telemetri dikirim dalam format JSON ke topic v1/devices/me/telemetry.
2.1.6 ThingsBoard
ThingsBoard merupakan platform IoT yang digunakan untuk mengelola perangkat, menyimpan data telemetri, membuat dashboard visualisasi, dan membuat aturan alarm. Setiap perangkat didaftarkan sebagai device dan memiliki credential berupa access token. Data yang dikirim perangkat disimpan sebagai telemetri dan dapat ditampilkan menggunakan widget seperti gauge, grafik garis, dan kartu nilai terakhir.
2.1.7 Wokwi
Wokwi merupakan simulator online untuk berbagai mikrokontroler, termasuk ESP32. Wokwi menyediakan jaringan Wi-Fi simulasi bernama Wokwi-GUEST sehingga program ESP32 dapat terhubung ke internet tanpa perangkat keras. Dengan fitur tersebut, ESP32 pada simulasi dapat mengirim data ke ThingsBoard Cloud. Pada simulasi, nilai suhu dan kelembapan DHT22 dapat diubah menggunakan slider sehingga berbagai kondisi ruangan dapat diuji.
2.1.8 Rule Chain dan Alarm ThingsBoard
Rule chain merupakan fitur ThingsBoard untuk memproses pesan data dari perangkat menggunakan rangkaian node yang disusun secara visual dengan cara drag and drop. Setiap node memiliki fungsi tertentu, misalnya node filter untuk memeriksa kondisi data, node action untuk membuat atau menghapus alarm, node transformation untuk menyusun pesan email, dan node external untuk mengirim email. Node dihubungkan oleh relasi seperti Success atau nama kondisi tertentu yang menentukan arah pesan berikutnya.
Kondisi pada node dapat ditulis menggunakan ThingsBoard Expression Language (TBEL) atau JavaScript. Alarm pada ThingsBoard memiliki tingkat keparahan (severity), antara lain critical, major, dan minor, serta ditampilkan pada widget alarm di dashboard. Alarm yang kondisinya telah kembali normal dapat dihapus statusnya melalui proses clear alarm.
2.2 Komponen
| No. | Komponen | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|---|
| 1 | ESP32 DevKit | 1 | Mikrokontroler dan konektivitas Wi-Fi |
| 2 | Sensor DHT22 | 1 | Membaca suhu dan kelembapan |
| 3 | ThingsBoard Cloud | 1 akun | Broker MQTT dan dashboard |
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Perancangan Sistem
Sistem terdiri dari ESP32 yang membaca sensor DHT22, kemudian mengirim data ke broker MQTT ThingsBoard Cloud melalui Wi-Fi. Data yang diterima disimpan pada device di ThingsBoard dan ditampilkan pada dashboard. Alur sistem ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Koneksi pin pada rangkaian Wokwi ditunjukkan pada tabel berikut.
| No. | Pin DHT22 | Pin ESP32 | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | VCC | 3V3 | Catu daya sensor |
| 2 | GND | GND | Ground sensor |
| 3 | SDA | GPIO 15 | Data suhu dan kelembapan |
Data dikirim setiap lima detik dalam format JSON ke topic v1/devices/me/telemetry. Contoh data yang dikirim:
"temperature": 31.5,
"humidity": 55.0
}
Batas suhu ruang server tidak ditentukan pada program ESP32, tetapi pada dashboard ThingsBoard sehingga dapat diubah tanpa mengubah program. Batas yang digunakan ditunjukkan pada tabel berikut.
| No. | Suhu (°C) | Kondisi | Warna pada Dashboard |
|---|---|---|---|
| 1 | ≤ 27 | Normal | Hijau |
| 2 | > 27 sampai 30 | Waspada | Kuning |
| 3 | > 30 | Bahaya | Merah |
3.2 Konfigurasi ThingsBoard
Konfigurasi pada ThingsBoard Cloud dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
1.Membuat akun dan masuk ke ThingsBoard Cloud.
2.Membuat device baru melalui menu Entities > Devices.
3.Menyalin access token device. Token ini digunakan ESP32 sebagai username MQTT, sedangkan password dikosongkan.
4.Menjalankan simulasi dan memeriksa tab Latest telemetry pada device untuk memastikan data telah diterima.
5.Membuat dashboard dengan widget gauge suhu, gauge kelembapan, dan grafik suhu terhadap waktu.
6.Membuat rule chain baru bernama Wokwi_DHT_Alarm, kemudian menyusun node Input, switch, create alarm, dan clear alarm.
7.Menuliskan fungsi pada node switch menggunakan TBEL/JavaScript untuk menentukan tingkat keparahan alarm, lalu mengujinya dengan tombol Test.
8.Menambahkan node to email dan send email pada rule chain, kemudian mengisi subject dan body email.
Langkah konfigurasi yang lebih rinci dijelaskan pada dokumen tutorial yang menyertai laporan ini.
3.3 Program
Program sistem terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu deklarasi dan konfigurasi, koneksi Wi-Fi, koneksi MQTT, serta program utama yang membaca sensor dan mengirim data.
3.3.1 Deklarasi dan Konfigurasi
#include <WiFi.h>
// untuk mengirim data ke broker MQTT
#include <PubSubClient.h>
// untuk membaca sensor DHT22
#include <DHTesp.h>
// pin data sensor DHT22
const int DHT_PIN = 15;
DHTesp dht;
// konfigurasi WiFi (jaringan simulasi Wokwi)
const char* ssid = "Wokwi-GUEST";
const char* password = "";
// konfigurasi MQTT ThingsBoard
const char* mqtt_server = "mqtt.thingsboard.cloud"; // akun EU: mqtt.eu.thingsboard.cloud
const char* mqtt_clid = "esp32_ruang_server"; // bebas
const char* mqtt_user = "ISI_ACCESS_TOKEN_DEVICE"; // access token device
const char* mqtt_pass = ""; // kosongkan
const char* mqtt_topic = "v1/devices/me/telemetry"; // biarkan
const unsigned long INTERVAL_KIRIM = 5000; // 5 detik
WiFiClient espClient;
PubSubClient client(espClient);
unsigned long lastMsg = 0;
Bagian ini memuat library WiFi, PubSubClient, dan DHTesp, mendefinisikan pin sensor, serta menyimpan konfigurasi Wi-Fi dan MQTT. Variabel mqtt_user diisi dengan access token device pada ThingsBoard, sedangkan mqtt_pass dikosongkan. Variabel mqtt_server harus sesuai dengan region akun ThingsBoard.
3.3.2 Koneksi Wi-Fi
void setup_wifi() {
delay(10);
Serial.println();
Serial.print("Connecting to ");
Serial.println(ssid);
WiFi.mode(WIFI_STA);
WiFi.begin(ssid, password, 6);
while (WiFi.status() != WL_CONNECTED) {
delay(500);
Serial.print(".");
}
Serial.println("");
Serial.println("WiFi connected");
Serial.print("IP address: ");
Serial.println(WiFi.localIP());
}
Fungsi setup_wifi() menghubungkan ESP32 ke jaringan Wokwi-GUEST dengan mode station. Program menampilkan titik pada Serial Monitor selama proses koneksi berlangsung, kemudian menampilkan alamat IP setelah terhubung.
3.3.3 Koneksi MQTT
void reconnect() {
while (!client.connected()) {
Serial.print("Menghubungkan ke ThingsBoard... ");
// username = access token, password kosong
if (client.connect(mqtt_clid, mqtt_user, mqtt_pass)) {
Serial.println("terhubung");
} else {
Serial.print("gagal, rc=");
Serial.print(client.state());
Serial.println(" - coba lagi 3 detik");
delay(3000);
}
}
}
Fungsi reconnect() menjaga koneksi ke broker ThingsBoard. Selama koneksi belum tersambung, program mencoba menghubungkan ESP32 menggunakan client ID, username berupa access token, dan password kosong. Apabila gagal, program menampilkan kode kesalahan melalui client.state() kemudian mencoba lagi setelah tiga detik.
3.3.4 Program Utama
Serial.begin(115200);
dht.setup(DHT_PIN, DHTesp::DHT22);
setup_wifi();
client.setServer(mqtt_server, 1883);
}
void loop() {
if (WiFi.status() != WL_CONNECTED) setup_wifi();
if (!client.connected()) reconnect();
client.loop();
unsigned long now = millis();
if (now - lastMsg >= INTERVAL_KIRIM) {
lastMsg = now;
// membaca suhu dan kelembapan
TempAndHumidity data = dht.getTempAndHumidity();
float suhu = data.temperature;
float kelembapan = data.humidity;
if (isnan(suhu) || isnan(kelembapan)) {
Serial.println("Gagal membaca sensor DHT22");
return;
}
Serial.print("Temperature: ");
Serial.println(suhu, 2);
Serial.print("Humidity: ");
Serial.println(kelembapan, 1);
// menyusun data JSON lalu mengirim ke ThingsBoard
char payload[64];
snprintf(payload, sizeof(payload),
"{\"temperature\":%.1f,\"humidity\":%.1f}", suhu, kelembapan);
bool ok = client.publish(mqtt_topic, payload);
Serial.print("Kirim: ");
Serial.print(payload);
Serial.println(ok ? " [OK]" : " [GAGAL]");
}
}
Pada fungsi setup(), program menginisialisasi Serial Monitor, sensor DHT22 pada GPIO 15, koneksi Wi-Fi, dan alamat broker MQTT. Pada fungsi loop(), program memastikan koneksi Wi-Fi dan MQTT tetap aktif. Setiap lima detik program membaca suhu dan kelembapan melalui getTempAndHumidity(), menampilkannya pada Serial Monitor, menyusun data JSON menggunakan snprintf(), lalu mengirimnya dengan client.publish(). Kunci temperature dan humidity digunakan agar sesuai dengan nama data yang umum dipakai pada widget ThingsBoard. Pembacaan waktu menggunakan millis() sehingga program tidak terhenti oleh delay yang panjang.
3.4 Dashboard ThingsBoard
Dashboard dibuat untuk menampilkan kondisi ruang server secara visual. Widget yang digunakan adalah gauge suhu, gauge kelembapan, dan grafik garis suhu terhadap waktu. Warna gauge suhu diatur mengikuti batas suhu pada subbab 3.1, yaitu hijau untuk suhu normal, kuning untuk waspada, dan merah untuk bahaya. Selain itu, aturan alarm dibuat melalui rule chain sebagaimana dijelaskan pada subbab 3.5. Dengan dashboard tersebut, petugas dapat melihat kondisi terkini dan riwayat perubahan suhu dari mana saja melalui browser.
Widget ditambahkan melalui tombol Add widget pada mode edit dashboard, kemudian disimpan dengan tombol Save. Contoh tampilan dashboard ditunjukkan pada Gambar 3.2, yaitu dashboard Wokwi_DHT22 yang memuat widget suhu berbentuk thermometer dengan skala −3 sampai 88 °C serta widget kelembapan yang menampilkan nilai terakhir (82 %) beserta grafik perubahannya.

3.5 Rule Chain dan Alarm
Rule chain digunakan untuk memproses data telemetri yang masuk dan membuat alarm secara otomatis. Pada proyek ini dibuat rule chain bernama Wokwi_DHT_Alarm yang disusun menggunakan node drag and drop. Pesan telemetri masuk melalui node Input, kemudian diteruskan ke node switch bernama setAlarm yang menentukan tingkat keparahan alarm menggunakan fungsi TBEL/JavaScript.
Fungsi pada node switch diuji menggunakan fitur Test script function seperti pada Gambar 3.3. Pesan uji bertipe Post telemetry berisi nilai suhu 47 dan humidity 78. Nilai 47 berada pada rentang di atas 40 sampai 50 sehingga keluaran fungsi adalah minor.

Keluaran fungsi menentukan relasi yang dilalui pesan, yaitu critical, major, minor, atau normal. Relasi critical, major, dan minor masing-masing terhubung ke node create alarm dengan severity yang sesuai, sedangkan relasi normal terhubung ke node clear alarm untuk menghapus alarm ketika kondisi telah kembali normal. Nilai ambang yang digunakan pada contoh pengujian ditunjukkan pada tabel berikut.
| No. | Suhu uji (°C) | Severity | Node pada Rule Chain |
|---|---|---|---|
| 1 | > 40 sampai 50 | Minor | create alarm minor |
| 2 | > 50 sampai 60 | Major | create alarm major |
| 3 | > 60 | Critical | create alarm critical |
| 4 | Di luar rentang di atas | Normal | clear alarm |
Nilai ambang pada tabel tersebut merupakan contoh nilai pengujian dan dapat disesuaikan, misalnya mengikuti batas suhu ruang server pada subbab 3.1, tanpa mengubah program ESP32.
Alarm yang terbentuk ditampilkan pada widget Alarms di dashboard seperti pada Gambar 3.4. Widget tersebut memuat waktu pembuatan (created time), originator, tipe alarm, severity, dan status. Pada contoh, alarm bertipe General Alarm dari device Modul5_Test1 dengan severity Critical memiliki status Cleared Unacknowledged.

3.6 Notifikasi Alarm ke Email
Selain ditampilkan pada dashboard, alarm dapat dikirim ke email agar petugas tetap menerima peringatan walaupun tidak sedang membuka dashboard. Pada rule chain ditambahkan node switch bernama cek kelembaban. Apabila hasil pengecekan adalah critical, pesan diteruskan ke node to email bernama critical, kemudian melalui relasi Success diteruskan ke node send email bernama critical.
Node to email menyusun isi email menggunakan templating, yaitu ${namaKey} untuk mengambil nilai dari metadata dan $[namaKey] untuk mengambil nilai dari pesan. Konfigurasi node to email ditunjukkan pada tabel berikut.
| No. | Kolom | Isi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Subject | PERHATIAN ! ${deviceName} Kelembabannya diatas 90 % | Judul email |
| 2 | Mail body type | Plain text | Format isi email |
| 3 | Body | Harap diperhatikan ! Device: ${deviceName} Kelembabannya saat ini $[kelembaban] % | Isi email |
Hasil konfigurasi dan email yang diterima ditunjukkan pada Gambar 3.5. Ketika kelembapan mencapai 93,5 %, email dengan subjek “PERHATIAN ! Modul5_Test1 Kelembabannya diatas 90 %” diterima pada kotak masuk dengan isi yang memuat nama device dan nilai kelembapan terkini.

3.7 Skenario Pengujian
Pengujian dilakukan dengan mengubah nilai suhu pada sensor DHT22 di Wokwi menggunakan slider dan mengamati Serial Monitor dashboard ThingsBoard, daftar alarm, dan email notifikasi. Skenario pengujian dan hasil yang diharapkan ditunjukkan pada tabel berikut.
| No. | Skenario | Langkah | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|---|
| 1 | Koneksi Wi-Fi dan MQTT | Jalankan simulasi dengan access token yang benar | Serial Monitor menampilkan IP dan pesan terhubung |
| 2 | Pembacaan sensor | Jalankan simulasi dan amati Serial Monitor | Nilai Temperature dan Humidity tampil setiap 5 detik |
| 3 | Pengiriman data | Buka Latest telemetry pada device | Nilai temperature dan humidity terbarui |
| 4 | Suhu normal | Atur suhu DHT22 ke 24 °C | Gauge dan grafik menunjukkan 24 °C berwarna hijau |
| 5 | Suhu waspada | Atur suhu DHT22 ke 28 °C | Gauge menunjukkan 28 °C berwarna kuning |
| 6 | Suhu bahaya | Atur suhu DHT22 ke 33 °C | Gauge menunjukkan 33 °C berwarna merah |
| 7 | Access token salah | Ubah mqtt_user dengan nilai acak | Koneksi gagal, Serial Monitor menampilkan rc=5 |
| 8 | Pengujian fungsi switch | Masukkan data uji suhu 47 pada Test script function | Keluaran fungsi berupa minor |
| 9 | Alarm pada dashboard | Kirim data suhu yang melewati ambang critical | Alarm severity Critical tampil pada widget Alarms |
| 10 | Notifikasi email | Kirim data kelembapan di atas 90 % | Email peringatan diterima pada kotak masuk |
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian, sistem monitoring suhu ruang server berbasis ESP32 dapat dirancang dan disimulasikan menggunakan Wokwi. Sensor DHT22 dapat digunakan untuk membaca suhu dan kelembapan melalui library DHTesp, kemudian nilainya ditampilkan pada Serial Monitor setiap lima detik.
ESP32 juga berhasil mengirim data telemetri ke ThingsBoard menggunakan protokol MQTT dengan access token sebagai username dan password kosong. Data yang diterima dapat ditampilkan pada dashboard dalam bentuk gauge dan grafik sehingga kondisi ruang server dapat dipantau dari jarak jauh. Dengan demikian, proyek ini menunjukkan penerapan konsep IoT melalui integrasi sensor, mikrokontroler, protokol MQTT, dan platform visualisasi dalam satu sistem monitoring.
Selain itu, rule chain pada ThingsBoard dapat digunakan untuk membuat alarm secara otomatis berdasarkan nilai sensor. Alarm dengan tingkat keparahan minor, major, dan critical dapat ditampilkan pada dashboard, dan notifikasi peringatan dapat dikirim ke email ketika nilai kelembapan melewati batas sehingga petugas mengetahui kondisi ruang server tanpa harus membuka dashboard.
4.2 Saran
1.Pengiriman data dapat menggunakan MQTT over TLS (port 8883) agar data terenkripsi.
2.Notifikasi alarm dapat dikembangkan ke aplikasi pesan, dan notifikasi email dapat diterapkan pula pada kondisi suhu yang melewati batas.
3.Dapat ditambahkan indikator lokal seperti LED dan buzzer agar kondisi ruangan dapat diketahui tanpa membuka dashboard.
4.Dapat ditambahkan kontrol perangkat pendingin atau kipas melalui fitur RPC ThingsBoard.
5.Dapat ditambahkan sensor lain seperti sensor asap, sensor kebocoran air, atau sensor pintu untuk monitoring yang lebih lengkap.
6.Pada implementasi perangkat keras nyata, sensor perlu ditempatkan pada titik yang mewakili suhu udara masuk perangkat dan kabel harus diperhatikan agar pembacaan stabil.
DAFTAR PUSTAKA
ASHRAE Technical Committee 9.9. (2021). Thermal guidelines for data processing environments (5th ed.). ASHRAE.
Beegee-Tokyo. (n.d.). DHTesp – DHT sensor library for ESPx. https://github.com/beegee-tokyo/DHTesp
Espressif. (n.d.). ESP32 Arduino Core Documentation. https://docs.espressif.com/projects/arduino-esp32/en/latest/
MQTT.org. (n.d.). MQTT: The standard for IoT messaging. https://mqtt.org/
O'Leary, N. (n.d.). PubSubClient – MQTT client library for Arduino. https://pubsubclient.knolleary.net/
ThingsBoard. (n.d.). MQTT Device API Reference. https://thingsboard.io/docs/paas/reference/mqtt-api/
Wokwi. (n.d.). Wokwi Documentation – ESP32 Wi-Fi. https://docs.wokwi.com/guides/esp32-wifi
LAMPIRAN




Video Demo:
https://drive.google.com/file/d/1b6rkGrgaczQNLg2ua_tgCe_sOQuylSfa/view
Tidak ada komentar:
Posting Komentar