LAPORAN PRAKTIKUM
IMPLEMENTASI SMART LIGHTING BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SENSOR LDR, MQTT, WOKWI, DAN THINGSBOARD
Disusun
oleh :
Fandy
Fernanda Yapari 24051204227
Tri
Rianto Utomo 24051204104
Rochmad
Balya Imron Khan 24051204179
Sulthan Hamdani Sahvirdan 24051204129
Muhammad Ai-bee Tazkyan Najwa 24051204212
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan Internet of Things
(IoT) membuat berbagai perangkat elektronik dapat saling terhubung melalui
jaringan internet. Data yang diperoleh dari sensor tidak hanya dapat digunakan
untuk mengendalikan perangkat secara langsung, tetapi juga dapat dikirim dan
dipantau melalui platform IoT. Penerapan seperti ini banyak digunakan pada
sistem rumah pintar, monitoring lingkungan, otomasi lampu, keamanan, dan
berbagai sistem lainnya.
Salah satu penerapan IoT yang cukup
sederhana adalah smart lighting atau sistem pencahayaan pintar. Pada sistem
pencahayaan biasa, lampu masih sering dikendalikan secara manual menggunakan
sakelar. Cara tersebut membuat pengguna harus menyalakan dan mematikan lampu
sendiri sesuai kondisi lingkungan. Dengan memanfaatkan sensor cahaya, proses
tersebut dapat dibuat lebih otomatis karena sistem dapat menentukan kondisi
lampu berdasarkan cahaya yang diterima sensor. Penelitian mengenai smart
lighting juga menunjukkan bahwa ESP32 dan sensor LDR dapat digunakan untuk
mengatur lampu berdasarkan kondisi cahaya lingkungan sehingga pengoperasian
lampu menjadi lebih otomatis (Natasya & Santoso, 2023).
Pada praktikum ini dibuat sebuah
sistem Smart Lighting berbasis ESP32. Sensor LDR digunakan untuk membaca
perubahan kondisi cahaya, sedangkan ESP32 digunakan sebagai pusat pengolahan
data. Jika nilai pembacaan sensor berada di bawah batas yang telah ditentukan,
ESP32 akan menyalakan LED sebagai indikator kondisi gelap. Sebaliknya, jika
nilai pembacaan berada di atas batas tersebut, LED akan dimatikan.
Selain mengendalikan LED, sistem
juga dikembangkan menggunakan konsep IoT. Data pembacaan sensor dikirim dari
ESP32 melalui jaringan Wi-Fi menggunakan protokol MQTT menuju platform
ThingsBoard. MQTT banyak digunakan dalam sistem IoT karena dapat digunakan
untuk pertukaran pesan antara perangkat dan server. Penelitian Guo et al.
(2022) juga menunjukkan penggunaan MQTT dalam sistem IoT untuk menghubungkan
perangkat dan sistem monitoring.
Dalam praktikum ini, proses
perancangan dan pengujian dilakukan menggunakan Wokwi sehingga rangkaian dapat
dibuat dan diuji secara virtual tanpa harus menggunakan komponen fisik. Wokwi
menyediakan jaringan Wi-Fi virtual bernama Wokwi-GUEST yang dapat digunakan
oleh ESP32 dalam simulasi untuk mengakses layanan internet seperti MQTT.
Berdasarkan hal tersebut, dibuatlah
sistem Smart Lighting sederhana menggunakan ESP32, sensor LDR, LED, MQTT,
Wokwi, dan ThingsBoard. Sistem ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
mengenai proses pembacaan sensor, pengendalian output, komunikasi melalui
jaringan, serta pengiriman data sensor ke platform IoT.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah
dalam praktikum ini adalah:
- Bagaimana membuat sistem Smart Lighting
sederhana menggunakan ESP32 dan sensor LDR?
- Bagaimana ESP32 membaca nilai dari sensor
LDR?
- Bagaimana menentukan kondisi LED berdasarkan
nilai pembacaan sensor?
- Bagaimana menghubungkan ESP32 ke jaringan
Wi-Fi pada simulasi Wokwi?
- Bagaimana mengirimkan data sensor dari ESP32
ke ThingsBoard menggunakan MQTT?
- Bagaimana memastikan data sensor berhasil diterima oleh ThingsBoard?
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah:
- Memahami konsep dasar penerapan IoT pada
sistem pencahayaan.
- Mengetahui cara menggunakan ESP32 sebagai
mikrokontroler pada sistem IoT.
- Mengetahui cara membaca data sensor LDR
menggunakan ESP32.
- Membuat sistem otomatis yang dapat
menghidupkan dan mematikan LED berdasarkan kondisi cahaya.
- Memahami penggunaan MQTT sebagai protokol
komunikasi pada sistem IoT.
- Memahami proses pengiriman data sensor dari
Wokwi ke ThingsBoard.
- Melakukan pengujian dan memastikan data sensor berhasil masuk ke
platform ThingsBoard.
1.4 Manfaat
Manfaat
yang diperoleh dari praktikum ini adalah:
- Menambah pemahaman mengenai penerapan Internet of Things dalam
kehidupan sehari-hari.
- Menambah pemahaman mengenai penggunaan ESP32 sebagai perangkat IoT.
- Mengetahui penggunaan sensor LDR untuk membaca kondisi cahaya.
- Melatih kemampuan membuat sistem otomatis berdasarkan data sensor.
- Memahami cara kerja komunikasi MQTT.
- Mengetahui penggunaan platform ThingsBoard untuk menerima dan memantau
data sensor.
- Melatih
kemampuan melakukan simulasi rangkaian dan pengujian sistem menggunakan
Wokwi.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Internet of Thing
Internet of Things (IoT) merupakan
konsep yang memungkinkan perangkat fisik seperti sensor, mikrokontroler, dan
perangkat elektronik lainnya terhubung melalui jaringan sehingga dapat
mengirim, menerima, dan bertukar data. Dalam sistem IoT, sensor dapat digunakan
untuk mengambil informasi dari lingkungan, kemudian data tersebut diproses dan
dikirimkan ke sistem lain untuk dipantau atau digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan.
Pada sistem Smart Lighting, konsep
IoT digunakan agar data pembacaan sensor cahaya tidak hanya digunakan oleh
ESP32 untuk mengatur LED, tetapi juga dikirim ke platform ThingsBoard sehingga
kondisi sensor dapat dipantau secara lebih terpusat. Penerapan ESP32, sensor
cahaya, dan platform IoT juga telah banyak digunakan pada sistem monitoring dan
otomasi pencahayaan.
2.1.2 ESP32
ESP32 merupakan mikrokontroler yang
memiliki kemampuan pemrosesan dan konektivitas jaringan. ESP32 dilengkapi
dengan Wi-Fi dan Bluetooth sehingga banyak digunakan untuk membuat berbagai
aplikasi IoT. Espressif menjelaskan bahwa ESP32 memiliki Wi-Fi 2,4 GHz,
Bluetooth, prosesor Xtensa 32-bit, serta berbagai peripheral yang mendukung
berbagai aplikasi termasuk sistem IoT dan smart home. Espressif Systems
Pada proyek ini, ESP32 berfungsi
sebagai pusat kendali. ESP32 menerima data dari sensor LDR, melakukan proses
berdasarkan batas nilai yang telah ditentukan, mengendalikan LED, kemudian
mengirimkan data pembacaan sensor ke ThingsBoard menggunakan koneksi Wi-Fi dan
MQTT.
2.1.3 Sensor LDR
Light Dependent Resistor (LDR) merupakan sensor yang nilai resistansinya dipengaruhi
oleh cahaya yang diterima. Perubahan cahaya pada permukaan LDR menyebabkan
perubahan karakteristik listrik sensor. Semakin besar cahaya yang diterima,
nilai resistansi LDR cenderung berubah menjadi lebih kecil, sedangkan ketika
cahaya berkurang nilai resistansinya menjadi lebih besar (Saputra et al.,
2023). ResearchGate
LDR banyak digunakan pada sistem
lampu otomatis karena dapat digunakan untuk membedakan kondisi terang dan
gelap. Penelitian mengenai sistem pencahayaan otomatis juga menunjukkan bahwa
sensor LDR dapat digunakan untuk mengatur lampu secara otomatis berdasarkan
kondisi cahaya yang diterima sensor (Nurhayati & Maisura, 2021). Jurnal
Ar-Raniry
Pada proyek ini digunakan modul
sensor LDR yang memiliki keluaran analog AO. Nilai analog tersebut
dibaca oleh ESP32 melalui pin GPIO 34.
Catatan: nilai seperti 1001 atau 2683 pada proyek ini
merupakan nilai pembacaan analog/ADC dari simulasi, bukan nilai intensitas
cahaya dalam satuan lux. Agar dapat dinyatakan dalam lux, sensor perlu
dikalibrasi terlebih dahulu dengan alat ukur seperti lux meter.
2.1.4 LED
LED atau Light Emitting Diode
merupakan komponen elektronik yang menghasilkan cahaya ketika dialiri arus
listrik. Dalam sistem ini, LED digunakan sebagai indikator sederhana untuk
menunjukkan kondisi pencahayaan.
LED akan:
·
Menyala ketika kondisi dianggap
gelap.
·
Mati ketika kondisi dianggap
terang.
Penggunaan LED sebagai indikator
merupakan cara yang sederhana untuk melihat apakah logika program telah bekerja
sesuai dengan kondisi sensor.
2.1.5 Resistor
Resistor merupakan komponen yang
digunakan untuk memberikan hambatan pada aliran arus listrik. Pada rangkaian
LED, resistor dipasang secara seri dengan LED untuk membatasi arus sehingga LED
tidak menerima arus secara berlebihan.
Pada proyek ini digunakan resistor
sekitar 220 Ω yang dipasang antara GPIO ESP32 dan LED.
2.1.6 MQTT
MQTT (Message Queuing Telemetry
Transport) merupakan protokol komunikasi yang banyak digunakan dalam sistem IoT
untuk pertukaran data antara perangkat dan server. MQTT menggunakan konsep
publish dan subscribe sehingga perangkat dapat mengirimkan pesan ke suatu topic
dan server atau perangkat lain dapat menerima pesan dari topic tersebut.
Dalam proyek ini ESP32 bertindak
sebagai perangkat yang mengirimkan data sensor ke ThingsBoard. Data dikirim
melalui topic:
v1/devices/me/telemetry
ThingsBoard mendukung pengiriman
data telemetry melalui topic tersebut dalam bentuk pasangan key-value seperti
JSON. ThingsBoard
Contoh data yang dikirim pada
proyek ini adalah:
{"cahaya":2683}
Penelitian Guo et al. (2022) juga
menunjukkan bahwa MQTT dapat digunakan untuk komunikasi dalam sistem IoT dan
pengembangan sistem monitoring berbasis jaringan.
2.1.7 Wokwi
Wokwi merupakan simulator
elektronik berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat dan menguji
rangkaian mikrokontroler secara virtual. Penggunaan simulator sangat membantu
ketika ingin menguji program dan rangkaian sebelum diterapkan pada perangkat fisik.
Pada proyek ini Wokwi digunakan
untuk mensimulasikan ESP32, sensor LDR, LED, dan koneksi jaringan. Wokwi
menyediakan Wi-Fi virtual bernama Wokwi-GUEST yang dapat digunakan ESP32 untuk
terhubung ke internet dalam simulasi.
2.1.8 ThingsBoard
ThingsBoard merupakan platform IoT
yang dapat digunakan untuk menerima, menyimpan, mengolah, dan menampilkan data
dari perangkat IoT. Pada proyek ini ThingsBoard digunakan sebagai tempat
penerimaan data sensor dari ESP32.
ThingsBoard menyediakan mekanisme
komunikasi MQTT dan menggunakan Access Token sebagai salah satu metode
autentikasi perangkat. Access Token digunakan sebagai username MQTT, sedangkan
password tidak diperlukan untuk jenis autentikasi tersebut. ThingsBoard
Data telemetry yang dikirimkan ke
ThingsBoard kemudian dapat dilihat pada bagian Latest telemetry. Data tersebut
nantinya juga dapat digunakan untuk membuat dashboard dan proses otomatisasi
lainnya.
2.2 Komponen yang Digunakan
|
No. |
Komponen |
Jumlah |
Fungsi |
|
1 |
ESP32 |
1 |
Sebagai pusat kendali sistem |
|
2 |
Modul LDR |
1 |
Membaca kondisi cahaya |
|
3 |
LED |
1 |
Indikator kondisi cahaya |
|
4 |
Resistor |
1 |
Membatasi arus LED |
|
5 |
Wokwi |
1 |
Simulator rangkaian dan ESP32 |
|
6 |
ThingsBoard |
1 |
Platform penerima dan monitoring data |
|
7 |
MQTT |
1 |
Protokol pengiriman data |
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan Sistem
Proyek yang dibuat pada praktikum
ini adalah sistem Smart Lighting sederhana. Sistem bekerja dengan membaca
kondisi cahaya menggunakan sensor LDR. Data dari sensor kemudian diproses oleh
ESP32.
Pada program digunakan batas nilai
2000 sebagai pembatas antara kondisi gelap dan terang. Jika nilai pembacaan
sensor kurang dari 2000, sistem menganggap kondisi lingkungan gelap sehingga
LED dinyalakan. Jika nilai pembacaan sama dengan atau lebih dari 2000, sistem
menganggap kondisi cukup terang sehingga LED dimatikan.
Selain mengendalikan LED, nilai
sensor juga dikirim ke ThingsBoard melalui MQTT. Dengan demikian, sistem tidak
hanya bekerja secara lokal, tetapi juga dapat mengirim data ke platform IoT.
Alur
sistem dapat digambarkan sebagai berikut:
Sensor
LDR
↓
Membaca
nilai cahaya
↓
ESP32
↓
Menentukan
kondisi
↓
│
Nilai < 2000 │ → LED ON
│
Nilai ≥ 2000 │ → LED OFF
↓
Wi-Fi
Wokwi-GUEST
↓
MQTT
↓
ThingsBoard
↓
Latest
Telemetry
3.2 Konfigurasi Rangkaian
Rangkaian dibuat menggunakan ESP32,
modul LDR, LED, dan resistor. Modul LDR digunakan sebagai input, sedangkan LED
digunakan sebagai output.
Hubungan
pin yang digunakan adalah:
|
Komponen |
Pin |
ESP32 |
|
LDR |
AO |
GPIO 34 |
|
LDR |
VCC |
3.3V |
|
LDR |
GND |
GND |
|
LED |
Anoda (+) |
GPIO 2 melalui resistor |
|
LED |
Katoda (-) |
GND |
Pin DO pada modul LDR tidak digunakan karena
pada proyek ini kita membutuhkan nilai analog dari sensor melalui pin AO.
Untuk LED, kaki panjang merupakan bagian positif atau
anoda dan dihubungkan menuju GPIO melalui resistor. Kaki pendek merupakan
bagian negatif atau katoda dan dihubungkan ke GND.

Rangkaian Smart Lighting terdiri
dari ESP32 sebagai pusat kendali, modul LDR sebagai sensor cahaya, serta LED
dan resistor sebagai indikator output. Nilai sensor LDR dibaca melalui GPIO 34,
sedangkan LED dikendalikan melalui GPIO 2.
3.3 Pembuatan Device Pada ThingsBoard
Tahap berikutnya adalah membuat
device pada ThingsBoard. Device digunakan sebagai identitas perangkat yang
nantinya menerima data dari ESP32.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut.
- Membuka
ThingsBoard : ThingsBoard Cloud dibuka melalui browser,
kemudian pengguna melakukan login.
Setelah masuk ke halaman utama, pilih menu Devices.
2. Membuat Device : Pada
halaman Devices dipilih pilihan untuk menambahkan device baru. Device kemudian
diberi nama: Smart Lighting Setelah device dibuat, device tersebut
muncul pada daftar Devices.

Device dengan nama Smart Lighting berhasil dibuat pada ThingsBoard. Device ini nantinya digunakan sebagai tujuan pengiriman data dari ESP32.
Pembuatan device dan pengiriman data ke ThingsBoard merupakan bagian dari tahapan praktikum pada Modul 05 halaman 7–9.
3.4 Mengambil Access Token
Setelah device berhasil dibuat,
diperlukan Access Token agar ESP32 dapat dikenali oleh ThingsBoard ketika
melakukan koneksi MQTT.
Pada halaman device dipilih menu
Manage credentials atau tombol Copy access token. Access Token kemudian disalin
dan dimasukkan ke dalam program ESP32.
Access Token tidak ditampilkan pada
laporan untuk menjaga keamanan kredensial perangkat.
ThingsBoard menggunakan Access
Token sebagai username pada koneksi MQTT, sedangkan password dapat dikosongkan.
3.5 Pemrograman ESP32
Setelah rangkaian selesai dibuat,
program dimasukkan ke dalam sketch.ino pada Wokwi.
Program dibuat untuk melakukan
beberapa proses, yaitu:
1. Menghubungkan ESP32 ke Wi-Fi Wokwi.
2. Menghubungkan ESP32 ke MQTT ThingsBoard.
3. Membaca nilai sensor LDR.
4. Mengatur LED berdasarkan nilai sensor.
5. Mengirim data sensor ke ThingsBoard.
6.
Menampilkan informasi proses pada
Serial Monitor.
Program yang digunakan adalah
sebagai berikut:
|
#include <WiFi.h> #include <PubSubClient.h> #define LDR_PIN 34 #define LED_PIN 2 const char* WIFI_SSID = "Wokwi-GUEST"; const char* WIFI_PASSWORD = ""; const char* MQTT_SERVER =
"mqtt.thingsboard.cloud"; const int MQTT_PORT = 1883; const char* ACCESS_TOKEN =
"MASUKKAN_ACCESS_TOKEN_DI_SINI"; WiFiClient espClient; PubSubClient client(espClient); void connectWiFi() { Serial.print("Menghubungkan
WiFi"); WiFi.begin(WIFI_SSID, WIFI_PASSWORD); while (WiFi.status() != WL_CONNECTED) { delay(500); Serial.print("."); } Serial.println(); Serial.println("WiFi
terhubung!"); Serial.print("IP: "); Serial.println(WiFi.localIP()); } void connectMQTT() { while (!client.connected()) { Serial.print("Menghubungkan
MQTT..."); if
(client.connect("ESP32-SmartLighting", ACCESS_TOKEN, ""))
{ Serial.println("berhasil!"); } else { Serial.print("gagal,
kode: "); Serial.println(client.state()); delay(2000); } } } void setup() { Serial.begin(115200); pinMode(LDR_PIN, INPUT); pinMode(LED_PIN, OUTPUT); connectWiFi(); client.setServer(MQTT_SERVER,
MQTT_PORT); connectMQTT(); } void loop() { if (!client.connected()) { connectMQTT(); } client.loop(); int cahaya = analogRead(LDR_PIN); Serial.print("Nilai Cahaya:
"); Serial.println(cahaya); if (cahaya < 2000) { digitalWrite(LED_PIN, HIGH); } else { digitalWrite(LED_PIN, LOW); } String payload =
"{\"cahaya\":" + String(cahaya) + "}"; client.publish( "v1/devices/me/telemetry", payload.c_str() ); Serial.println("Data dikirim ke
ThingsBoard"); delay(2000); } |
Pada program tersebut, analogRead(LDR_PIN) digunakan
untuk membaca nilai analog dari LDR. Nilai tersebut kemudian disimpan pada
variabel cahaya.
Bagian :
if (cahaya < 2000)
digunakan sebagai kondisi untuk menentukan apakah LED
menyala atau mati.
Jika nilai sensor kurang dari 2000:
digitalWrite(LED_PIN, HIGH);
maka LED menyala.
Sedangkan jika nilai sensor sama dengan atau lebih
dari 2000:
digitalWrite(LED_PIN, LOW);
Maka LED dimatikan.
3.6 Pengujian Sensor dan LED
Setelah program dijalankan, sensor LDR diuji dengan
mengubah kondisi pencahayaan pada simulasi Wokwi.
Pada pengujian pertama diperoleh nilai:
Nilai Cahaya: 1848
Nilai tersebut berada di bawah batas 2000.
Karena:
1848 < 2000
maka ESP32 menganggap kondisi sebagai kondisi gelap
dan LED menyala.
Pada
kondisi pertama, sensor menghasilkan nilai pembacaan sebesar 1001. Karena nilai
tersebut lebih kecil dari batas 2000, ESP32 menyalakan LED sebagai indikator
kondisi gelap.
Pada
kondisi pertama, sensor menghasilkan nilai pembacaan sebesar 1001. Karena nilai
tersebut lebih kecil dari batas 2000, ESP32 menyalakan LED sebagai indikator
kondisi gelap.

Pada kondisi pertama, sensor menghasilkan nilai
pembacaan sebesar 1848. Karena nilai tersebut lebih kecil dari batas 2000,
ESP32 menyalakan LED sebagai indikator kondisi gelap.
Selanjutnya dilakukan pengujian dengan meningkatkan
nilai pembacaan sensor. Pada pengujian berikutnya diperoleh:
Nilai Cahaya: 2683
Nilai tersebut berada di atas batas 2000.
Karena :
2683 > 2000
Maka LED dimatikan

Gambar 3.4 Pengujian Kondisi
Terang
Pada kondisi kedua, sensor
menghasilkan nilai 2683. Karena nilai tersebut lebih besar dari batas 2000,
ESP32 mematikan LED sehingga sistem menunjukkan kondisi terang.
3.7 Menghubungkan ESP32 ke WiFi
Agar data dapat dikirim ke ThingsBoard, ESP32 terlebih
dahulu harus terhubung ke jaringan.
Pada simulasi Wokwi digunakan:
WiFi.begin("Wokwi-GUEST", "");
Wokwi menyediakan jaringan virtual Wokwi-GUEST tanpa
password yang dapat digunakan oleh ESP32 untuk mendapatkan akses internet pada
simulasi. Wokwi Docs
Setelah program dijalankan, Serial Monitor
menunjukkan:
Menghubungkan WiFi......
WiFi terhubung!
IP: 10.10.0.2
Hal tersebut menunjukkan bahwa ESP32 berhasil
mendapatkan koneksi jaringan.
3.8 Menghubungkan ESP32 ke MQTT
Setelah Wi-Fi berhasil terhubung, ESP32 kemudian
mencoba melakukan koneksi ke MQTT ThingsBoard.
Pada program digunakan:
const char* MQTT_SERVER =
"mqtt.thingsboard.cloud";
const int MQTT_PORT = 1883;
Access Token device digunakan sebagai username MQTT.
Ketika koneksi berhasil, Serial Monitor menampilkan:
Menghubungkan MQTT...berhasil!

Serial Monitor menunjukkan bahwa ESP32 berhasil
terhubung ke jaringan Wi-Fi dan berhasil melakukan koneksi ke MQTT ThingsBoard.
3.9 Pengiriman Data Sensor ke ThingsBoard
Setelah MQTT berhasil terhubung,
nilai sensor dikirimkan secara berkala ke ThingsBoard.
Data dikirim menggunakan topic:
v1/devices/me/telemetry
dengan format JSON :
{"cahaya":2683}
ThingsBoard menerima data tersebut sebagai telemetry.
Menurut dokumentasi ThingsBoard, data yang dikirim ke topic telemetry akan
disimpan sebagai data time-series dan dapat digunakan pada dashboard maupun
Rule Chain.\
Pada Serial Monitor Terlihat :
Nilai Cahaya: 2683
Data dikirim ke ThingsBoard
Hal ini menunjukkan bahwa ESP32 tidak hanya berhasil
membaca sensor, tetapi juga telah mengirimkan data melalui MQTT.
3.10 Pemeriksaan Data Pada ThingsBoard
Setelah data dikirim dari ESP32, halaman ThingsBoard
dibuka kembali.
Pada device Smart Lighting, dipilih tab:
Latest telemetry
Pada halaman tersebut muncul data:
|
Key |
Value |
|
cahaya |
2683 |

Data dengan key cahaya berhasil diterima oleh
ThingsBoard dengan nilai 2683. Hal ini membuktikan bahwa proses pengiriman data
dari sensor LDR melalui ESP32 dan MQTT menuju ThingsBoard telah berhasil.
Tahapan pengiriman data Wokwi ke device ThingsBoard
ini sesuai dengan materi Modul 05 halaman 8–9 yang membahas pengujian MQTT dan
pengiriman data dari Wokwi ke ThingsBoard.
3.11 Hasil Pengujian
Berdasarkan
pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut.
|
No. |
Nilai Sensor |
Kondisi Sistem |
LED |
Data ThingsBoard |
|
1 |
1001 |
Gelap |
Menyala |
Dikirim |
|
2 |
2683 |
Terang |
Mati |
Dikirim |
Dari tabel tersebut dapat dilihat
bahwa program berhasil membedakan dua kondisi berdasarkan nilai sensor. Ketika
nilai sensor berada di bawah 2000, LED menyala. Ketika nilai sensor berada di
atas 2000, LED mati.
Selain itu, kedua nilai pembacaan
dapat dikirimkan melalui MQTT. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara
ESP32 dan ThingsBoard telah berjalan dengan baik..
3.12 Analisis Hasil
Hasil simulasi menunjukkan bahwa
sistem Smart Lighting telah bekerja sesuai dengan logika yang dibuat. Sensor
LDR dapat memberikan nilai pembacaan yang berubah sesuai dengan kondisi
pencahayaan pada simulasi. Nilai tersebut kemudian diproses oleh ESP32 untuk
menentukan kondisi LED.
Pada nilai 1001, sistem menganggap
keadaan sebagai kondisi gelap karena nilainya berada di bawah batas 2000. Oleh
karena itu LED menyala. Sementara itu, pada nilai 2683, sistem menganggap
keadaan sebagai kondisi terang karena nilainya berada di atas batas sehingga
LED dimatikan.
Penggunaan batas 2000 pada proyek
ini merupakan nilai threshold yang ditentukan untuk kebutuhan simulasi, bukan
standar universal untuk menentukan kondisi gelap atau terang. Jika sistem
diterapkan pada perangkat nyata, threshold sebaiknya ditentukan berdasarkan
hasil kalibrasi sensor dan kondisi lingkungan yang sebenarnya.
Bagian IoT juga telah berhasil
dilakukan. ESP32 berhasil terhubung ke Wi-Fi Wokwi, kemudian terhubung ke MQTT
ThingsBoard dan mengirimkan data sensor. Data tersebut kemudian muncul pada
bagian Latest telemetry dengan key cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian
proses mulai dari pembacaan sensor sampai pengiriman data ke platform IoT sudah
berhasil.
Penerapan konsep seperti ini juga
sesuai dengan penelitian mengenai smart lighting berbasis IoT yang memanfaatkan
ESP32 dan sensor cahaya untuk membuat sistem pencahayaan yang dapat bekerja
secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan.
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem Smart Lighting berbasis ESP32
berhasil dibuat dan diuji menggunakan simulasi Wokwi.
ESP32 berhasil digunakan sebagai
pusat kendali untuk membaca nilai dari sensor LDR dan mengendalikan LED
berdasarkan nilai threshold yang telah ditentukan. Pada pengujian dengan nilai
sensor 1001, LED menyala karena nilai tersebut berada di bawah threshold 2000.
Sedangkan pada nilai 2683, LED mati karena nilai tersebut berada di atas
threshold.
Selain fungsi otomatisasi lampu,
sistem juga berhasil diintegrasikan dengan konsep IoT. ESP32 dapat terhubung ke
Wi-Fi Wokwi dan kemudian melakukan komunikasi menggunakan MQTT dengan
ThingsBoard. Data pembacaan sensor berhasil dikirim menggunakan topic v1/devices/me/telemetry
dan diterima oleh ThingsBoard.
Keberhasilan munculnya data cahaya
= 2683 pada bagian Latest telemetry menunjukkan bahwa proses komunikasi dari
sensor, ESP32, jaringan Wi-Fi, MQTT, hingga platform ThingsBoard telah berjalan
dengan baik.
Dengan demikian, praktikum pada
Modul 05 halaman 1–9 telah berhasil dilakukan. Tahap berikutnya dapat
dikembangkan dengan membuat dashboard, Rule Chain, alarm, dan notifikasi sesuai
materi lanjutan pada modul.
4.2 Saran
Untuk pengembangan selanjutnya,
sistem dapat dibuat lebih lengkap dengan menambahkan dashboard pada ThingsBoard
sehingga perubahan nilai sensor dapat dilihat dalam bentuk grafik. Sistem juga
dapat dikembangkan menggunakan Rule Chain untuk membuat kondisi tertentu secara
otomatis dan menambahkan alarm sebagai pemberitahuan ketika kondisi yang
ditentukan terpenuhi.
Selain itu, sensor LDR pada
perangkat nyata sebaiknya dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan lux meter
agar nilai pembacaan dapat dikaitkan dengan satuan intensitas cahaya yang
sebenarnya. Sistem juga dapat dikembangkan dengan sensor tambahan seperti PIR
sehingga lampu tidak hanya mempertimbangkan kondisi cahaya, tetapi juga
keberadaan manusia.
Daftar Pustaka
Arif, F., Abel S., M. F., Hasani,
M. S., Karomah, S., Fais, M., Dinata, D., Wahyudi, M. S., & Amin, A. F.
(2023). Aplikasi sensor LDR (Light Dependent Resistor) pada fitting lampu untuk
efisiensi energi pada lampu penerangan pondok pesantren. Prosiding Seminar
Nasional Hi-Tech, 2(1). Artikel jurnal
Guo, J.-H., Lin, T.-Y., & Hsia,
K.-H. (2022). Web-based IoT and robot SCADA using MQTT protocol. Journal of
Robotics, Networking and Artificial Life, 9(2), 202–208.
https://doi.org/10.57417/jrnal.9.2_202. J-STAGE
Natasya, Y., & Santoso, H.
(2023). Prototipe aplikasi smart lighting untuk mengontrol lampu jalan berbasis
Android menggunakan ESP32. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial,
Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 2(8), 2581–2598. https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i8.1298.
Publikasi OJS Indonesia
Prihanto, A., Prapanca, A., &
Alit, R. (2024). Adaptive smart lighting dengan memanfaatkan teknologi berbasis
Internet of Things (IoT). Journal of Information Engineering and Educational
Technology, 8(1), 18–24. https://doi.org/10.26740/jieet.v8n1.p18-24. Jurnal
Unesa
Saputra, R. H., Sahara, A., Sugeng,
B., Yanti, D., & Upah, A. P. (2023). Analysis of light dependent resistor
sensors on resistance and light intensity in solar power plants. AIP Conference
Proceedings, 2824, 030007. https://doi.org/10.1063/5.0158405. ResearchGate
ThingsBoard. (n.d.). Telemetry –
MQTT API. ThingsBoard MQTT Telemetry Documentation
ThingsBoard. (n.d.). Getting
connected – MQTT API. ThingsBoard MQTT Connection Documentation
Wokwi. (n.d.). ESP32 WiFi
networking. Wokwi ESP32 WiFi Documentation
Tidak ada komentar:
Posting Komentar