Senin, 05 Oktober 2026

LAPORAN PRAKTIKUM PENGATURAN WEB DASHBOARD BLYNK CLOUD UNTUK MONITORING INTENSITAS CAHAYA (LDR) BERBASIS ESP32 PADA SIMULATOR WOKWI
Disusun Oleh:
Amira Najihah Fadri Putri24051204002
Mareta Surya Tananjaya24051204006
Novasya Aulia Putri Hidayat24051204028
Sulthania Auliya Afandi24051204034
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Internet of Things (IoT) memungkinkan perangkat elektronik saling terhubung dan mengirimkan data melalui jaringan internet sehingga kondisi suatu lingkungan dapat dipantau dari jarak jauh. Salah satu contoh penerapan yang sederhana adalah pemantauan intensitas cahaya menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR). Sensor ini menghasilkan perubahan nilai tegangan sesuai dengan terang atau gelapnya cahaya di sekitarnya, yang kemudian dibaca oleh mikrokontroler.

Agar data sensor dapat dipantau dengan mudah, diperlukan sebuah platform yang mampu menampilkannya dalam bentuk visual. Blynk Cloud menyediakan web dashboard yang dapat dirancang sesuai kebutuhan menggunakan berbagai widget, seperti Gauge dan Chart, sehingga nilai sensor dapat ditampilkan secara real-time. Data dari mikrokontroler ESP32 dihubungkan ke dashboard tersebut melalui Datastream berupa Virtual Pin.

Laporan ini disusun untuk menjelaskan gambaran tampilan web dashboard Blynk serta langkah-langkah pengaturannya dari awal, mulai dari pembuatan template, datastream, desain dashboard, hingga pengambilan kunci akses, sehingga data dari simulator Wokwi dapat masuk dan ditampilkan pada Blynk Cloud.

1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana bentuk tampilan web dashboard Blynk yang sesuai untuk proyek deteksi cahaya (LDR)?
2.Bagaimana langkah-langkah membuat template, datastream, dan mendesain web dashboard pada Blynk Cloud?
3.Bagaimana mengambil kunci akses (Template ID, Template Name, dan Auth Token) agar simulator Wokwi dapat terhubung ke Blynk?

IMPLEMENTASI ESP32 WEB SERVER DENGAN SISTEM PASSKEY BERBASIS ACCESS POINT DAN MICROSD MENGGUNAKAN WOKWI

 LAPORAN PRAKTIKUM

IMPLEMENTASI ESP32 WEB SERVER DENGAN SISTEM PASSKEY
BERBASIS ACCESS POINT DAN MICROSD MENGGUNAKAN WOKWI


Disusun oleh :

Muhammad Naufal Zakcky Dzikrillah               24051204106

Mahdi Ghani Afriza                                             24051204119

Muhammad Risqi Gemilang                               24051204181

Gerizt Geovany Saragih Sumbayak                   24051204117




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan mikrokontroler telah memungkinkan perangkat elektronik untuk tidak hanya bekerja berdasarkan program yang tersimpan di dalam mikrokontroler, tetapi juga dapat berkomunikasi dengan perangkat lain melalui jaringan. Salah satu mikrokontroler yang mendukung kemampuan tersebut adalah ESP32. ESP32 memiliki fitur komunikasi nirkabel seperti Wi-Fi dan Bluetooth sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai aplikasi berbasis Internet of Things (IoT).

Pada penerapannya, ESP32 dapat digunakan sebagai Access Point (AP) sehingga perangkat lain dapat terhubung langsung ke jaringan yang dibuat oleh ESP32. Selain itu, ESP32 juga dapat digunakan untuk menjalankan Web Server yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem melalui halaman web. Konsep tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat sistem autentikasi sederhana menggunakan kombinasi key dan password.

Pada Modul 4, salah satu praktik yang dilakukan adalah WebServer–Passkey dengan ESP32 dalam mode Access Point. Sistem tersebut menggunakan halaman web sebagai antarmuka pengguna dan media penyimpanan untuk menyimpan pasangan key dan password. Input yang diberikan pengguna kemudian dibandingkan dengan data yang tersimpan untuk menentukan apakah akses diterima atau ditolak.

Berdasarkan konsep tersebut, pada tugas ini dibuat simulasi sistem ESP32 Web Server dengan Passkey menggunakan platform Wokwi. Sistem menggunakan ESP32 sebagai pengendali utama, MicroSD sebagai media penyimpanan data key dan password, serta buzzer sebagai indikator ketika proses autentikasi berhasil. Melalui simulasi ini, dapat dipelajari penerapan komunikasi Wi-Fi, Web Server, pembacaan data dari MicroSD, serta pengendalian output berdasarkan hasil validasi.

1.2 Rumusan Masalah

• Bagaimana membuat ESP32 bekerja sebagai Access Point?

• Bagaimana membuat Web Server sederhana menggunakan ESP32?

• Bagaimana menyimpan dan membaca data key dan password menggunakan MicroSD?

• Bagaimana melakukan validasi key dan password yang dimasukkan pengguna?

• Bagaimana menggunakan buzzer sebagai indikator ketika autentikasi berhasil?

IMPLEMENTASI SMART DOOR LOCK BERBASIS ESP32 ACCESS POINT, WEB SERVER, DAN MICROSD DENGAN PEMBATASAN PERCOBAAN LOGIN MENGGUNAKAN WOKWI

 LAPORAN PRAKTIKUM

IMPLEMENTASI SMART DOOR LOCK BERBASIS ESP32 ACCESS POINT, WEB SERVER, DAN MICROSD DENGAN PEMBATASAN PERCOBAAN LOGIN MENGGUNAKAN WOKWI

Disusun oleh:

Ahmad Aura Syahrul Muharrom

24051204203

Jeehan Kamila Muzaky

24051204122

Yudhi D Bakkara

24051204174

Miuvanida Klandistin

24051204208





BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Internet of Things (IoT) membuat perangkat elektronik tidak hanya menjalankan program secara mandiri, tetapi juga dapat diakses dan dikendalikan dari perangkat lain melalui jaringan nirkabel. ESP32 adalah salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan untuk keperluan tersebut karena telah dilengkapi Wi-Fi dan Bluetooth, memiliki prosesor dual-core, serta menyediakan banyak pin GPIO untuk menghubungkan sensor dan aktuator.

Pada Wi-Fi, ESP32 dapat bekerja sebagai Station (terhubung ke router yang sudah ada) maupun sebagai Access Point (membuat jaringan sendiri). Mode Access Point cocok untuk sistem lokal yang tidak memerlukan internet, misalnya kunci pintu yang dikendalikan dari ponsel yang terhubung langsung ke perangkat. Pada mode ini ESP32 juga dapat menjalankan Web Server sehingga pengguna cukup membuka browser untuk berinteraksi dengan sistem.

Modul 4 membahas praktik WebServer–Passkey, yaitu ESP32 pada mode Access Point yang membaca pasangan key dan password dari file pada SD Card, kemudian mencocokkannya dengan input pengguna melalui halaman web. Berdasarkan konsep tersebut, pada tugas ini dikembangkan sebuah simulasi Smart Door Lock. Pasangan kode dan sandi disimpan pada MicroSD, pintu digambarkan oleh motor servo, LED hijau dan merah menjadi indikator status, dan buzzer memberi isyarat suara. Sebagai pengembangan, sistem membatasi percobaan login: setelah tiga kali salah berturut-turut, sistem diblokir sementara agar tidak dapat ditebak dengan cara mencoba berulang kali. Simulasi dijalankan pada platform Wokwi.

1.2 Rumusan Masalah

•  Bagaimana membuat ESP32 bekerja sebagai Access Point dan Web Server?

•  Bagaimana membaca data kode dan sandi dari file pada MicroSD?

•  Bagaimana memvalidasi input pengguna dan menggerakkan servo sebagai simulasi kunci pintu?

•  Bagaimana membuat penguncian ulang otomatis dan pembatasan percobaan login tanpa menghentikan kerja Web Server?

•  Bagaimana menampilkan status sistem menggunakan LED dan buzzer?

SISTEM KEAMANAN PINTAR BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SIMULATOR WOKWI

 LAPORAN PRAKTIKUM 

SISTEM KEAMANAN PINTAR BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SIMULATOR WOKWI

 



Disusun Oleh:

Alen Anang Saputri                                              24051204133

Detha Gracio Anggara Palimbunga                   24051204219

Larasati Dwi Ariyanti Putri                                 24051204118

Pratindo Tri Akta                                                  24051204189





BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang memungkinkan perangkat elektronik untuk menerima data dari sensor, mengolah data, dan memberikan respons secara otomatis. Penerapan IoT dapat ditemukan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah sistem keamanan yang dapat membantu mendeteksi kondisi tertentu dan memberikan peringatan kepada pengguna.

Pada praktikum ini dibuat sebuah sistem keamanan berbasis ESP32. ESP32 digunakan sebagai pusat pengendali yang menerima input dari sensor LDR (Light Dependent Resistor). Sensor LDR digunakan untuk membaca perubahan intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Nilai yang diperoleh dari sensor kemudian dibandingkan dengan nilai batas atau threshold yang telah ditentukan pada program.

Apabila nilai LDR melewati batas yang ditentukan, ESP32 akan menganggap kondisi tersebut sebagai adanya akses yang tidak diizinkan. Sistem kemudian memberikan beberapa respons, yaitu mengaktifkan relay, LED, dan buzzer, serta menggerakkan servo. Kondisi tersebut juga ditampilkan pada LCD I2C dalam bentuk pesan peringatan.

Sebaliknya, apabila nilai LDR berada pada kondisi yang dianggap aman, sistem akan mematikan indikator peringatan, mengatur kembali posisi servo, dan menampilkan status "All Secure" pada LCD. Dengan demikian, sistem dapat memberikan respons secara otomatis berdasarkan hasil pembacaan sensor.

Praktikum ini dilakukan untuk memahami bagaimana ESP32, sensor, aktuator, dan perangkat output dapat diintegrasikan menjadi satu sistem IoT sederhana. Selain itu, praktikum ini juga memberikan pengalaman dalam membuat program untuk membaca sensor dan mengendalikan perangkat elektronik berdasarkan kondisi yang telah ditentukan.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam praktikum ini adalah: 

  1. Bagaimana cara menggunakan ESP32 sebagai pusat pengendali pada sistem keamanan berbasis IoT?

  2. Bagaimana cara menghubungkan dan membaca nilai sensor LDR menggunakan ESP32?

  3. Bagaimana cara menentukan kondisi aman dan kondisi akses tidak diizinkan berdasarkan nilai threshold sensor LDR?

  4. Bagaimana cara mengendalikan servo, relay, LED, dan buzzer berdasarkan hasil pembacaan sensor?

  5. Bagaimana cara menampilkan informasi kondisi sistem menggunakan LCD I2C?

  6. Bagaimana cara mengintegrasikan seluruh komponen tersebut sehingga dapat bekerja sebagai satu sistem keamanan otomatis?

IMPLEMENTASI ESP32 WEB SERVER DENGAN SISTEM PASSKEY BERBASIS ACCESS POINT DAN MICROSD MENGGUNAKAN WOKWI

 



LAPORAN PRAKTIKUM

IMPLEMENTASI ESP32 WEB SERVER DENGAN SISTEM PASSKEY
BERBASIS ACCESS POINT DAN MICROSD MENGGUNAKAN WOKWI


Disusun oleh :

Fandy Fernanda Yapari                    24051204227

Tri Rianto Utomo                              24051204104

Rochmad Balya Imron Khan           24051204279

Sulthan Hamdani Sahvirdan           24051204129




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan mikrokontroler telah memungkinkan perangkat elektronik untuk tidak hanya bekerja berdasarkan program yang tersimpan di dalam mikrokontroler, tetapi juga dapat berkomunikasi dengan perangkat lain melalui jaringan. Salah satu mikrokontroler yang mendukung kemampuan tersebut adalah ESP32. ESP32 memiliki fitur komunikasi nirkabel seperti Wi-Fi dan Bluetooth sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai aplikasi berbasis Internet of Things (IoT).

Pada penerapannya, ESP32 dapat digunakan sebagai Access Point (AP) sehingga perangkat lain dapat terhubung langsung ke jaringan yang dibuat oleh ESP32. Selain itu, ESP32 juga dapat digunakan untuk menjalankan Web Server yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem melalui halaman web. Konsep tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat sistem autentikasi sederhana menggunakan kombinasi key dan password.

Pada Modul 4, salah satu praktik yang dilakukan adalah WebServer–Passkey dengan ESP32 dalam mode Access Point. Sistem tersebut menggunakan halaman web sebagai antarmuka pengguna dan media penyimpanan untuk menyimpan pasangan key dan password. Input yang diberikan pengguna kemudian dapat dibandingkan dengan data yang tersimpan untuk menentukan apakah akses diterima atau ditolak.

Berdasarkan konsep tersebut, pada tugas ini dibuat simulasi sistem ESP32 Web Server dengan Passkey menggunakan platform Wokwi. Sistem menggunakan ESP32 sebagai pengendali utama, MicroSD sebagai media penyimpanan data key dan password, serta buzzer sebagai indikator ketika proses autentikasi berhasil. Melalui simulasi ini, dapat dipelajari penerapan komunikasi Wi-Fi, Web Server, pembacaan data dari MicroSD, serta pengendalian output berdasarkan hasil validasi data.

1.2 Rumusan Masalah

• Bagaimana membuat ESP32 bekerja sebagai Access Point?

• Bagaimana membuat Web Server sederhana menggunakan ESP32?

• Bagaimana menyimpan dan membaca data key dan password menggunakan MicroSD?

• Bagaimana melakukan validasi key dan password yang dimasukkan pengguna?

• Bagaimana menggunakan buzzer sebagai indikator ketika autentikasi berhasil?

SMART DOOR LOCK BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN KEYPAD, LCD I2C, SERVO, DAN BUZZER PADA WOKWI

  

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

SMART DOOR LOCK BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN KEYPAD, LCD I2C, SERVO, DAN BUZZER PADA WOKWI



Disusun Oleh:


Revalina Natasya Sinaga 

24051204123

Muchammad Ainur Rizal

24051204127

M. Mazidannur Jibril Murtadlo

24051204130

Akhmad Furqon Al Farid

24051204134



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong pemanfaatan mikrokontroler untuk membangun sistem elektronik yang dapat bekerja secara otomatis dan saling terhubung. Salah satu penerapannya adalah sistem keamanan pintu digital atau smart door lock. Sistem ini menggunakan kode PIN sebagai metode autentikasi sehingga akses pintu dapat dikendalikan tanpa menggunakan kunci konvensional.

Pada praktikum ini dibuat simulasi Smart Door Lock menggunakan mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi. Sistem dilengkapi keypad 4x4 sebagai media input PIN, LCD 16x2 berbasis komunikasi I2C untuk menampilkan instruksi dan status akses, servo motor sebagai simulasi mekanisme kunci, serta buzzer sebagai indikator suara. PIN yang digunakan pada program adalah “1234”.

Ketika pengguna memasukkan PIN dan menekan tombol pagar (#), ESP32 akan memeriksa kesesuaian PIN. Jika PIN benar, LCD menampilkan pesan akses diterima dan servo bergerak ke posisi 90 derajat selama beberapa detik sebelum kembali ke posisi awal. Jika PIN salah, LCD menampilkan akses ditolak dan buzzer memberikan bunyi peringatan. Tombol bintang (*) digunakan untuk menghapus satu digit terakhir.

Pembuatan simulasi ini bertujuan menerapkan penggunaan ESP32 sebagai pengendali, komunikasi I2C pada LCD, pembacaan input digital melalui keypad, serta pengendalian aktuator dan buzzer. Walaupun modul praktikum membahas konektivitas WiFi dan Bluetooth ESP32, proyek ini berfokus pada pengendalian perangkat melalui input lokal dan belum menggunakan komunikasi nirkabel.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana ESP32 membaca masukan PIN dari keypad 4x4?

  2. Bagaimana menampilkan instruksi, PIN tersamarkan, dan status akses pada LCD I2C?

  3. Bagaimana menerapkan proses verifikasi PIN untuk menentukan akses diterima atau ditolak?

  4. Bagaimana mengendalikan servo motor sebagai simulasi mekanisme kunci pintu?

  5. Bagaimana menggunakan buzzer sebagai indikator saat tombol ditekan, PIN benar, dan PIN salah?

PENGAPLIKASIAN ESP UNTUK MONITORING SUHU KE DALAM LOCAL WEB

Disusun Oleh:

Muhamad Rizaldhani Darmawan24051204004
Novanda Ega Arenta24051204030
Muhammad Fiqih Mu'azaidin24051204031
I Made Nandana Devadatta Giri24051204090
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Suhu merupakan salah satu parameter lingkungan yang sangat penting untuk dipantau dalam berbagai sektor, seperti perindustrian, perkantoran, server, hingga lingkup rumah tangga. Pada kenyataannya, pemantauan suhu secara manual seringkali tidak efisien dan kurang akurat apabila data dibutuhkan secara terus-menerus.

Perkembangan teknologi membuka peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui sistem otomatisasi dan monitoring jarak jauh berbasis mikrokontroler. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring suhu yang memanfaatkan sensor suhu untuk membaca kondisi secara real-time, kemudian memprosesnya menggunakan mikrokontroler berfasilitas Wi-Fi dari keluarga ESP (seperti ESP8266 atau ESP32) untuk menampilkannya pada sebuah antarmuka halaman web lokal (Local Web).

Berdasarkan latar belakang tersebut, kelompok kami merancang dan melakukan pengujian sistem monitoring suhu berbasis web lokal menggunakan mikrokontroler ESP. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi yang praktis untuk memantau suhu ruangan secara nirkabel melalui peramban (browser) di perangkat apapun tanpa memerlukan pengkabelan yang rumit.

1.2.  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merancang sistem monitoring suhu menggunakan mikrokontroler ESP dan sensor suhu?
  2. Bagaimana cara kerja sensor suhu dalam membaca kondisi lingkungan dan mengirimkan data tersebut ke mikrokontroler?
  3. Bagaimana mikrokontroler ESP dapat dikonfigurasi sebagai Web Server lokal untuk menampilkan data suhu secara real-time?
  4. Bagaimana hasil pengujian antarmuka Local Web saat diakses melalui perangkat dalam satu jaringan?

LAPORAN PRAKTIKUM DEMO TUGAS 4: IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING SUHU, KELEMBAPAN, DAN NILAI ANALOG BERBASIS ARDUINO UNO DAN ESP32 WEB SERVER

Disusun Oleh (Kelompok 1 TIA):

Muhammad Naufal Aziz24051204001
Muhammad Rifqi Al Hafidh24051204009
Ig. Krisna Wijaya Prihandono24051204032
Ahmad Syihan Arijuddin24051204035
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mengubah paradigma pemantauan parameter lingkungan secara drastis dari sistem terisolasi menjadi sistem terintegrasi berbasis jaringan nirkabel dan antarmuka web. Pemantauan variabel suhu dan kelembapan udara secara real-time memiliki peran yang sangat krusial di berbagai sektor industri, seperti otomatisasi rumah pintar (smart home), sistem pertanian presisi, laboratorium steril, dan pusat data (data center).

Dalam implementasinya, platform mikrokontroler seperti Arduino Uno dan ESP32 menawarkan pendekatan arsitektur yang berbeda. Arduino Uno dikenal sebagai platform mikrokontroler 8-bit berdaya rendah yang sangat andal untuk akuisisi sinyal fisik melalui Pin I/O dan Analog-to-Digital Converter (ADC). Namun, karena tidak memiliki modul jaringan onboard, Arduino Uno memerlukan perantara (middleware) berupa komputer/laptop yang menjalankan skrip Python Flask dan komunikasi USB Serial (PySerial) untuk menyajikan data sensor ke jaringan web lokal.

Di sisi lain, ESP32 hadir sebagai System-on-Chip (SoC) 32-bit yang dilengkapi dengan modul Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi. Dengan memori Flash dan RAM yang jauh lebih besar, ESP32 sanggup bertindak secara independen sebagai Embedded HTTP Web Server tanpa bergantung pada komputer host. Melalui dua pendekatan arsitektur ini, praktikum Demo Tugas 4 dirancang untuk mengimplementasikan dan membandingkan secara komprehensif sistem pemantauan lingkungan berbasis sensor DHT11, baik menggunakan skema jembatan USB Serial-Flask pada Arduino Uno maupun skema Embedded Web Server mandiri pada ESP32.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem akuisisi data suhu, kelembapan (DHT11), dan nilai analog (pin A0) berbasis Arduino Uno melalui komunikasi USB Serial menuju backend Python Flask?

2. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring lingkungan berbasis ESP32 sebagai Embedded Web Server mandiri dengan konektivitas Wi-Fi Station (STA)?

3. Bagaimana struktur transmisi data JSON dan mekanisme polling HTTP pada frontend HTML/CSS/JavaScript untuk memperbarui antarmuka web secara real-time?

4. Bagaimana perbandingan performa, fleksibilitas jaringan, dan kelebihan/keterbatasan antara arsitektur sistem berbasis Arduino Uno-Flask dan ESP32 Standalone Web Server?

Minggu, 04 Oktober 2026

SIMULASI DATA LOGGER SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO, SENSOR DHT22, MODUL SD CARD (SPI), DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

SIMULASI DATA LOGGER SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO, SENSOR DHT22, MODUL SD CARD (SPI), DAN LCD I2C PADA WOKWI

 

Disusun oleh:

Muhammad Adrian Vibrianto                24051204124

Mohammad Rizqi Nova Triatmaja          24051204131

Adhim Musafak                                    24051204191

M. Faisal Alfiansyah                              24051204205

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan mikrokontroler saat ini tidak lagi menuntut programmer menulis kode tingkat rendah untuk setiap komponen. Melalui ekosistem open source seperti GitHub dan Library Manager pada Arduino IDE, berbagai peripheral, misalnya sensor, layar, dan penyimpanan, dapat digunakan hanya dengan menyertakan library yang sesuai. Sebagai contoh, sensor DHT22 menggunakan komunikasi satu kabel (1-wire) yang memerlukan deteksi lebar sinyal secara akurat. Dengan library, proses tersebut sudah dibungkus dalam fungsi sederhana seperti readTemperature() dan readHumidity().

Pada Modul 3 dibahas penggunaan library peripheral untuk sensor DHT22, layar LCD I2C, serta modul SD Card yang berkomunikasi melalui protokol SPI menggunakan library SPI.h dan SD.h. Ketiga peripheral tersebut dapat digabungkan menjadi sebuah data logger, yaitu sistem yang membaca data sensor secara berkala, menampilkannya secara langsung, sekaligus menyimpannya ke media penyimpanan untuk dianalisis di kemudian hari.

Agar praktik dapat dilakukan tanpa perangkat fisik, digunakan simulator Wokwi. Simulator ini memungkinkan perancangan rangkaian dan pengujian program mikrokontroler secara daring. Oleh karena itu, laporan ini membahas simulasi data logger suhu dan kelembapan pada Wokwi yang mengombinasikan sensor DHT22, LCD I2C, dan modul SD Card.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merangkai sensor DHT22, LCD I2C, dan modul SD Card pada Arduino Uno di simulator Wokwi?
  2. Bagaimana penggunaan library DHT.h, LiquidCrystal_I2C.h, SPI.h, dan SD.h untuk membaca, menampilkan, dan menyimpan data suhu dan kelembapan?
  3. Bagaimana hasil pengujian sistem data logger yang dibuat?

Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay

 

LAPORAN PRAKTIKUM
 Sistem Kontrol Suhu Otomatis Berbasis ESP32 Menggunakan Sensor DHT22, LCD 16x2 I2C, dan Aktuator Relay


Disusun oleh:

Mahdi Ghani Afriza                              24051204119

Muhammad Risqi Gemilang                  24051204181

Gerizt Geovany Saragih Sumbayak        24051204117



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem kontrol suhu otomatis merupakan salah satu penerapan sistem tertanam untuk memantau kondisi lingkungan dan mengendalikan aktuator berdasarkan data sensor. Pada praktikum ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali pada simulasi Wokwi.

Sensor DHT22 membaca suhu dan kelembapan, kemudian ESP32 menampilkan hasil pengukuran pada LCD 16x2 melalui komunikasi I2C. Ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C, keluaran digital pada GPIO 12 digunakan untuk mengaktifkan relay sehingga kipas pendingin dapat dinyalakan. Ketika suhu turun di bawah ambang, relay dikembalikan ke kondisi mati.

Kegiatan ini melatih integrasi sensor digital, komunikasi I2C, keluaran digital, logika ambang, serta pengujian kondisi batas. Sistem masih berupa simulasi lokal di Wokwi; kemampuan konektivitas jaringan ESP32 belum digunakan pada praktikum ini.

 

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana ESP32 membaca data suhu dan kelembapan dari DHT22? Bagaimana menampilkan data tersebut pada LCD 16x2 I2C? Bagaimana mengendalikan relay dan kipas secara otomatis ketika suhu mencapai atau melebihi 30 °C serta mematikannya kembali ketika suhu turun di bawah batas?

Simulasi Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino UNO Menggunakan Sensor DHT22 dan Layar LCD I2C

 

LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

Simulasi Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino UNO Menggunakan Sensor DHT22 dan Layar LCD I2C




Disusun Oleh:

Athallah Firmansyah              24051204136

Dave Osvaldo Adris               24051204172

Arsena Cahya Fioralle             24051204190

M. Ai-Bee Tazkyan N               24051204212

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Pemantauan kondisi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara merupakan kebutuhan krusial dalam berbagai ranah aplikasi Internet of Things (IoT) dan sistem tertanam (embedded system). Pada ruang seperti laboratorium, fasilitas produksi, maupun server komputer, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tidak teridentifikasi dapat mempengaruhi performa perangkat elektronik hingga menyebabkan kerusakan material. Oleh karena itu, diperlukan sistem akuisisi data otomatis yang bekerja secara real time untuk memantau perubahan kondisi lingkungan secara akurat. 

            Dalam merancang purwarupa pemantauan lingkungan, mikrokontroler Arduino UNO bertindak sebagai unit pemroses utama yang bertugas membaca data masukan dari sensor dan mengolahnya menjadi informasi visual. Sensor digital DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara relatif karena memiliki keunggulan presisi dan ketahanan terhadap gangguan sinyal. Sinyal digital dari sensor dikirimkan melalui jalur pin tunggal  ke pin GPIO digital pada mikrokontroler. Selanjutnya, data yang telah diproses ditransmisikan ke layar antarmuka LCD 16x2 menggunakan protokol komunikasi Inter Integrated Circuit (I2C) pada pin A4 (SDA) dan A5 (SCL), sehingga menghemat efisiensi penggunaan pin pada prapemrosesan mikrokontroler.

Untuk memastikan kelayakan alur program dan menangani potensi bug seperti penanganan kesalahan pembacaan sensor (error handling) platform simulasi berbasis cloud Wokwi dimanfaatkan sebagai sarana pengujian virtual. Melalui Wokwi, validasi data masukan dari DHT22, eksekusi fungsi isnan (), serta sinkronisasi pencetakan data ke Serial Monitor dan layar LCD I2C dapat diuji secara real time tanpa risiko kegagalan perangkat keras fisik. Berdasarkan pertimbangan tersebut, laporan praktikum Tugas 3 ini disusun untuk menganalisis dan mendokumentasikan hasil perancangan simulasi sistem pemantauan suhu dan kelembaban udara berbasis Arduino UNO.  

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 

  1. Bagaimana mengkonfigurasi dan merangkai antarmuka sensor DHT22 serta modul LCD 16x2 I2C pada mikrokontroler Arduino UNO menggunakan platform simulasi Wokwi? 
  2. Bagaimana alur akuisisi data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22 hingga diproses oleh program mikrokontroler? 
  3. Bagaimana mengimplementasikan logika validasi data sensor (penanganan kondisi isnan) dan penayangan data secara real time melalui Serial Monitor dan antarmuka LCD I2C?