Sabtu, 02 Oktober 2021

Perbandingann Load Balancer dari Penyedia Layanan Cloud Computing Microsoft Azure dan Indonesia Cloud


PERBANDINGAN LAYANAN CLOUD COMPUTING MICROSOFT AZURE DAN INDONESIA CLOUD

MATA KULIAH

CLOUD COMPUTING

Oleh :

Yanu Ade Safikri                  18051204021

Muhammad Rifqi A.            18051204034


IndonesiaCloud

Gambar Dashboard web Indonesia cloud 

IC Public Cloud adalah penyedia layanan komputasi awan paling terpercaya, andal dan aman.IC Public Cloud menerapkan teknologi terbaik yang disertifikasi secara independen, mempekerjakan orang-orang terbaik, dan menyebarkan platform cloud di pusat data keamanan tertinggi di Indonesia.IC Public Cloud Merupakan layanan komputasi awan atau infrastruktur yang dibangun dan dikelola oleh Indonesian Cloud (IC). Dengan pengalaman lebih dari 1 dekade, Indonesian Cloud hadir untuk membantu pertumbuhan bisnis Anda.

Gambar kelebihan layanan Indonesia Cloud

 

Gambar Fitur Indonesia Cloud

Load Balancer dan Keamanan

Load balancer memiliki peran penting terhadap keamanan karena komputasi secara umum mulai bergerak sepenuhnya ke cloud. Fungsi off-load dari sebuah load balancer mampu memertahankan sebuah organisasi atau perusahaan dari serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS). Serangan DDoS merepresentasi porsi besar cybercrime karena jumlah dan ukurannya yang terus bertumbuh.Keamanan hardware seperti firewall perimeter bisa sangat mahal dan membutuhkan maintenance yang cukup signifikan. Software load balancer dengan cloud offload mampu memberikan proteksi yang efisien dan efektif, termasuk dari sisi biaya.

Algoritma Load Balancer

Secara umum, terdapat beragam metode load balancer yang bisa menggunakan algoritma berbeda berdasarkan situasi.

1.      Least Connection: Traffic langsung ke server dengan koneksi aktif sedikit mungkin. Paling berguna ketika terdapat koneksi dalam jumlah besar di traffic yang terdistribusi secara tidak seimbang di antara server-server.

2.      Least Response Time: Traffic langsung ke server dengan koneksi aktif paling sedikit dan waktu respons dengan rata-rata terendah.

3.      Round Robin: Merotasi server dengan mengarahkan traffic ke server yang pertama tersedia, lalu memindahkan server tersebut ke bawah dari antrean. Paling berguna saat server-server dengan spesifikasi serupa dan tidak banyak terdapat koneksi yang persisten.

4.      IP Hash: Alamat IP dari klien menentukan server mana yang akan menerima permintaan.

    Di masa sekarang, load balancer sudah menjadi kebutuhan karena aplikasi-aplikasi berubah lebih kompleks, permintaan user bertambah, dan volume traffic meningkat. Load balancer juga dapat membuat perusahaan membangun jaringan fleksibel yang bisa memenuhi tantangan-tantangan baru tanpa khawatir soal keamanan, layanan, hingga performa.

Kelebihan Load Balancer

1. Keamanan

     Sebuah load balancer mampu menambahkan layer keamanan kepada website Anda, tanpa harus ada perubahan yang dibuat.

  • Melindungi aplikasi dari ancaman: Web Application Firewall (WAF) di dalam load balancer akan menjaga website Anda dari peretas.
  • Mengautentifikasi akses pengguna: Load balancer akan meminta username dan password sebelum mengizinkan akses ke website Anda untuk melindungi dari akses yang tidak memiliki otoritas.
  • Melindungi dari serangan DDoS: Load balancer bisa mendeteksi dan melawan traffic DDoS sebelum serangan datang ke website Anda.
  • Menyederhanakan kepatuhan PCI: Jika Anda menggunakan kartu kredit, Anda harus mematuhi regulasi Payment Card Industry (PCI). Sebuah load balancer akan menyederhanakan kepatuhan terhadap regulasi PCI.

2. Performa

    Load balancer bisa mengurangi load di web server Anda dan mengoptimalkan traffic untuk user experience yang lebih baik.

  • SSL offload: Menjaga traffic dengan Secure Sockets Layer (SSL) pada load balancer mampu menghapus overhead dari web server sehingga sumber daya yang ada akan menjadi lebih banyak untuk website Anda.
  • Kompresi traffic: Sebuah load balancer mampu mengompres traffic website sehingga pengunjung memiliki user experience lebih baik ketika sedang mengakses.
  • Traffic caching: Sebuah load balancer akan menyimpan salinan elemen website Anda seperti gambar, video, sehingga pengiriman konten akan terjadi lebih cepat kepada para pengakses website.
  • HTTP 2.0 support: HTTP 2.0 adalah peningkatan dari protokol HTTP yang akan menghasilkan website lebih cepat. Sebuah load balancer bisa mengomunikasikan dengan klien menggunakan HTTP 2.0, walaupun tidak di-support oleh web server Anda.

3. Ketahanan

   Load balancer mampu mengakomodasi komponen-komponen yang gagal atau yang memiliki performa buruk secara transparan, sehingga menjaga user experience tetap positif.

  • Tetap memberikan pelayanan meski web server down:Jika salah satu web server down, load balancer bisa terus memberikan layanan secara transparan kepada server, tanpa ada dampak ke pengguna.
  • Mengatasi server sibuk: Jika web server sibuk, load balancer bisa mendeteksi hal ini dan mengalihkan traffic ke server yang sedang tidak sibuk.
  • Website memiliki availability tinggi: Load balancer bisa di-deploy secara berpasangan sehingga jika satu load balancer sedang bermasalah, yang lainnya bisa mengambil alih dengan cepat tanpa berdampak apa-apa pada pengguna.
  • Menyederhanakan pemulihan bencana: Jika Anda memiliki sebuah aplikasi di beberapa situs sebagai pemulihan bencana, load balancer bisa mendeteksi situs yang down dan mengalihkan pengguna ke situs alternatif.

4. Skalabilitas

   Load balancer mempermudah perubahan infrastruktur server tanpa mengganggu pelayanan ke pengguna.

  •      Mempermudah penambahan server: Jika Anda butuh menambahkan kapasitas website, ini bisa mudah dilakukan dengan menambahkan server pada load balancer. Load balancer akan menyediakan kapasitas tersebut secara transparan kepada pengguna.
  •   Cloud auto-scaling: JIka website Anda dipasang di cloud dan ingin disesuaikan sesuai kebutuhan, load balancer dapat menyederhanakan proses tersebut tanpa perubahan dari sisi klien.
  •     Menghindari upgrade yang menggangu: Dengan adanya load balancer, kapasitas bisa mudah ditambahkan dengan tambahan server, ketimbang meng-upgrade server yang ada karena dapat sangat mahal dan akan ada downtime.

Kelemahan Load Balancer

  1. Dalam upaya mempertahankan koneksi antara server dan user membutuhkan konfigurasi tambahan.
  2. Hardware Load Balancer membutuhkan harga yang lebih mahal sehingga harus disesuaikan dengan yang dikeluarkan oleh perusahan.

Harga IC Public Cloud

Dan untuk IndonesianCloud, katakanlah sebagai contoh $150 per bulan untuk node dengan 2 CPU, 4GB RAM, dan 100GB Disk. Namun dengan ini Anda sudah mendapat jaminan CPU GHz, jaminan IOPS disk, transfer data tak terbatas, dan penggunaan load balancer gratis dan penggunaan koneksi VPN yang tidak terbatas.


MICROSOFT AZURE CLOUD

 

Logo Microsoft Azure

Microsoft Azure merupakan sebuah platform cloud computing yang dirilis 1 Februari 2010. Cloud computing mimiliki konsep proses menyimpan serta mengakses data atau program dengan menggunakan jaringan internet. Aktivitas ini dapat dilakukan dari mana saja, perangkat apa saja, dan kapan saja, atau bisa diartikan juga kita dapat mengakses segala macam layanan computer secara online tanpa melihat dan bersentuhan secara langsung dengan fisik computer. Layanan yang termasuk di dalamnya adalah Platform as a Service (Paas). Artinya, melalui Microsoft Azure, Anda dapat menyewa tempat dan lingkungannya, yaitu sistem operasi, database engine, network, dan sebagainya, untuk dapat menjalankan aplikasi yang dibuat. 

Catatan : Pada saat tulisan ini dibuat, bagi warga unesa dapat melakukan pendaftarann Microsoft azure for student dengan alamat email yang diberikan kampus agar mendapatkan balance $100 untuk keperluan belajar dan memahami fitur dari layanan yang disediakan oleh Azure.

Cara mengecek balance adalah dengan login terlebih dahulu, kemudian masuk ke portal Azure. Kemudian akan ditampilkan dashboard dari Azure, kemudian pilih tombol Pengelolaan biaya seperti dibawah ini


Gambar Dashboard Microsoft Azure

 

Kemudian anda bisa mengikuti Arahan seperti link yang saya sertakan berikut https://www.youtube.com/watch?v=7_dhZkncwSA.

Load Balancer / Penyeimbang beban Microsoft Azure

Untuk pengertian dari load balancer sudah dijelaskan diatas. Oleh karena itu kita akan langsung masuk ke bahasan dari salah satu layanan dari Microsoft Azure yaitu load balancernya. Untuk mengaksesnya dapat masuk dengan cara login terlebih dahulu dengan akun yang sudah terdaftar kemudian masuk ke portal dan pilih layanan pada menu dashboard seperti dibawah ini :


Gambar Dashboard Microsoft Azure



 

Dibawah ini merupakan tampilan setelah menekan tombol layanan diatas, kita dapat membuat load balancer  dengan menekan tombol “buat penyeimbang beban” seperti dibawah ini :

Gambar Halaman Load Balancer Microsoft Azure


 

Sebelum membuat nya pastikan kita telah membuat layanan computingnya terlebih dahulu dan melakukan grouping, berikut link panduan lengkap pembuatan load balancer https://www.youtube.com/watch?v=RK22pHlP-kE&t=837s dan dibawah ini tampillan ketika kita menekan tombol “buat penyeimbang beban"

 

Gambar Tambah Load Balancer


Konsep Load Balancer Azure

Bagan Konsep Load Balancer Azure


Penyeimbangan beban mengacu pada pendistribusian beban secara merata (lalu lintas jaringan masuk) di seluruh sekelompok sumber daya atau server backend. Azure Load Balancer beroperasi pada lapisan 4 model Open Systems Interconnection (OSI). Ini adalah satu-satunya titik kontak untuk klien. Load balancer mendistribusikan aliran masuk yang tiba di front end load balancer ke instance pool backend. Alur ini sesuai dengan aturan penyeimbangan beban yang dikonfigurasi dan pemeriksaan kesehatan. Instans kumpulan backend dapat berupa Mesin Virtual Azure atau instans dalam set skala mesin virtual. Penyeimbang beban publik dapat menyediakan koneksi keluar untuk mesin virtual (VM) di dalam jaringan virtual Anda. Koneksi ini dilakukan dengan menerjemahkan alamat IP pribadi mereka ke alamat IP publik. Penyeimbang Beban Publik digunakan untuk memuat keseimbangan lalu lintas internet ke VM Anda. Penyeimbang beban internal (atau pribadi) digunakan di mana IP pribadi diperlukan di frontend saja. Penyeimbang beban internal digunakan untuk memuat lalu lintas keseimbangan di dalam jaringan virtual. Frontend penyeimbang beban dapat diakses dari jaringan lokal dalam skenario hibrid.

Kelebihan Load Balancer Azure

Dengan Azure Load Balancer, Anda dapat menskalakan aplikasi dan membuat layanan yang sangat tersedia. Load balancer mendukung skenario masuk dan keluar. Load balancer memberikan latensi rendah dan throughput tinggi, serta menskalakan hingga jutaan aliran untuk semua aplikasi TCP dan UDP. Skenario utama yang dapat Anda capai menggunakan Azure Standard Load Balancer meliputi:

  • Memuat keseimbangan lalu lintas internal dan eksternal ke mesin virtual Azure.
  • Tingkatkan ketersediaan dengan mendistribusikan sumber daya di dalam dan di seluruh zona.
  • Konfigurasikan konektivitas keluar untuk mesin virtual Azure.
  • Gunakan pemeriksaan kesehatan untuk memantau sumber daya yang seimbang.
  • Gunakan penerusan port untuk mengakses mesin virtual di jaringan virtual berdasarkan alamat IP dan port publik.
  • Aktifkan dukungan untuk load-balancing IPv6.
  • Penyeimbang beban standar menyediakan metrik multi-dimensi melalui Azure Monitor. Metrik ini dapat difilter, dikelompokkan, dan dikelompokkan untuk dimensi tertentu. Mereka memberikan wawasan terkini dan historis tentang kinerja dan kesehatan layanan Anda. Wawasan untuk Azure Load Balancer menawarkan dasbor yang telah dikonfigurasikan sebelumnya dengan visualisasi yang berguna untuk metrik ini. Kesehatan Sumber Daya juga didukung. Tinjau diagnostik load balancer standar untuk detail selengkapnya.
  • Layanan keseimbangan beban pada beberapa port, beberapa alamat IP, atau keduanya.
  • Pindahkan sumber daya penyeimbang beban internal dan eksternal di seluruh wilayah Azure.
  • Load balance aliran TCP dan UDP pada semua port secara bersamaan menggunakan port HA.

Keamanan Load Balancer Azure secara Default

  • Penyeimbang beban standar dibangun di atas model keamanan jaringan tanpa kepercayaan.
  • Standard Load Balancer aman secara default dan merupakan bagian dari jaringan virtual Anda. Jaringan virtual adalah jaringan pribadi dan terisolasi.
  • Penyeimbang beban standar dan alamat IP publik standar ditutup untuk koneksi masuk kecuali dibuka oleh Grup Keamanan Jaringan. NSG digunakan untuk secara eksplisit mengizinkan lalu lintas yang diizinkan. Jika Anda tidak memiliki NSG pada subnet atau NIC dari sumber daya mesin virtual Anda, lalu lintas tidak diizinkan untuk mencapai sumber daya ini. Untuk mempelajari tentang NSG dan cara menerapkannya ke skenario Anda, lihat Grup Keamanan Jaringan.
  • Penyeimbang beban dasar terbuka ke internet secara default.
  • Load balancer tidak menyimpan data pelanggan. 

Harga Layanan Load Balancer Azure

Dibawah ini merupakan list dari harga sewa dari layanan load balancer yang disediakan oleh  Microsoft Azure. Biaya sewa Load balancer ini diluar dari biaya sewa VM kita.

Gambar Daftar Harga Layanan Load Balancer Microsoft Azure


Tidak ada komentar:

Posting Komentar