Sabtu, 13 Oktober 2018

Amazon RDS


Lanjutan postingan kemarin gaes, kali ini berlanjut ke proses pembuatan database Amazon RDS

Amazon Relational Database Service (Amazon RDS) memudahkan untuk menyiapkan, mengoperasikan, dan menskalakan database relasional di cloud. Amazon RDS memberikan kapasitas yang hemat biaya dan dapat diubah ukurannya sementara melakukan automasi tugas administrasi yang memakan waktu seperti penyediaan perangkat keras, pengaturan database, patching, dan pencadangan. Amazon RDS memberikan keleluasaan kepada Anda untuk fokus pada aplikasi sehingga Anda dapat memberikan performa cepat, ketersediaan, keamanan, dan kompatibilitas tinggi yang mereka perlukan.

Amazon RDS tersedia pada beberapa jenis instans database yang dioptimalkan untuk memori, performa atau I/O – dan memberikan enam mesin database familiar yang dapat dipilih, termasuk Amazon Aurora, PostgreSQL, MySQL, MariaDB, Oracle, Microsoft SQL Server. Anda dapat menggunakan AWS Database Migration Service untuk memindahkan atau mereplikasikan database Anda yang sudah ada ke Amazon RDS.

  1. Pada posisi dashboard cari menu RDS, yakni ada pada bagian database, Klik pada tulisan “RDS” untuk memulai serangkaian proses untuk membuat database di Amazon RDS.
  2. Setelah masuk pada dashboard RDS akan dipaparkan tiap-tiap komponen dalam RDS pada bagian resource.
  3. Untuk membuat database, terlebih dahulu masuk pada bagian “Instance”, dan setelah masuk pada menu Instance, klik pada tombol “Create Database”.
  4. Setelah itu akan dilanjutkan pada pemilihan jenis database yang akan dibuat, namun sebelum memilih jenis database, perlu diperhatikan untuk melakukan centang pada tulisan “Only enable options eligible for RDS Free Usage Tier” agar hanya jenis-jenis database yang digratiskan yang bisa dibuat.
  5. Setelah itu maka akan kelihatan jenis database mana yang digratiskan untuk Free Tier (kalangan gratis), dan terlihat digratiskan semua kecuali Amazon Aurora. Disini akan dibuat database MySQL jadi pilih pada pilihan MySQL. 
  6. Klik pada tombol “Next” untuk melanjutkan proses pembuatan database
  7. Selanjutnya pada tampilan menu “Specify DB details” isi sesuai kebutuhan yang mencakup License mode dan versi MySQL yang akan dibuat, dalam tahap ini yang dipilih versi MySQL terbaru versi 8.0.11
  8. Masukkan berapa alokasi penyimpanan yang akan dibuat untuk penggunaan database dengan maksimal 20GB untuk pengguna gratis (free tier). Kemudian isikan nama db instance identifier, master username, master password, dan kemudian klik pada tombol “Next”.
  9. Selanjutnya ke konfigurasi advance settings, ubah dan isi sesuai kebutuhan seperti dapat diakses secara public maka klik di radio button “Yes” pada pilihan Public accessibility, dan pada Availability zone pilih sesuai zona yang diinginkan, atau biarkan No preference untuk konfigurasi zone secara default.
  10. Pada pilihan availability zone ada 3 pilihan, dan pilih sesuai selera.
  11. Pada menu VPC security group dapat memilih untuk membuat rule security group yang baru atau pilih yang sudah pernah dibuat, seperti yang akan dipilih pada proses ini memakai rule yang sudah dibuat pada security group untuk vm yang dibuat.
  12. Pada bagian database options isikan nama database, port (default mysql 3306) dapat diganti, db parameter group, dan option group sesuai yang diinginkan.
  13. Pada bagian backup tentukan interval proses backup akan dilakukan per berapa hari sekali untuk dilakukan backup otomatis, dalam proses ini dipilih default yakni 7 hari, dan untuk monitoring pilih sesuai yang dibutuhkan apakah butuh untuk monitoring aktivitas database atau tidak.
  14. Pilih log jenis apa saja yang akan ditampilkan di Amazon CloudWatch Log yakni error log, general log, dan slow query log. Dalam tahap ini dipilih hanya pada error log.
  15. Pada bagian maintenance ada pilihan untuk enable atau disable auto minor upgrade version dari database yang digunakan dan dalam tahap ini dipilh untuk disable auto minor upgrade version. Untuk fungsi delete protection dihadapkan pilihan untuk enable atau tidak, dimana fitur ini jika diaktifkan akan mencegah dari proses penghapusan database yang mungkin tidak sengaja dilakukan. Dan langkah terakhir untuk membuat adalah klik tombol “Create Database”.
  16. Setelah database dibaut akan muncul tampilan seperti berikut yang menandakan proses pembuatan database sudah selesai dan tunggu proses pembuatan database selesai dengan sempurna. Klik “View DB instance details” untuk dapat melihat proses pembuatan db.
Dapat dilihat status pembuatan db yakni pada gambar dibawah ini, dan status db menunjukkan status creating (masih dalam proses pembuatan) dan tunggu sampai status berubah. Lakukan refresh halaman untuk melihat perubahan status.
Sembari menunggu db benar-benar sudah selesai terbuat, bisa juga untuk melihat detail rincian yang sudah dipilih selama proses pembuatan DB.
Status proses pembuatan db berubah dari creating beralih ke proses backing-up.
Dan perubahan status terakhir yang menandakan sudah berhasil terbuat dengan benar yakni status akan berubah ke status available (tersedia)
Sampai tahap ini DB sudah benar-benar berhasil terbuat dan siap untuk dipakai dan dikolaborasikan dengan EC2.

Selamat Mencoba Gaes ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar