Minggu, 17 November 2019

MAGE 5 (Multimedia and Game Event 5)

Kompetisi IT berskala nasional di Indonesia untuk Pelajar dan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Komputer FTE ITS Surabaya

Daftar Pemenang Lomba MAGE5:
Game Siswa :
1. SDG (SMA Zion Makassar)
2. EXG Savior (SMK Budi Luhur)
3. Trident Dev (SMA Negeri 16 Surabaya)

Olimpiade :
1. Atmosfhere (SMAN 3 Malang)
2. Indielogi (SMAN 34 Jakarta)
3. Doa Ibu (MBI Ammanatul Ummah Pacet)

App Mahasiswa :
1. Liquid (Institut Pertanian Bogor)
2. AMCC Amikom (Univiversitas  Amikom Yogyakarta)
3. Detechtive Team (Universitas Negeri Surabaya)

App Siswa :
1. Mbois Team (SMK Telkom Malang)
2. Monoflame (MAN Sidoarjo)
3. Popo (SMAN 1 Tasikmalaya)

Game Mahasiswa :
1. Laboratorium Gat (Universitas Bina Nusantara)
2. Marvind (Universitas Semarang)
3. Gwara Gwara (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

IoT :
1. Saritem (Telkom University)
2. SAWO Cubix (Universitas Gadjah Mada)
3. TAMANU Migren (Universitas Gadjah Mada)

==============================
---> Berita MAGE 4 (2018) Baca disini yaa

Juara 1:
Saritem (Telkom University) 

  A. Deskripsi Karya 
  
  1. Deskripsi Karya Singkat 

  Saritem (Smart Corn Plant System) merupakan sistem untuk pemantauan kesuburan
tanah yang meliputi kelembapan tanah, curah hujan, suhu, dan kelembapan udara yang
dibuat khusus dengan Algoritma Pemrograman Aritmatika Aljabar dengan realtime untuk
lahan pertanian Jagung. Tujuan Saritem (Smart Com Plant System) adalah meningkatkan
kualitas produk pertanian Jagung pada lahan pertanian Jagung tersebut sehingga dapat
 meminimalisir gagal panen pada tanaman Jagung yang disebabkan kurangnya unsur hara tanah
dan kelembapan tanah yang dibutuhkan untuk tanaman Jagung. Keunggulan dari Saritem
(Smart Corn Plant System) adalah petani dapat mengakses informasi hanya pada lahan
pertanian Jagung dari petani tersebut, sehingga hasi] data pemantauan kondisi unsur hara
tanah, kelembapan tanah dan curah hujan yang didapatkan petani adalah valid. Hal ini disebabkan
kondisi karakteristik curah hujan yang berbeda-beda pada setiap lokasi dalam daerah tersebut dapat
mempengaruhi perbedaan unsur hara tanah dan kelembapan tanah yang berbeda-beda pula dari
masing-masing lahan pertanian Jagung. Saritem (Smart Corn Plant System) terdiri dari hardware
dan software yan g terintegrasi dengan database firebase realtime. Sebagai media informasi dari
Saritem (Smart Corn Plant System) adalah website. Media informasi Saritem menampilkan informasi
pemantauan kondisi kesuburan unsur hara lahan pertanian tersebut yang meliputi kelembapan udara,
kelembapan tanah, curah hujan, suhu rata-rata bulanan dan lokasi dari lahan pertanian tersebut.
Komunikasi hardware menggunakan komunikasi machine to machine dan internet ofthings yang didesain untuk kebutuhan kondisi lahan pertanian.

B. Latar Belakang
  Jagung adalah tanaman pangan berakar serabut. J agung tumbuh pada daerah beriklim sedang hingga subtropik dengan daerah yang berada pada 50° LS 40° LU. Pertumbuhan jagung memerlukan curah hujan sebesar 85-200 mm/bulan, suhu udara berkisar antara 21°C hingga 34°C, Kelembapan tanah berkisar 40%- 80%. Permasalahan dalam produksi jagung nasional adalah rendahnya produktivitas jagung berdasarkan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS). Permasalahan lahan yang kritis unsur hara, pupuk, dan benih tanaman pangan menjadi penyebab turunnya produktivitas tanaman Jagung. Curah hujan memiliki variasi yang berbeda-beda pada suatu daerah. Sehimgga suatu lahan pertanian tanaman Jagung yang satu dengan yang lain belum tentu memiliki curah huj an yang normal untuk Tanaman Jagung. Tidak adanya informasi terkait kesuburan tanah pada suatu area lahan pertanian. Hal ini menyebabkan kurangnya informasi yang dibutuhkan Petani Jagung terkait lahan tanaman Jagung tersebut.
Berdasarkan uraian diatas, maka diperlukan sistem pemantauan kondisi lahan pertanian yang bersifat realtime dengan kalibrasi yang baik. Saritem (Smart Com Plant System) mempunyai prinsip kerja yang kompleks untuk menetukan kondisi lahan pertanian Jagung dengan mempertimbangkan nilai atau besar curah hujan secara otomatis pada lokasi lahan pertanian yang berbeda-beda. Pada penelitian sebelumnya, curah hujan dikatakan 1 milimeter (mm) apabila dalam suatu luasan l m2 tertampung air setinggi 1 mm atau jumlah 1 Liter. Sehingga,  diperlukan suatu alat penghitung curah hujan yang dapat mengukur volume air hujan yang jatuh ke permukaan tanah yang menyebabkan kandungan unsur hara tanah dan kelembapan tanah yang berubah-ubah sepanjang waktu.
Oleh karena itu, pada Proposal ini, dirancang suatu sistem pemantauan kondisi lahan pertanian Jagung dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi Jagung dengan mempertimbangkan kondisi unsur hara tanah, kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu, dan besaran curah hujan pada setiap Iokasi pertanian Jagung yang berbeda-beda. Data yang diperoleh bersifat realtime dengan fltur database firebase realtime sehingga data yang dihasilkan selalu update.















SAWO (Universitas Gadjah Mada)
1. Latar Belakang
saat ini Indonesia mulai memasuki periodeaging population dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan  meningkatnya jumlah penduduk usia usia lanjut (lansia). Berdasarkan data dari kementrian kesehatan Republik Indonesia ditahun  2010 tercatata jumlah lansia sejumlah 18 juta jiwa (7,56%) sedangkan di tahun 2019 jumlah lansia tercatat 25,9 juta jiwa (9,7%).
Diperkirakan tahun 2035 akan meningkat menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%).
Semakin meningkatnya jumlah lansia maka harus semakin meningkat pula pengawasan yang dilakukan. Kaena pada individu kanjut usia biasanya mengalami degeneratif (kemunduran) atau terjadi perubahan fisik, psikologis, da sosial (MIler 2012).
Kemunduran tersebut menyebabkan kaki tidak lagi dapat menapak ke tanah dengan kuat.
dan cenderung mudah goyah. Oleh sebab itu orang yang lanjut usia menjadi lambat untuk mengantisipasi bila ganguan terpeleset , tersandung , megalami gangguan keseimbangan dan akhirnya kana lebih mudah terjatuh di tempat yang ramai atau setikdaknya ada orang yang bersama dengannya, maka kemungkinan besar akan diberi pertolongan dengan segera namun jika lansia jatuh sat sendiri atau ditempat sepi kemungkinan besar akan tidak mendapat pertolongan secara tepat yang mungkin akan menyebabkan suatu  hal yang lebih parah.

2. Tujuan 
alat ini bertujuan untuk memonitoring lokasi dan memberikan informasi atau peringatan dalambentuk pesan saat manusia lanjut usia lanjut usia terjatuh di lingkungan rumah.

3. Luaran yang Diaharapkan
Dengan adanya alat ini diharapkan dapat memeberikan informasi sesegera mungkin kepada keluarga apabila manusia lanjut usia terjatuh, agar risiko yang lebih buruk dapat  dihindari.

4. Deskripsi karya
Alat yangkami buat merupakan suatu alat yang digunakan untuk memonitoring dan mengawasi manusia lanjut usia ketika berada dilingkungan rumah sendirian. Monitoring dapat dilakukan
dari jarak jarak jauh melalui perintah pesan SMS yang dikirimkan kepada alat tersebut, agar mendapatkan informasi mengenai lokasi manusia lanjut usia secara real time. Alat inijuga dapat mengirimkan nformasi secara  otomatis kepada keluarga ketika seorang manusia lanjut usia terdeteksi jatuh beserta lokasi jatuhnya. Lokasi pengguna alat didapat dengan memanfaatkan kekuatan WiFi yang diterima alat, untuk kemudian dilakukan oerhitungan  dengan data data kekeuatan WiFi yang sudah direkam pada saat kalibrasi. terdapat dua user intetface, UI pertama berupa tampilan SMS di android untuk mengirim dan menerima pesan dari alat. UI kedua merupakan tampilan untuk prose memasukkan data ketika kalibarsi. tampilan kalibarasi data ini merupakan aplikasi web yang terdiri tampilan untuk input data kekuatan WiFi disetiap runagan yang dikalibarasi.

5. Rancangan Karya
-Analisis kebutuhan
1. Mikrokontroller
Alat ini menggunakan mikrokontrloer WeMos D1 Minin uantuk melakukan komputasi atau sebagai otak dari alat . Menggunakan bahasa C++ dan menggukan arduino IDE untuk memrogram.
WeMos D1 mini ini juga tersemat ESP8266 sebgai modul WiFi untuk menyambungkan alat dengan jaringan internet sehingga dapat mengirimkan dan meneriam data dari datbase.
Modul Wifi ini juga digunkan untuk mendapatkan kekuatan WIFI (RSSI) yang digunakan untuk proses indoor poositioning. Baik ketika proses kalibrasi reference point maupun pada proses klasifikasi posisi
2. Database
Datbase digunakan untuk menyimpan data kalibrasi reference point berupa RSSI. database yang digunakan pada alat ini berbasis MySQL.
3. Modul SIM800L
Modul SIM800L berfungsi mengirimkan SMS atau merima SMS dengan format tertentu antara alat dengan keluarga yang mengawasi agar dapat mengetahui informasi dari manusia lanjut usia sebgai objekyang diamati.
Informasi yang didapat berupa kondisi jatuh atau tidaknya objek dan posisi objek saat ini ketika dilingkungan rumah.
4. Sensor Akselerometer
Sensor Akselerometer yang digunkan bertipe ADXL345 yang berfungsi untuk mendeteksi jatuh. Sensor mendeteksi objek (manusia lanjut usia) terjatuh atau tidaknya dengan memanfaatkan
percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi nin diukur dari tiga sumbu yaitu x, y, dan z. Sehingga dapat dideteksi apakah gerekan yang dilakukan objek terindikasi
jatuh atau tidak.





TAMANU (Universitas Gadjah Mada)

1. LATAR BELAKANG 
Indonesia merupakan negara agraris yang berarti sektor pertanian memiliki peranan penting dan utama  dalam perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, sejarah mencatat Indonesia pernah mengalami masa  swasembada pangan, khususnya komoditas beras, pada dekade 1980-an. (Julianto, 2017)
Meski bergelar agraris, masalah dalam sektor pertanian masih terus bergulir. Permasalahan yang sering  muncul adalah harga produksi pertanian mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup drastis. Salah  satu jenis tanaman pertanian yang mengalaminya adalah tomat. 

Terdapat beberapa faktor utama penyebab naik-turunnya harga tanaman tomat. Faktor pertama adalah  tanaman tomat hanya tumbuh di salah satu musim, yaitu musim kemarau yang minim kadar air. Padahal  iklim Indonesia saat ini sangat sulit untuk diprediksi. Dilansir dari Tribun Madura, salah seorang petani  Tomat, Subaidi, mengatakan pada bulan Februari tomat tidak dapat dipanen karena tomat muda  mengalami pembusukan. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Madura.
(Ferdian, 2019)

Faktor kedua adalah tomat hanya tumbuh dalam musim kemarau sehingga pada musim penghujan akan  mengalami kelangkaan dan harga pasarannya menjadi naik. Seperti dilansir Media Indonesia, Pedagang  di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu Ridwan mengaku, penaikan harga tomat saat ini  dikarenakan stok di tingkat pengecer yang semakin hari semakin berkurang. Sementara permintaan  konsumen terus meningkat dan petani di beberapa daerah produsen tomat belum memasuki masa panen. (Bustan, 2016)

Untuk mengatasi permasalahan tersebut , kami MIGREN memiliki solusi berupa sebuah alat berbasis IoT yang bernama “Tamanu” dimana alat tersebut dapat membuat tiruan karakteristik musim tertentu,  seperti halnya kelembaban, suhu, intensitas cahaya, dan lain-lain. Sehingga tumbuhan atau
tanaman dapat tumbuh secara normal. Selain itu “Tamanu” juga dapat memantau karakteristik
pertumbuhan pada suatu tanaman khususnya tomat sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil panen  dari data yang telah di dapat.

B. TUJUAN 
l. Mengetahui karakteristik pertumbuhan dan cara penanaman tanaman tomat.
2. Membuat inovasi alat berbasis IOT untuk mengatasi faktor-faktor  alamiah penyebab masalah harga produksi pertanian mengalami kenaikan dan penurunan secara
drastis.
3. Memberikan terobosan inovasi alat berbasis IOT pada bidang pertanian secara mudah dan efektif.

C. LUARAN YANG DIHARAPKAN
l. Terciptanya peralatan TAMANU untuk membantu dan mengatur  penanaman tanaman, khususnya tomat agar dapat memproduksi hasil  panen dengan kualitas terbaik.
2. TAMANU menjadi salah satu solusi peningkatan kualitas produksi  hasil panen agar permasalahan harga jual-beli dapat lebih stabil.
3. Terciptanya terobosan teknologi masa kini dalam upaya mewujudkan  Indonesia Agraris melalui teknologi terapan.

D.DESKRIPSI ALAT TAMANU
merupkan prototype dari smart garden, dimana smart garden yang dibuat bertujuan membuat suatu ruang ideal (sesuai yang diinginkan) berdasarkan musim.Selain menyesuaikan karakteristik suatu musim TAMANU juga dapat memonitoring kclembapan, suhu, intensitas cahaya, dll. Monitoring yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman yang ditanam.
Data yang didapatkan akan dikirimkan ke web dan dapat dimonitomg secara real time pada aplikasi. TAMANU secara bertahap akan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman berdasarkan kebiasaan dari petani.

H. Kesimpulan
TAMANU, prototype smart garden yang memiliki fitur kelembaban suhu ruangan, intensitas cahaya, dan jumlah volume air, telah selesai dibuat
dengan hasi karya sesuai rencana Tim migren














CUBETENDANCE (ITS)
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 
Kemajuan dunia digitalisasi ternyata tak membuat penggunaan kertas menurun. Konsumsi kertas dalam kehidupan sehari-hari masih sangat tinggi, utamanya dalam dunia pendidikan. Konsumsi kertas di  Indonesia per kapital sebesar 27 kg/orang/tahun atau 11 rim atau 11 batang pohon dengan jumlah  sampah kertas di Indonesia per hari mencapai 17 ribu ton. Karena kita mengetahui bahan baku dari  pembuatan kertas adalah kayu yang diambil dari hutan Tidak dipungkiri lagi, hutan merupakan paru-paru dunia, hutan memberikan pasokan oksigen yang tinggi dan memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi sehingga mampu menjaga keseimbangan alam. Jika penebangan pohon dilakukan terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan kertas yang tinggi tanpa diimbangi dengan penanaman pohon yang seimbang, maka akan terjadi kerusakan alam. Di samping itu, isu tentang kerusakan hutan aklbat pembukaan lahan yang menyebabkan kerusakan besar terhadap hutan harus juga menjadi pertimbangan untuk dapat mengefektifkan penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh permasalahan penggunaan kertas adalah absensi konvensional pada sistem
pendidjkan di sekolah maupun universitas. Kami beranggapan bahwa kertas yang digunakan untuk
absensi pada akhimya tidak akan berguna apabila untuk setiap pergantian semester perlu menggunakan kertas yang baru, dan tidak mendaur ulang limbah penggunaan kertas sebelumnya. Revolusi indutri 4.0 dewasa ini juga menuntut kami untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam memperoleh solusi atas masalah-masalah yang ada Dengan adanya permasalahan tersebut diperlukan sebuah platform daring untuk mengurangi penggunaan kertas dalam melakukan absensi konvensional yang tetap dapat mengatasi masalah yang ada tanpa mengurangi kelebihan-kelebihan yang ada.

1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang yang sudah disebutkan, rumusan masalah yang bisa diambil adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi Cubeacon pada Sistem Informasi Absensi ?
2. Apa yang membuat Sistem Absensi menggunakan Cubeacon lebih easien dibandigkan dengan absensi
konvensional ?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, tujuan yang ingin dicapai dari proyek ini
adalah.
l. Dengan pembuatan sistem absensi tanpa kertas, diharapkan menjadi sebuah sistem absensi
yang lebih ramah lingkungan.
2. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah pengolahan
data absensi.
3. Pada sistem yang akan dibuat, diharapkan dapat mengurangi celah kecurangan yang
sering terjadi pada sistem absensi konvensional.

1.4 Keluaran Yang Diharapkan
Penulis mengharapkan alat yang dibuat dapat bermanfaat bagi instansi yang biasanya memanfaatkan sistem absensi konvensional dalam kegiatannya. Alat ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas.
CUBETENDANCE yang penulis buat dapat memenuhi persyaratan sebagai sistem otomatis absensi yang mudah pengolahan datanya dan berpotensi digunakan sebagai sistem umum absensi di Indonesia. Kemudian mendukung karya-karya lokal Indonesia dengan memanfaatkan Cubeacon
sebagai komponen utama dimana Cubeacon tersebut merupakan karya anak bangsa yang patut didukung pengembanganya.

3.1 Kesimpulan
penggunaan kertas dalam melakukan absensi dianggapnkurang efisien, baik dalam pengolahan maupun rekapitulasi data, serta kurang ramah lingkungan . sehingga kami mengembangkan sistem absensi dengan memanfaatkan teknologi bluetooth low-Energy yang dipancarakan oleh cubeacon. absensi menggunakan cubeacon dianggap lebih terintegrasi  dibandingkan dengan absensi konvensional










SMART PARKING (Politeknik Pos Indonesia Bandung)
A.Latar Belakang
Meningkatkan jumlah penduduk menyebabkan bertambah pula kepemilikan
kendaraan pribadi. Hal ini menimbulkan perlunya lahan parkir akan semakin
meningkat, terutama di daerah perkotaan yang padat. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut maka pada kawasan-kawasan tertentu disediakan tempat pakir. Tempat
parkir merupakan tempat dimana pemilik kendaraan menghentikan kendaraanya
dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan pemilik kendaraan. Tempat
parkir biasanya dapat berupa gedung parkir dan taman parkir.
Namun permasalahan akan timbul ketika tempat parkir tersebut sangat luas
areanya, apalagi tempat parkir yang berupa gedung yang tentunya memiliki
beberapa lantai yang menyebabkan pemilik kendaraan kesulitan dalm mencari slot
parkir yang kosong dan mau tidak mau pemilik kendaraan berkeliling terlebih
dahulu untuk mencarinya. Hal ini akan membuang waktu si pemilik kendaraan.
Keamanan dari tempat parkir tersebut juga belum tentu terjamin, sehingga
memungkinkan terjadinya pencurian kendaraan. Untuk memudahkan kita mencari
slot parkir tanpa perlu menghabiskan waktunya untuk mengelilingi tempat parkir.
Dengan teknologi hari ini memungkinkan kita dapat mencari tempat parkir yang
kosong tanpa menghabiskan waktu kita, dengan suatu alat yang terhubung dengan
kamera CCTV yang akan menginformasikan dimana slot parkir yang kosong.
Sebuah alat berbasis IoT dengan menggunakan library OpenCV yang
nantinya bisa mendeteksi slot parkir mana yang masih kosong dan akan dipetakan.
Hasil pemetaan tersebut akan disimpan Firebase. Nantinya data yang telah
disimpan di Firebase tersebut akan diambil dan ditampilkan pada monitor yang
telah disediakan di tempat pengambilan tiket parkir dan ditampilkan pada aplikasi
berbasis mobile. Sehingga nantinya pemilik kendaraan juga dapat memindai QR Code
dengan aplikasi Smart Parking Mobile untuk menandai slot parkir kendaraanya.
Ketika pemilik kendaraan keluar dari slot parkir akan muncul reminder dari aplikasi
Smart Packing Mobile untuk memvalidasi bahwa benar pengemudi tersebut adalah
pemilik kendaraan.

B. Tujuan
a) Memudahkan pemilik kendaraan dalam menemukan slot parkir yang kosong.
b) Pemilik kendaraan dapat mengetahui posisi kendaraanya ketika ia lupa.

C. Luaran Yang Dihasilkan
a) Pemilik kendaraan mudah dalam menemukan slot parkir yang kosong
sehingga ia tidak perlu membuang-buang waktu untuk mencari slot parkir
yang kosong.
b) Pemilik kendaraan mudah mengetahui posisi kendaraannya ketika ia lupa.

D. Deskripsi Karya
Alat yang kami kembangkan digunakan untuk mendeteksi slot parkir yang
telah terisi kendaraan atau belum. Informasi tersebut nantinya bisa ditampilkan di
aplikasi mobile pada tiap-tiap pengemudi dan aplikasi dekstop di awal masuk
tempat parkir. Pemilik kendaraan juga bisa mengetahui posisi dimana ia parkir
dengan cara memindai QR Code yang ada di setiap slot parkir. Nantinya pada
aplikasi Smart Parking Mobile akan menampilkan posisi dimana pemilik kendaraan keluar
dari slot parkir akan muncul reminder dari aplikasi Smart Parking Mobile untuk
memvalidasi bahwa benar pengemudi tersebut pemilik kendaraan.

E. Rancangan Karya
Karya membuat alat tersebut menggunakan bahasa pemrograman Python.
Pada alat tersebut kami menggunakan library OpenCV untuk mendeteksi slot parkir
yang kosong dan Firebase untuk menyimpan datanya.
Sedangkan untuk menampilkan hasil dari alat, kami menggunakan bahasa
pemrograman Java dengan menggunakan Android Studio untuk mengembangkan
aplikasi berbasis mobile dan bahasa pemrograman Javascript untuk
mengembangkan aplikasi berbasis dekstop. Sehingga konsep yang kami buat
nantinya dapat terealisasikan.

F. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembuatan Smart Parking ini yaitu sebagai berikut:
a) Alat sudah dapat menentukan slot mana yang kosong dan terisi
menggunakan library OpenCV.
b) Aplikasi Smart Parking Mobile sudah dapat menampilkan
keberadaan memindai QR Code yang ada pada slot parkir, kemudian
aplikasi akan menunjukkan keberadaan kendaraan dengan memberi
warna kuning pada slot.








--------------------



------------------------------------

-------------------------------------

2 komentar:

  1. itu smart parkingnya pakai raspberry atau camera CCTV saja?

    BalasHapus
  2. itu smart parkingnya hanya menggunakan camera CCTV saja, atau menggunakan tambahan mikrokontroller raspberry pi?

    BalasHapus