Kamis, 10 Oktober 2019

(KEL2) CARA MEMBUAT LOAD BALANCER PADA DIGITAL OCEAN



Disusun oleh :


- Muhammad Arief Rahman (17051204047)
- Fikri Ubaidillah (17051204061)
- Jalis Dwi Muthorrar (17051204048)
- Aldi Bariqi (17051204050)
- Syaifullah Abdurrahman (17051204052)
- Abdur Rozaq (17051204078)




Apa itu load balancing?

Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Bagaimana cara kerja load balancing?


Adapun yang perlu dipahami kembali dari pentingnya menggunakan Load balancing untuk website atau aplikasi berbasis web lainnya diantaranya :

  1. Waktu respon adalah manfaat terbesar untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi bebam lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan halaman website.
  2. Dengan Load balancing akan mewarisi sedikit redudansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita akan menyadari downtime apapun.
Pada Digital Ocean, sudah disediakan fitur load balancing jadi kalian tidak perlu repot untuk menginstall sendiri karena hanya beberapa klik saja load balancing pada server anda akan bekerja.
Namun untuk menggunakan fitur ini, digital ocean mengenakan tarif yaitu sebesar 10$/bulan.

Berikut ini adalah cara membuat load balancing pada digital ocean.
Sebelumnya kalian harus mempunyai server yang juga ada di digital ocean, jadi kalian hanya tinggal membuat load balancing.

Saya asumsikan kalian belum mempunyai server pada digital ocean

  1. Pertama klik create droplets



    2. Akan muncul menu seperti ini



   3. Pilih OS dan spesifikasinya beserta negara server yang diinginkan

   4. Klik berapa droplet (server) yang akan dipakai misal ingin ada 5 server dengan spek yang sama lalu klik create droplet.



  5. Setelah selesai silahkan membuat aplikasi anda.

  6. Sekarang klik Create -> Load Balancer



   7. Menu pada load balancers





   8. Pilih datacenter untuk server load balancernya.


   9. Pilih protocol untuk forwarding.


   10. Terdapat beberapa algorithm pada load balancernya.


  • Round Robin :

  • Least Connection :



  • Sticky Sessions :



   11. Pilih sesuai yang anda butuhkan disini saya menggunakan round robin yang bergiliran memutar           pada 3 server yang saya gunakan


   12. Klik Add Droplets




   13. Cari nama droplet anda yang akan anda tambahkan pada loadbalancer


Contoh




   14. Lalu klik add droplets

   Hasilnya akan seperti ini





Terdapat status Healthy yang berarti server aman, jika unhealthy dengan warna merah disampingnya maka server tersebut down dan loadbalancer tidak akan mengakses server tersebut sampai up kembali.


Contoh hasil menggunakan algoritma Round Robin (Bergiliran)

  • Pada pengaksesan pertama akan menggunakan server ke 1
  • Setelah anda reload akan otomatis masuk ke server 2

  • Setelah anda reload kembali otomatis masuk ke server 3



Setelah itu akan kembali lagi ke server 1, jika menggunakan lebih dari 3 server akan terus berputar sampai server terakhir diakses.
Silahkan mencoba: http://138.197.52.110/

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar