Selasa, 07 Mei 2019

MEMBLOKIR SITUS DENGAN WEB PROXY PADA MIKROTIK


Nama Kelompok :

1. Christoper Siahaan (17051204056)
2. Kevin Kurniawan (17051204070)
3. Rhyosvaldo Aurellio T (17051204072)

Perangkat yang dibutuhkan :

1. Roterboard Mikrotik : 1 unit
2. Kabel UTP : 1 unit
3. Laptop sebagai admin : 1 unit
4. Perangkat (pc,hp) sebagai client : sesuai kebutuhan
5. Jaringan internet

Gambar 1.1 

Tujuan :
  1. Mampu mengkonfigurasi Web Proxy pada Router Mikrotik
  2. Mampu memblokir situs menggunakan Web Proxy


Langkah – Langkah
1. Aktifkan terlebih dulu service dari web-proxy pada MikroTik dengan pengaturan pada menu IP -> Web Proxy

Gambar 1.2

                                                                     
Kemudian centang pilihan Enable, dan tentukan pada port berapa proxy bekerja. By default web-proxy akan bekerja pada port 8080. 
Gambar 1.3
                                                                       


2. Sampai langkah ini, web-proxy pada Router Mikrotik sudah aktif sebagai Regular HTTP Proxy. Dengan kata lain jika PC Client ingin menggunakan service proxy ini, maka harus disetting secara manual pada web browser masing-masing client dengan menunjuk ip-mikrotik port 8080. 
Agar tidak perlu setting web-browser client satu per satu, ubah web-proxy Mikrotik agar berfungsi sebagai Transparent Proxy. Implementasinya, gunakan fitur NAT untuk membelokan semua traffic browsing HTTP (tcp 80) yang berasal dari client ke fitur internal web-proxy yang sudah diaktifkan sebelumnya. Untuk membuatnya masuk pada menu IP->Firewall->NAT->Klik +

Gambar 1.4
                                                                     
                                                                         
3. Selanjutnya, karena semua traffic HTTP dari client sudah masuk ke web-proxy, maka bisa dilakukan manajemen. Salah satunya adalah melakukan blocking akses client ke website tertentu.
Block Website 
Untuk melakukan block akses client ke website tertentu dapat dilakukan pada menu Webproxy -> Access. 
Gambar 1.5

Tambahkan rule web-proxy access baru. Dalam contoh ini, client tidak diperbolehkan akses ke www.detik.com. Definisikan website yang akan diblock pada parameter dst-host dengan action = deny. 
Gambar 1.6


4.  Jika  diperhatikan, penulisan dst-host tidak menggunakan alamat website lengkap akan tetapi menggunakan tanda bintang (*) di depan dan belakang nama/alamat website. Tanda * dimaksudkan sebagai wildcard untuk menggantikan semua karakter. Dengan ditambahkan wildcard, traffic client yang menuju ke website yang URL-nya terdapat kata Detik.com akan diblock. 

Coba browsing ke alamat www.detik.com , maka secara otomatis Web-Proxy MikroTik akan melakukan pemblokiran terhadap website tersebut dan menampilkan pesan error pada browser client. 

Gambar 1.7

Kesimpulan

Pada percobaan pemblokiran situs menggunakan web proxy pada mikrotik, dapat disimpulkan bahwa:

1. Web-proxy dapat digunakan untuk memblokir situs.
2. Konfigurasi proxy yang dilakukan menggunakan fungsi filtering.
3. Alamat yang masuk dalam daftar filtering, tidak dapat diakses oleh client.
4. dalam block situs menggunakan web proxy, bisa dilakukan redirect website yang diblock ke alamat situs lain.
5. Dengan mensetting transparent proxy setiap request dari client akan dialihkan ke port web proxy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar