Disusun oleh:
Ahmad Jouwdad Aufa Robbani (25051204163)
Sidqiana Azzahra (25051204037)
Garda Putra Widi Sanjaya (25051204160)
Muh. Arga Gumilang Sulfa (25051204183)
Ahmad Sulthan Maulana Yusuf (25051204118)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup, terutama tanaman. Air sebagai komponen utama yang dibutuhkan di berbagai proses vital seperti penyerapan nutrisi, fotosintesis, dan semacamnya. Maka dari itu, kesesuaian kadar air sangat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan pada tanaman tersebut. Kelebihan kadar air yang diberikan berpotensi menghambat respirasi akar, sehingga tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Jika dibiarkan, pertumbuhan tanaman pun terhambat, bahkan membusuk. Begitu pula jika kadar air yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan tanaman, proses fotosistesis tidak dapat dilakukan secara maksimal, rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Berdasarkan kebiasaan masyarakat pada umumnya, petani menyiram tanaman dengan kadar air menurut perkiraan saja, tanpa didasarkan data yang akurat. Sementara perubahan cuaca dapat berubah kapan saja. Hal ini membuktikan perlunya sistem pendeteksi kondisi kelembapan tanah secara real-time demi kesesuaian kadar air yang diberikan.
Teknologi berkembang begitu pesat, menghadirkan berbagai inovasi yang mampu dijadikan sebagai solusi dari segala aspek kehidupan. Salah satunya, pengembangan Arduino dan ESP32. Alat ini merupakan kit elektronik sebagai pengendali mikro open source dalam proyek perangkat lunak untuk memudahkan penggunaan elektronik di berbagai bidang. Dalam praktikum ini, Arduino diaplikasikan sebagai inti dari sistem pendeteksi kelembapan tanah menggunakan sensor kelembapan (soil moisture sensor). Data yang diperoleh dari sensor akan diproses oleh ESP32 untuk mengontrol penyiraman tanaman secara otomatis atau memberikan notifikasi berupa indikator LED.
Implementasi sistem berbasis ESP32 ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif, efisien, dan terjangkau untuk mengoptimalkan irigasi tanaman. Sistem ini tidak hanya membantu mencegah penyiraman berlebihan atau kekurangan air, tetapi juga menghemat tenaga dan sumber daya air. Pada akhirnya, teknologi sederhana ini berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman, mendukung praktik pertanian berkelanjutan, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya presisi dalam perawatan tanaman di era digital.