Tampilkan postingan dengan label arduino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arduino. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2025

ARDUINO ESP32 SEBAGAI PENDETEKSI KELEMBAPAN TANAH UNTUK MENINGKATKAN KESESUAIAN KADAR AIR PADA TANAMAN

 Disusun oleh:

Ahmad Jouwdad Aufa Robbani                  (25051204163)

Sidqiana Azzahra                                        (25051204037)

Garda Putra Widi Sanjaya                          (25051204160)

Muh. Arga Gumilang Sulfa                        (25051204183)

Ahmad Sulthan Maulana Yusuf                 (25051204118)


BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

    Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup, terutama tanaman. Air sebagai komponen utama yang dibutuhkan di berbagai proses vital seperti penyerapan nutrisi, fotosintesis, dan semacamnya. Maka dari itu, kesesuaian kadar air sangat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan pada tanaman tersebut. Kelebihan kadar air yang diberikan berpotensi menghambat respirasi akar, sehingga tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Jika dibiarkan, pertumbuhan tanaman pun terhambat, bahkan membusuk. Begitu pula jika kadar air yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan tanaman, proses fotosistesis tidak dapat dilakukan secara maksimal, rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Berdasarkan kebiasaan masyarakat pada umumnya, petani menyiram tanaman dengan kadar air menurut perkiraan saja, tanpa didasarkan data yang akurat. Sementara perubahan cuaca dapat berubah kapan saja. Hal ini membuktikan perlunya sistem pendeteksi kondisi kelembapan tanah secara real-time demi kesesuaian kadar air yang diberikan.

    Teknologi berkembang begitu pesat, menghadirkan berbagai inovasi yang mampu dijadikan sebagai solusi dari segala aspek kehidupan. Salah satunya, pengembangan Arduino dan ESP32. Alat ini merupakan kit elektronik sebagai pengendali mikro open source dalam proyek perangkat lunak untuk memudahkan penggunaan elektronik di berbagai bidang. Dalam praktikum ini, Arduino diaplikasikan sebagai inti dari sistem pendeteksi kelembapan tanah menggunakan sensor kelembapan (soil moisture sensor). Data yang diperoleh dari sensor akan diproses oleh ESP32 untuk mengontrol penyiraman tanaman secara otomatis atau memberikan notifikasi berupa indikator LED.

    Implementasi sistem berbasis ESP32 ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif, efisien, dan terjangkau untuk mengoptimalkan irigasi tanaman. Sistem ini tidak hanya membantu mencegah penyiraman berlebihan atau kekurangan air, tetapi juga menghemat tenaga dan sumber daya air. Pada akhirnya, teknologi sederhana ini berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman, mendukung praktik pertanian berkelanjutan, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya presisi dalam perawatan tanaman di era digital.

Kamis, 11 Desember 2025

ARDUINO UNO PADA SENSOR PARKIR ALARM MOBIL

 

Disusun oleh :

Excel Maulana Ramadhan              (25051204033)

Alfia Rahmatika                              (25051204035)

Muhammad Ali Ibrahim                  (25051204107)

Devina Rahma Cahyono                  (25051204246)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Saat ini, banyak pengendara mengalami kesulitan saat parkir, terutama ketika ruang parkir sempit atau terlihat objek di belakang kendaraan tidak jelas hal ini berisiko menimbulkan benturan, kerusakan, atau celaka. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, diperlukan sistem bantu parkir yang mampu mendeteksi jarak antara mobil dan objek di sekitarnya secara otomatis sehingga pengemudi mendapat peringatan sebelum terjadi tabrakan. Sistem berbasis mikrokontroler dan sensor telah menjadi solusi praktis dalam hal ini. Dengan menggunakan Arduino (misalnya Arduino Uno) dan sensor jarak (misalnya sensor ultrasonik), dapat dibangun prototipe alat “sensor parkir + alarm” yang memberikan peringatan (suara / visual) saat jarak dengan objek belakang mobil mendekati batas aman sehingga memudahkan pengemudi dalam melakukan parkir dengan aman. Oleh karena itu, melalui praktikum ini diharapkan mahasiswa memahami cara kerja sistem elektronik dan mikrokontroler dalam aplikasinya pada kendaraan, serta penerapan desain alat bantu parkir yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara.

PENGAPLIKASIAN ARDUINO PALANG PINTU OTOMATIS BERBASIS ARDUINO DAN MOTOR SERVO

 

Disusun Oleh:

Aldi Abdurrahmna Nafis             (25051204108)

Muhammad Rizqy Yusuf            (25051204182)

Ahmad Ilham Muzakky             (25051204120)

Zahra Nessa Airienne                 (25051204162)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

    Perkembangan teknologi di bidang elektronika dan otomasi semakin pesat,
khususnya dalam penerapan sistem kendali otomatis yang mempermudah
aktivitas manusia. Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah pada sistem
palang pintu otomatis yang banyak digunakan di area parkir, perlintasan
kereta api, maupun akses masuk gedung. 

    Pada sistem konvensional, palang pintu masih banyak dioperasikan secara
manual sehingga membutuhkan tenaga manusia, waktu yang relatif lebih
lama, serta memiliki risiko kesalahan dalam pengoperasian. Selain itu, sistem
manual juga kurang efisien dalam pengontrolan keluar masuk kendaraan,
terutama pada kondisi lalu lintas yang padat. 

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu sistem otomatis
yang mampu bekerja secara cepat, akurat, dan efisien. Arduino sebagai
mikrokontroler yang bersifat open-source dan mudah diprogram dapat
dimanfaatkan sebagai pusat kendali sistem. Sementara itu, motor servo
digunakan sebagai penggerak palang pintu karena mampu bergerak dengan
sudut yang presisi. 

    Oleh karena itu, dibuatlah project Palang Pintu Otomatis Berbasis Arduino
dan Motor Servo sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan
kemudahan dalam sistem akses keluar masuk kendaraan. Project ini
diharapkan dapat menjadi media pembelajaran dalam penerapan
mikrokontroler serta memberikan manfaat nyata dalam bidang otomasi.
 

IMPLEMENTASI SISTEM INPUT-OUTPUT (I/O) PADA ARSITEKTUR MIKROKONTROLER ESP32 : STUDI KASUS TEMPAT SAMPAH OTOMATIS


 Disusun oleh:

Muhammad Taqiy Ananta Fauzan       (25051204166)

Ferdinand Rizky Putra Maulana          (25051204217)

Mochammad Hafiz Zamrizad              (25051204231)

Auralia Ludmilla Dita                           (25051204232)


BAB I
PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

Banyak orang malas membuang sampah di tempat sampah yang memiliki penutup karena harus menyentuh penutupnya untuk bisa membuang sampah ke dalam tempatnya. Dengan memegang penutup tempat sampah, kita dapat terpapar bakteri yang ada pada tempat sampah. Oleh karena itu, beberapa orang lebih memilih membuang sampah di tempat sampah yang tidak ada penutup nya atau membuang sampah dengan di lempar untuk menghindari bakteri.

    Tempat sampah yang bersih dan juga memiliki sentuhan teknologi akan membuat orang tertarik untuk membuang sampah dengan mencoba teknologi pada tempah sampah. Oleh karena itu, kami membuat tempat sampah yang memiliki penutup yang bisa terbuka menggunakan sensor. Dengan menggunakan sensor orang bisa membuang sampah di tempatnya secara higienis.  

PENGGUNAAN ARDUINO SEBAGAI SISTEM DETEKSI KETINGGIAN AIR (FLOOD DETECTOR)

 

Disusun Oleh:

Heaven Arvian Marcello Devin                      (25051204032)

Ravelino Hermanto                                           (25051204151)

Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar           (25051204181)

Ahmad Aditya Ardiansyah                              (25051204203)



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Indonesia merupakan negara dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan
bencana banjir menjadi salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi. Banyak
daerah mengalami kenaikan permukaan air secara tiba-tiba akibat drainase buruk,
intensitas hujan tinggi, dan meluapnya sungai. Oleh karena itu, diperlukan sistem
pendeteksian dini yang mampu memantau ketinggian air secara real-time.

    Pada era modern, teknologi mikrokontroler seperti Arduino memberikan kemudahan
dalam pembuatan alat monitoring sederhana tetapi fungsional. Sensor Ultrasonik
HC-SR04 dapat mengukur jarak permukaan air tanpa bersentuhan langsung,
sehingga lebih aman dan cocok digunakan pada area rawan banjir.

    Melalui praktikum simulasi ini, mahasiswa mempelajari bagaimana sebuah
mikrokontroler bekerja berdasarkan konsep arsitektur komputer
(Input–Proses–Output). Proyek ini menampilkan bagaimana data jarak diproses
menjadi informasi level air, ditampilkan pada LCD, dan memberikan peringatan
menggunakan LED dan buzzer. 

Selasa, 13 April 2021

Laporan IOT (Internet of Things): SENSOR CAHAYA GELAP AROMATIK, DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO DAN LDR

 

Laporan IOT (Internet of Things):
SENSOR CAHAYA GELAP AROMATIK, DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO DAN LDR

Mata Kuliah:
Arsitektur dan Organisasi Komputer
 
Dosen Pengampu:
Aditya Prapanca, S. T., M. Kom.




Disusun Oleh 

Kelompok 11 

Kelas 
TI-2020A:


    1.     Nur Anisa Oktaviani                                                            (20051204021)

          2.     Norman Jayaperlaga                                                            (20051204053)          

          3.     Neha Nur Anisah                                                                  (20051204081)        

          4.     Ahmad Mustofa Akbar                                                        (20051204107)



Link Video YouTube: https://youtu.be/fpvP-HUFeLM




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

         Teknologi adalah suatu sistem yang diciptakan dan dikembangkan untuk membantu atau mempermudah pekerjaan secara langsung ataupun secara tidak langsung baik untuk perusahaan, kantor ataupun dirumah. Semakin modern sebuah zaman maka semakin banyak manusia yang mengembangkan teknologi untuk mempermudah pekerjaannya seperti membuat dan memakai rangkaian sensor cahaya yang telah dirancang tergantung dengan keinginan manusia itu sendiri sehingga dapat melakukan fungsi-fungsi kontrol. 

        Pada kehidupan sehari-hari orang tidak pernah lepas dari penerangan lampu listrik. Untuk menghemat penggunaan daya listrik yang berlebihan, umumnya dilakukan dengan memutus aliran listrik menggunakan saklar manual. Tetapi penggunaan saklar manual dianggap kurang efektif karena seringkali orang lupa untuk mematikannya. Dengan perkembangan teknologi, kita telah dapat membuat sebuah saklar yang bisa bekerja secara otomatis untuk menyalakan dan mematikan lampu tanpa harus menekan tombol saklar. Salah satu jenis resistor yang peka terhadap perubahan cahaya adalah LDR. Resistansi LDR akan berubah seiring dengan intensitas cahaya yang mengenainya. Akan tetapi karena respon terhadap cahaya cukup lambat, maka LDR tidak dapat digunakan ketika intensitas cahaya berubah secara drastis.