Senin, 14 September 2026

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI ESP32 UNTUK MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN WOKWI

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI ESP32 UNTUK MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN WOKWI

 

Mata Kuliah Internet of Things


Disusun Oleh Kelompok 6:

     Alen Anang Saputri                                   24051204133

     Detha Gracio Anggara Palimbunga           24051204219

     Larasati Dwi Ariyanti Putri                       24051204118

     Pratindo Tri Akta                                       24051204189



Dosen Pengampu:

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.


PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2026


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Integrasi teknologi sistem tertanam (embedded system) dan komputasi cerdas telah menjadi fondasi utama dalam modernisasi sistem pemantauan lingkungan (environmental monitoring system). Parameter fisis atmosfer seperti temperatur dan kelembapan relatif (relative humidity) memegang peranan krusial dalam berbagai domain strategis, mulai dari pengkondisian mikroklimat pada sistem pertanian presisi (smart agriculture), pemeliharaan stabilitas ruang server komputasi, pemantauan laboratorium kimia-farmasi, hingga otomasi kenyamanan termal dalam ruang hunian (smart home). Deviasi nilai pada parameter-parameter tersebut tanpa pengawasan yang akurat berpotensi menurunkan efisiensi sistem, merusak material sensitif, maupun mengganggu produktivitas operasional. Oleh karena itu, perancangan instrumen pengukuran yang andal, beroperasi secara real-time, dan berbiaya terjangkau menjadi sebuah kebutuhan teknis yang penting.

Mikrokontroler ESP32 berbasis arsitektur dual-core Tensilica Xtensa 32-bit hadir sebagai platform terdepan dalam sistem instrumentasi modern. Selain menawarkan kemampuan pemrosesan berkecepatan tinggi dan dukungan konektivitas nirkabel (Wi-Fi dan Bluetooth Low Energy), ESP32 memiliki fleksibilitas tinggi terhadap berbagai protokol komunikasi data dan periferal I/O. Untuk akuisisi data lingkungan, modul sensor DHT22 (AM2302) kerap diaplikasikan karena keunggulannya dalam mentransmisikan sinyal digital terkalibrasi melalui antarmuka single-bus, dengan rentang pengukuran yang luas serta tingkat presisi yang superior dibandingkan sensor generasi pendahulunya (seperti DHT11).

Data parameter fisis yang telah diolah oleh mikrokontroler memerlukan media penyajian yang informatif bagi pengguna lokal. Modul penampil Organic Light-Emitting Diode (OLED) berbasis controller SSD1306 dengan antarmuka I2C (Inter-Integrated Circuit) menjadi solusi visualisasi yang ideal. Karakteristik emisif dari panel OLED memungkinkan pembacaan kontras tinggi dengan konsumsi daya yang sangat minimal, sementara pemanfaatan jalur I2C hanya membutuhkan dua pin jalur data (SDA dan SCL), sehingga menghemat alokasi pin I/O pada mikrokontroler.

Dalam tahapan rekayasa sistem, pengujian perangkat keras secara langsung sering kali berhadapan dengan risiko kerusakan komponen akibat kesalahan pengkabelan (wiring errors), keterbatasan ketersediaan modul, serta siklus debugging yang lambat. Pemanfaatan platform simulasi virtual modern seperti Wokwi memungkinkan analisis alur kerja sistem, verifikasi arsitektur sirkuit, dan validasi kode pemrograman (firmware) dilakukan secara mendalam dalam lingkungan terkontrol sebelum implementasi purwarupa fisik (physical hardware prototype). Berdasarkan pertimbangan teknis tersebut, praktikum ini difokuskan pada perancangan, simulasi, dan analisis sistem pemantauan suhu dan kelembapan berbasis mikrokontroler ESP32 dengan luaran visual pada layar OLED SSD1306.


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan konteks latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah dalam penelitian dan praktikum ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana merancang skema integrasi sirkuit dan pengkabelan (wiring architecture) yang menghubungkan mikrokontroler ESP32, sensor digital DHT22, dan modul display OLED SSD1306 pada platform simulasi Wokwi?

  2. Bagaimana merumuskan algoritma dan implementasi kode program (firmware) berbasis pustaka Adafruit untuk mengakuisisi data digital temperatur dan kelembapan dari sensor DHT22 secara teratur?

  3. Bagaimana mengonfigurasi protokol antarmuka komunikasi I2C guna memproyeksikan data hasil pembacaan parameter lingkungan ke layar grafis OLED SSD1306 secara real-time dan stabil?

  4. Bagaimana menganalisis akurasi serta karakteristik respon sistem simulasi terhadap perubahan nilai input parameter lingkungan?


1.3 Tujuan Laporan

Adapun tujuan dari penyusunan laporan praktikum ini adalah:

  1. Menganalisis dan mengimplementasikan diagram interkoneksi perangkat keras antara ESP32, sensor DHT22, dan OLED SSD1306 sesuai kaidah transmisi data digital dan bus I2C.

  2. Mengembangkan logika pemrograman berbasis bahasa C/C++ pada framework Arduino guna mengelola proses inisialisasi modul, pembacaan register data sensor, serta konversi nilai numerik.

  3. Mendesain antarmuka grafis pengguna (graphical user interface) berbasis teks pada matriks piksel OLED SSD1306 untuk menyajikan data suhu (dalam satuan Celsius/°C) dan kelembapan relatif (dalam persentase/%RH).

  4. Mengevaluasi performa sistem terintegrasi pada lingkungan virtual Wokwi untuk memvalidasi kelayakan fungsional (functional feasibility) sistem sebelum realisasi ke bentuk perangkat keras riil.


1.4 Manfaat Praktikum

Pelaksanaan praktikum dan penulisan laporan ini diharapkan memberikan nilai manfaat baik secara teoritis maupun praktis:

Manfaat Akademis dan Teoretis:

  • Memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep fundamental sistem tertanam (embedded systems), khususnya mekanisme komunikasi data serial asinkron/sinkron (single-wire bus dan I2C).

  • Memperdalam penguasaan metodologi perancangan perangkat lunak kendali mikrokontroler, abstraksi pustaka (library abstraction), dan manajemen frame buffer pada display grafis beresolusi rendah.

  • Menjadi referensi akademis untuk mata kuliah terkait seperti Komputasi Tertanam, Instrumentasi Elektronika, dan Sistem Kendali Berbasis IoT.


Manfaat Praktis dan Aplikatif:

  • Mengembangkan purwarupa acuan (reference prototype) yang efisien, portabel, dan modular untuk pengaplikasian sistem pemantauan lingkungan mandiri di sektor industri maupun agrikultur.

  • Membiasakan metodologi rekayasa modern berbasis simulation-first development menggunakan simulator Wokwi, yang mampu mereduksi biaya riset (R&D cost) dan meminimalkan potensi kegagalan komponen elektronika pada tahap fabrikasi fisik.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Dasar Teori

2.1.1 Sistem  monitoring Suhu dan Kelembapan

Sistem monitoring merupakan suatu sistem yang digunakan untuk melakukan proses pengukuran, pengumpulan, dan penyajian data dari suatu kondisi tertentu secara berkala. Pada bidang elektronika dan Internet of Things (IoT), sistem monitoring banyak digunakan untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan secara real-time menggunakan sensor dan mikrokontroler.

Suhu dan kelembapan merupakan dua parameter lingkungan yang sering dipantau karena dapat memengaruhi berbagai aktivitas, seperti kenyamanan ruangan, penyimpanan barang, pertanian, dan sistem otomatisasi. Pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat panas atau dinginnya suatu lingkungan, sedangkan kelembapan digunakan untuk mengetahui jumlah kandungan uap air di udara.

Pada sistem monitoring ini, proses pengukuran dilakukan menggunakan sensor DHT22 yang mengirimkan data menuju mikrokontroler ESP32. Data hasil pembacaan kemudian diproses dan ditampilkan melalui layar OLED sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi lingkungan secara langsung.

2.1.2 Mikrokontroler dan Sistem Embedded

Mikrokontroler merupakan sebuah perangkat elektronik yang memiliki fungsi sebagai pusat pengendali suatu sistem. Mikrokontroler terdiri dari unit pemrosesan, memori, serta pin input dan output yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan berbagai perangkat elektronik.

Sistem embedded merupakan sistem komputer khusus yang dirancang untuk melakukan fungsi tertentu dengan menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam penerapannya, mikrokontroler digunakan untuk membaca data dari sensor, melakukan proses pengolahan, serta mengendalikan perangkat keluaran.

Pada proyek ini, ESP32 digunakan sebagai mikrokontroler utama yang bertugas membaca data dari sensor DHT22, mengolah nilai suhu dan kelembapan, kemudian menampilkan hasil pengukuran pada OLED SSD1306.

2.1.3. Sensor Digital DHT22

Sensor DHT22 merupakan sensor digital yang digunakan untuk mengukur temperatur dan kelembapan udara. Sensor ini mampu menghasilkan data dalam bentuk digital sehingga dapat langsung diproses oleh mikrokontroler.

Sensor DHT22 memiliki dua parameter utama, yaitu:

  1. Temperatur
    Temperatur menunjukkan tingkat panas atau dinginnya suatu lingkungan dengan satuan derajat Celsius (°C).

  2. Kelembapan relatif (Relative Humidity)
    Kelembapan relatif menunjukkan jumlah kandungan uap air di udara dengan satuan persen (%RH).

Dalam sistem ini, DHT22 berperan sebagai perangkat input yang melakukan pembacaan kondisi lingkungan dan mengirimkan data tersebut ke ESP32. 

2.1.4 Komunikasi I2C

I2C (Inter-Integrated Circuit) merupakan metode komunikasi serial yang digunakan untuk menghubungkan mikrokontroler dengan perangkat elektronik lainnya menggunakan dua jalur komunikasi utama, yaitu SDA dan SCL.

Pin SDA berfungsi sebagai jalur pengiriman data, sedangkan pin SCL berfungsi sebagai jalur pengatur waktu komunikasi (clock). Penggunaan komunikasi I2C memungkinkan perangkat seperti OLED dapat terhubung dengan mikrokontroler menggunakan jumlah pin yang lebih sedikit.

Pada proyek ini, komunikasi I2C digunakan untuk menghubungkan ESP32 dengan OLED SSD1306 agar data hasil pembacaan sensor dapat ditampilkan pada layar.

2.1.5 Simulator Wokwi 

Wokwi merupakan platform simulasi elektronik yang digunakan untuk merancang dan menguji sistem berbasis mikrokontroler secara virtual. Melalui Wokwi, pengguna dapat membuat rangkaian elektronik, memasukkan kode program, serta menjalankan simulasi tanpa menggunakan perangkat fisik secara langsung.

Penggunaan simulator Wokwi pada praktikum ini bertujuan untuk menguji hubungan antara ESP32, sensor DHT22, dan OLED SSD1306. Simulasi ini membantu memastikan rangkaian dan program dapat berjalan dengan baik sebelum dilakukan implementasi menggunakan komponen sebenarnya.


2.2 Komponen

Pada simulasi sistem monitoring suhu dan kelembapan ini digunakan beberapa komponen utama yang memiliki fungsi berbeda dalam proses pengambilan, pengolahan, dan penyajian data. 

2.2.1 ESP32

ESP32 merupakan mikrokontroler yang digunakan sebagai pusat pengendali sistem. ESP32 memiliki kemampuan untuk membaca data dari sensor, melakukan proses pengolahan melalui program Arduino, serta mengirimkan data menuju perangkat output. Pada simulasi ini, ESP32 berfungsi untuk:

  • Menerima data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22,

  • Mengolah data hasil pembacaan sensor,

  • Mengirimkan informasi ke layar OLED.

2.2.2 Sensor DHT22

DHT22 merupakan sensor digital yang digunakan untuk membaca nilai suhu dan kelembapan lingkungan. Fungsi sensor DHT22 dalam sistem:

  • Mengukur temperatur udara (°C),

  • Mengukur kelembapan udara (%RH),

  • Mengirimkan hasil pengukuran ke ESP32.

Sensor ini dipilih karena memiliki komunikasi digital sehingga mudah dihubungkan dengan mikrokontroler.

2.2.3 OLED SSD1306

OLED SSD1306 merupakan modul layar yang digunakan sebagai media tampilan informasi. Modul ini memiliki resolusi 128 × 64 piksel dan menggunakan komunikasi I2C. Fungsi OLED dalam sistem:

  • Menampilkan nilai temperatur,

  • Menampilkan nilai kelembapan,

  • Memberikan informasi hasil monitoring kepada pengguna.

2.2.4 Kabel Penghubung (Jumper Wire)

Kabel jumper digunakan untuk menghubungkan antar komponen elektronik sehingga dapat terjadi komunikasi dan aliran tegangan. Pada simulasi ini kabel digunakan untuk menghubungkan:

  • ESP32 dengan sensor DHT22,

  • ESP32 dengan OLED SSD1306.

2.2.5 Platform Wokwi

Wokwi digunakan sebagai media simulasi rangkaian elektronik. Platform ini memungkinkan proses perancangan, pemrograman, dan pengujian sistem dilakukan secara virtual. Dalam proyek ini, Wokwi digunakan untuk:

  • Membuat rangkaian ESP32,

  • Melakukan konfigurasi sensor dan OLED,

  • Menjalankan program Arduino,

  • Melihat hasil tampilan monitoring.


BAB III
PEMBAHASAN


3.1 Penjelasan Simulasi

3.1.1 Perangkat dan Skema Rangkaian

  • ESP32

  • Sensor DHT22

  • OLED SSD1306

  • Platform Wokwi

3.1.2 Langkah-Langkah Simulasi

  1. Membuka platform Wokwi melalui browser, kemudian membuat project baru dengan memilih ESP32 Dev Module sebagai mikrokontroler yang digunakan.

  2. Menambahkan komponen DHT22 dan OLED SSD1306 128×64 ke dalam area kerja Wokwi.

  3. Menghubungkan sensor DHT22 dengan ESP32. Pin VCC dihubungkan ke 3V3, pin GND dihubungkan ke GND, sedangkan pin DATA dihubungkan ke GPIO 2 pada ESP32.

  4. Menghubungkan OLED SSD1306 dengan ESP32 menggunakan komunikasi I2C. Pin VCC dihubungkan ke 3V3, GND ke GND, SDA ke GPIO 21, dan SCL ke GPIO 22.

  5. Membuka bagian sketch.ino, kemudian memasukkan program yang digunakan untuk membaca data dari sensor DHT22 dan menampilkannya pada OLED. Program menggunakan library Wire.h, Adafruit_GFX.h, Adafruit_SSD1306.h, dan DHT.h.

  6. Pada program, ukuran OLED ditentukan sebesar 128×64 piksel, sedangkan sensor DHT22 diatur menggunakan GPIO 2. OLED juga diinisialisasi menggunakan alamat I2C 0x3C.

  7. Setelah rangkaian dan program selesai dibuat, menjalankan simulasi dengan menekan tombol Play pada Wokwi.

  8. Saat simulasi berjalan, ESP32 membaca nilai suhu menggunakan fungsi readTemperature() dan nilai kelembapan menggunakan fungsi readHumidity() dari sensor DHT22.

  9. Data hasil pembacaan kemudian diproses oleh ESP32. Apabila pembacaan sensor gagal, program akan menampilkan tulisan “Failed”. Apabila pembacaan berhasil, nilai suhu dan kelembapan akan disusun menjadi teks.

  10. Hasil pembacaan suhu dan kelembapan kemudian ditampilkan pada bagian tengah layar OLED SSD1306.

  11. Mengamati hasil simulasi dan memastikan OLED dapat menampilkan nilai suhu dan kelembapan yang diperoleh dari sensor DHT22.

3.1.3 Hasil Simulasi dan Cara Kerja Sistem

Berdasarkan pengujian di simulator Wokwi, sistem monitoring suhu dan kelembapan telah berfungsi sesuai dengan rencana. Ketika simulasi diaktifkan, mikrokontroler ESP32 berhasil menyalakan layar OLED dan mengambil data dari sensor DHT22. Nilai suhu (dalam derajat Celcius) dan persentase kelembapan udara ditampilkan secara langsung di tengah layar OLED (contohnya: 24.0°C40.0%), serta juga dicetak pada Serial Monitor. Apabila nilai pada sensor virtual DHT22 dimodifikasi lewat antarmuka Wokwi, layar OLED akan segera memperbarui tampilan angka itu.

Berdasarkan arsitektur antarmuka dalam berkas diagram.json, terdapat dua saluran komunikasi utama yang dikelola oleh ESP32:

  • Komunikasi Data Digital (Sensor): Pin data DHT22 secara khusus terhubung ke pin GPIO 2 di ESP32. Pin ini digunakan untuk menerima rangkaian paket data digital (bitstream) pembacaan suhu dan kelembapan.

  • Komunikasi I2C (Layar OLED): Layar SSD1306 menggunakan protokol Inter-Integrated Circuit (I2C) yang terhubung melalui pin 22 (sebagai SCL/Clock) dan pin 21 (sebagai SDA/Data). Di dalam berkas JSON, alamat memori layar (I2C Address) secara eksplisit telah disetting pada 0x3c, yang mana ini sangat penting untuk sinkronisasi dengan perintah oled.begin(SSD1306_SWITCHCAPVCC, 0x3C) dalam kode program.

Program ini memerlukan ekosistem pustaka eksternal yang terdapat dalam berkas libraries.txt, termasuk Adafruit GFX Library, Adafruit SSD1306, serta pustaka sensor DHT. Berikut adalah tinjauan proses kerja dari algoritma utama:

  • Ekstraksi dan Validasi Data (Error Handling)


float humi = dht22.readHumidity();

float tempC = dht22.readTemperature();

if (isnan(humi) || isnan(tempC)) {

    displayString = "Failed";

}


Data mentah dari sensor diambil dan disimpan dalam variabel berformat float (angka desimal) untuk mempertahankan ketepatan pengukuran. Untuk menghindari program crash akibat sensor yang terputus atau rusak, diterapkan logika validasi dengan menggunakan fungsi isnan() (Is Not a Number). Apabila data tidak dapat dibaca, variabel akan diisi dengan string "Failed".


  • Manipulasi dan Penggabungan String (Concatenation)


displayString = String(tempC, 1); // one decimal places

displayString += "°C";


Data float tidak bisa langsung ditampilkan mentah bersama teks di layar. Sebagai akibatnya, dilakukan pengubahan tipe data menjadi tipe String dengan parameter 1 untuk membatasi angka desimal menjadi hanya satu digit setelah koma. Variabel ini lalu digabungkan secara dinamis dengan simbol derajat Celcius (°C) dan persen (%) lewat operator penugasan (+=).


  • Algoritma Penempatan Teks Presisi (UI/UX Logic)


oled.getTextBounds(text, 0, 0, &x1, &y1, &width, &height);

oled.setCursor((SCREEN_WIDTH - width) / 2, (SCREEN_HEIGHT - height) / 2);


Teks yang muncul tepat di tengah layar OLED tidak ditampilkan secara manual, tetapi melalui perhitungan matematis dalam fungsi kustom oledDisplayCenter(). Fungsi getTextBounds berfungsi untuk menghitung ukuran bounding box (lebar dan tinggi dalam piksel) dari teks dinamis yang akan dicetak. Algoritma selanjutnya menempatkan kursor (koordinat X dan Y) menggunakan rumus setengah dari selisih resolusi layar (128x64) dan ukuran teks, menjamin teks tetap terpusat (centred) secara vertikal dan horizontal tanpa memedulikan jumlah digit angka yang dihasilkan oleh sensor.


3.2 Kode Program

#include <Wire.h>

#include <Adafruit_GFX.h>

#include <Adafruit_SSD1306.h>

#include <DHT.h>


#define SCREEN_WIDTH 128 // OLED display width, in pixels

#define SCREEN_HEIGHT 64 // OLED display height, in pixels


#define DHT22_PIN 2 // pin connected to DHT22 sensor


Adafruit_SSD1306 oled(SCREEN_WIDTH, SCREEN_HEIGHT, &Wire, -1); // create SSD1306 display object connected to I2C

DHT dht22(DHT22_PIN, DHT22);


String displayString;


void setup() {

  Serial.begin(9600);


  // initialize OLED display with address 0x3C for 128x64

  if (!oled.begin(SSD1306_SWITCHCAPVCC, 0x3C)) {

    Serial.println(F("SSD1306 allocation failed"));

    while (true);

  }


  delay(2000);       // wait for initializing

  oled.clearDisplay(); // clear display


  oled.setTextSize(2);      // text size

  oled.setTextColor(WHITE); // text color

  oled.setCursor(0, 10);    // position to display


  dht22.begin();            // initialize DHT22 the temperature and humidity sensor


  displayString.reserve(10); // to avoid fragmenting memory when using String

}


void loop() {

  float humi = dht22.readHumidity();    // read humidity

  float tempC = dht22.readTemperature();// read temperature


  // check if any reads failed

  if (isnan(humi) || isnan(tempC)) {

    displayString = "Failed";

  } else {

    displayString = String(tempC, 1); // one decimal places

    displayString += "°C";

    displayString += String(humi, 1); // one decimal places

    displayString += "%";

  }


  Serial.println(displayString);      // print the temperature and humidity

  oledDisplayCenter(displayString);   // display temperature and humidity centered

}


void oledDisplayCenter(String text) {

  int16_t x1;

  int16_t y1;

  uint16_t width;

  uint16_t height;


  oled.getTextBounds(text, 0, 0, &x1, &y1, &width, &height);


  // display on horizontal and vertical center

  oled.clearDisplay(); // clear display

  oled.setCursor((SCREEN_WIDTH - width) / 2, (SCREEN_HEIGHT - height) / 2);

  oled.println(text); // text to display

  oled.display();

}


BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan

Berdasarkan perancangan, implementasi, dan pengujian sistem pemantauan suhu dan kelembapan berbasis ESP32, sensor DHT22, dan display OLED SSD1306 yang disimulasikan melalui platform Wokwi, dapat ditarik beberapa kesimpulan akademis sebagai berikut:

  1. Keberhasilan Integrasi Arsitektur Perangkat Keras:
    Sistem instrumen berhasil diintegrasikan dengan baik melalui pemetaan pin I/O ESP32 yang tepat. Modul sensor DHT22 terhubung secara stabil melalui antarmuka single-bus digital, sementara display OLED SSD1306 berhasil dikonfigurasikan menggunakan protokol komunikasi dua kawat I2C (Inter-Integrated Circuit) pada jalur SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Konfigurasi ini terbukti efisien dalam meminimalkan penggunaan pin GPIO tanpa mengorbankan integritas sinyal data.

  2. Efektivitas Algoritma Akuisisi Data:
    Implementasi kode program (firmware) berbasis bahasa C/C++ pada framework Arduino dengan memanfaatkan abstraksi pustaka Adafruit Sensor dan DHT library mampu mengendalikan siklus pembacaan data lingkungan secara periodik. Mikrokontroler ESP32 berhasil mengekstraksi data mentah dari register sensor DHT22 dan mengonversinya menjadi nilai fisik terukur, yaitu temperatur (°C) dan kelembapan relatif (%RH), dengan respon eksekusi yang konsisten.

  3. Performa Visualisasi Real-Time:
    Pemanfaatan modul penampil OLED SSD1306 (128×64 piksel) melalui pustaka Adafruit GFX dan Adafruit SSD1306 berhasil menyajikan data pembacaan secara informatif dan kontras tinggi. Mekanisme pembaruan buffer display berjalan tanpa kendala flicker, sehingga visualisasi teks parameter fisis dapat dipantau oleh pengguna secara langsung (real-time) setiap kali terjadi pembaruan siklus pembacaan data.

  4. Validasi Fungsional melalui Simulasi Wokwi:
    Pengujian pada lingkungan virtual Wokwi membuktikan kelayakan fungsional sistem secara menyeluruh (proof of concept). Simulasi mampu merespons perubahan nilai parameter input pada sensor secara presisi sesuai logika program yang dirancang. Metodologi simulation-first development ini terbukti efektif sebagai instrumen verifikasi logika rangkaian dan debugging kode sebelum diaplikasikan pada modul perangkat keras fisik.


4.2 Saran

Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi sistem monitoring suhu dan kelembapan berbasis ESP32, sensor DHT22, dan OLED SSD1306 pada platform Wokwi, terdapat beberapa saran yang dapat dilakukan untuk pengembangan sistem selanjutnya.

  1. Sistem yang telah dibuat masih berupa simulasi menggunakan platform Wokwi, sehingga pada pengembangan berikutnya dapat dilakukan implementasi menggunakan perangkat keras secara langsung untuk mengetahui kinerja sistem pada kondisi lingkungan nyata.

  2. Sistem monitoring dapat dikembangkan dengan menambahkan fitur konektivitas internet menggunakan WiFi pada ESP32 sehingga data suhu dan kelembapan dapat dikirim dan dipantau melalui platform Internet of Things (IoT) seperti website atau aplikasi monitoring.

  3. Pengembangan selanjutnya dapat menambahkan media penyimpanan data seperti database atau modul penyimpanan agar riwayat perubahan suhu dan kelembapan dapat direkam serta dianalisis dalam periode tertentu.

  4. Sistem dapat dikembangkan dengan menambahkan komponen pendukung seperti alarm, kipas otomatis, atau aktuator lainnya sehingga sistem tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mampu melakukan pengendalian berdasarkan kondisi lingkungan.

  5. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap sistem embedded dan IoT, pengujian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan sensor DHT22 pada simulasi dengan hasil pengukuran menggunakan perangkat fisik.

DAFTAR PUSTAKA


Adafruit. (n.d.). Adafruit DHT sensor library. GitHub. https://github.com/adafruit/DHT-sensor-library

Adafruit. (n.d.). Adafruit SSD1306. GitHub. https://github.com/adafruit/Adafruit_SSD1306

Arduino. (2023). Wire library: Communication with I2C/TWI devices. Arduino Documentation.  https://docs.arduino.cc/language-reference/en/functions/communication/wire/ 

Espressif Systems. (n.d.). ESP32 series datasheet.  https://documentation.espressif.com/esp32_datasheet_en.pdf 

Espressif Systems. (n.d.). I2C. Arduino-ESP32 Documentation.  https://docs.espressif.com/projects/arduino-esp32/en/latest/api/i2c.html 

Hackster.io. (2017). ESP32 and OLED display: Internet clock - DHT22. https://www.hackster.io/mjrobot/esp32-and-oled-display-internet-clock-dht22-b142e4 

Monk, S. (2022). Programming Arduino: Getting started with sketches (3rd ed.). McGraw Hill. https://www.mheducation.com/highered/mhp/product/programming-arduino-getting-started-sketches-third-edition.html?viewOption=student 

Random Nerd Tutorials. (n.d.). ESP32 OLED display with Arduino IDE.  https://randomnerdtutorials.com/esp32-ssd1306-oled-display-arduino-ide/ 

Wokwi. (n.d.). Wokwi documentation.  https://docs.wokwi.com/ 

Wokwi. (n.d.). ESP32 simulation. Wokwi Documentation.  https://docs.wokwi.com/guides/esp32


LAMPIRAN

- Link Wokwi

https://wokwi.com/projects/474413118426140673




Tidak ada komentar:

Posting Komentar