Tema:
Prospek IT Masa Depan
Sasaran kegiatan: Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika
Skala kegiatan: lokal
Jumlah peserta = 300 Mahasiswa
Sebaran asal peserta: Mahasiswa Baru Angkatan 2018 dan 2017 Jurusan Teknik Informatika
Pembicara kunci: Dadang Andy Krisanto, ST.
Tanggal: 13 September 2018
Aditya Prapanca, Dosen Teknik Informatika UNESA
Haus Ilmu Agama? Silahkan kunjungi: Tausiyah
Bahan Kuliah: Buka
Catatan: Buka
Kamis, 13 September 2018
Senin, 10 September 2018
Kuliah Tamu Jurusan Teknik Informatika - Equnix
Tema:
Leveraging Open Source to Empower Our Independency
Sasaran kegiatan: Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika
Skala kegiatan: lokal
Jumlah peserta = 304 Mahasiswa
Sebaran asal peserta: Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika angkatan 2017, 2016 dan 2015
Pembicara kunci:
1.) Julyanto Sutandang, ST.
2.) Lucky Haryadi, ST.
Tanggal: 30 April 2018
https://www.equnix.asia/
Leveraging Open Source to Empower Our Independency
Sasaran kegiatan: Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika
Skala kegiatan: lokal
Jumlah peserta = 304 Mahasiswa
Sebaran asal peserta: Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika angkatan 2017, 2016 dan 2015
Pembicara kunci:
1.) Julyanto Sutandang, ST.
2.) Lucky Haryadi, ST.
Tanggal: 30 April 2018
https://www.equnix.asia/
Senin, 06 Agustus 2018
Thread dalam Java
Thread adalah rangkaian eksekusi dari sebuah aplikasi java dan setiap program java minimal memiliki satu buah thread. Sebuah thread bisa berada di salah satu dari 4 status, yaitu new, runnable, blocked, dan dead.
Contoh Thread
Pengertian
Thread adalah suatu bagian program yang tidak tergantung pada bagian lain dan dapat dijalankan secara bersama-sama. Hal ini berarti suatu thread dapat diberhentikan atau diistirahatkan tanpa harus menghentikan yang lainnya. Pada Java setiap thread dikontrol oleh suatu obyek unik turunan Thread, yang didefinisikan di dalam paket java .lang
Senin, 02 Juli 2018
VM VirtualBox
Oracle VM VirtualBox atau sering disebut dengan VirtualBox merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan oleh Oracle. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Jerman,
VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi “tambahan” di dalam sistem operasi “utama”. Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka yang bersangkutan dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows tersebut. Fungsi ini sangat penting jika seseorang ingin melakukan ujicoba dan simulasi instalasi suatu sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada.
Jumat, 29 Juni 2018
Belajar Bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf
Berikut ini sedikit pelajaran mengenai ucapan dasar bahasa Arab, nahwu dan shoraf. Tidak perlu lama untuk mempelajarinya, cukup dengan pola 2 jam, insya Allah bisa:
Selasa, 26 Juni 2018
Belajar Baca Kitab dari Hadits
Belajar baca Kitab dari Hadits? Berikut ini beberapa kitab hadist yang bisa digunakan untuk belajar membaca kitab dan artinya, monggo disimak ...
Rabu, 20 Juni 2018
Yahanu
Yahanu ini adalah katgeri fi’il (Kata kerja) dalam bahasa Arab. Saya tidak tahu ini bentuknya fi’l Madhi (Pas Tense) atau Fi’l Mudhari’ (Present Tnese). Tapi bahasa ini digunakan oleh santri Gontor untuk berbagai kata ganti (Dhomir). Secara linguistik saya tidak tahu artinya apa, tapi istilah ini biasanya di berikan untuk menomentari seseorang yg “sok/merasa” (Sengaja saya beri tanda petik).
“Ente yahanu Jiddan (Kamu sok sekali)”
“Ente yahanu Jiddan (Kamu sok sekali)”
Senin, 04 Juni 2018
POLA PEMASANGAN PAVING BLOCK
Pola atau motif pemasangan paving block yang baik adalah pola pemasangan yang tidak hanya memberikan nilai keindahan atau estetika tapi juga dapat membuat paving block saling terkunci dengan baik. berikut adalah beberapa Pola atau motif pemasangan untuk paving block dengan bentuk segi empat atau paving block tipe C yang banyak digunakan :
Kamis, 31 Mei 2018
Konfigurasi Static Routing di Mikrotik
Sumber:
http://www.dimasrio.com/2015/11/konfigurasi-static-routing-di-mikrotik.htmlStatic Routing merupakan jenis routing yang kelola secara manual oleh admin jaringan untuk menentukan hope atau arah yang akan dilalui suatu network.
Sebagai seorang admin jaringan memang sudah seharusnya mengetahui logika routing lebih dalam, untuk itu pembahasan kita kali ini akan sedikit lebih advance yaitu melakukan setting static routing di mikrotik dengan 3 buah router. Asalkan kita memperhatikan rute networknya saya yakin sobat akan mudah mempelajarinya.
Perhatikan topologi di bawah ini:

Pada gambar home lab diatas, kita memiliki 3 buah router yang saling terinterkoneksi dengan alamat network yang berbeda. Nah, tujuannya adalah melakukan konfigurasi router agar jaringan Lan pada router R2 dan R3 dapat saling terinterkoneksi. Berikut langkah-langkahnya:
Konfigurasi Static Routing pada Mikrotik
Dimulai dengan Router R2.
Router R2
Set ip address pada masing-masing interface dan buat static router yang mengarah ke network 20.20.20.0/30 dan 192.168.20.0/24 (Lan dari router R3).
Router R2
Set ip address pada masing-masing interface dan buat static router yang mengarah ke network 20.20.20.0/30 dan 192.168.20.0/24 (Lan dari router R3).
[admin@R2] > ip add add add=10.10.10.1/30 int=ether1 comment=to-R1
[admin@R2] > ip add add add=192.168.10.1/24 int=ether2 comment=to-Lan
[admin@R2] > ip route add dst-address=20.20.20.0/30 gateway=10.10.10.2
[admin@R2] > ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.10.10.2
Sebagai contoh pada perintah static route (ip route add dst-address=20.20.20.0/30 gateway=10.10.10.2), maksudnya jika ada traffic dengan tujuan network 20.20.20.0/30 akan di lewatkan ke ip 10.10.10.2 (Ip yang ada di Router R1).
Maka routing tablenya akan terlihat seperti dibawah ini.

Router R1
Set ip address masing-masing interface dan buat static route yang mengarah ke network Lan dari router R2 dan R3.
Set ip address masing-masing interface dan buat static route yang mengarah ke network Lan dari router R2 dan R3.
[admin@R1] > ip add add add=10.10.10.2/30 int=ether1 comment=to-R2
[admin@R1] > ip add add add=20.20.20.1/30 int=ether2 comment=to-R3
[admin@R1] > ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=10.10.10.1
[admin@R1] > ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=20.20.20.2
Maka akan routing tablenya akan terlihat seperti dibawah ini.

Router R3
Set ip address masing-masing interface dan buat static route yang mengarah ke network 10.10.10.0/30 dan 192.168.10.0/24 (Lan dari Router R1).
[admin@R3] > ip add add add=20.20.20.2/30 int=ether1 comment=to-R1
[admin@R3] > ip add add add=192.168.20.1/24 int=ether2 comment=to-Lan
[admin@R3] > ip route add dst-address=10.10.10.0/30 gateway=20.20.20.1
[admin@R3] > ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=20.20.20.1

Router R3
Set ip address masing-masing interface dan buat static route yang mengarah ke network 10.10.10.0/30 dan 192.168.10.0/24 (Lan dari Router R1).
[admin@R3] > ip add add add=20.20.20.2/30 int=ether1 comment=to-R1
[admin@R3] > ip add add add=192.168.20.1/24 int=ether2 comment=to-Lan
[admin@R3] > ip route add dst-address=10.10.10.0/30 gateway=20.20.20.1
[admin@R3] > ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=20.20.20.1
Routing tablenya akan terlihat seperti dibawah ini.

Nah, sobat sekarang kita coba ping dari gateway lan router R3 ke gateway lan router R2.

Nah, sobat sekarang kita coba ping dari gateway lan router R3 ke gateway lan router R2.
DHCP Server dan DHCP Client
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client.
Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support).
Mikrotik dapat digunakan sebagai DHCP Server maupun DHCP Client atau keduanya secara bersamaan. Sebagai contoh, misalnya kita berlangganan internet dari ISP A. ISP A tidak memberikan informasi IP statik yang harus dipasang pada perangkat kita, melainkan akan memberikan IP secara otomatis melalui proses DHCP.
Mikrotik sebagai DHCP Client
Dalam kasus ini, untuk dapat memperoleh alokasi IP Address dari ISP, yang nantinya dapat digunakan untuk terkoneksi ke internet, kita bisa menggunakan fitur DHCP Client. Langkah-langkah pembuatan DHCP Client dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Client -> Add.
Untuk pengaktifkan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke ISP.
Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari ISP, maka Use-Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes.
Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan;
- Interface : Pilihlah interface yang sesuai yang terkoneksi ke DHCP Server
- Use-Peer-DNS : Bila kita hendak menggunakan DNS server sesuai dengan informasi DHCP
- Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP
- Add-Default-Route : Bila kita menginginkan default route kita mengarah sesuai dengan informasi DHCP
- Default-Route-Distance : Menentukan nilai Distance pada rule routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika add-default-route=yes
Sampai langkah ini, seharunya Router sudah bisa akses ke internet. Selanjutnya lakukan setting DHCP Server untuk distribusi IP Address ke arah jaringan lokal /LAN.
Mikrotik sebagai DHCP Server
DHCP Server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang sifatnya dinamis. Dengan jumlah dan personil yang tidak tetap dan selalu berubah. Jika pada kasus ini sifat user seperti itu dapat kita temui pada tamu yang berkunjung.
Konfigurasi DHCP Server dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Server -> Klik DHCP Setup
Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.
Langkah pertam, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether3. Selanjutnya Klik Next
Sebelumnya pada ether3 sudah dipasang IP Address 192.168.4.0/24. Maka pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini.
Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default-gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether3.
Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 192.168.4.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client.
Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu.
Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama, misalkan 1 hari saja.
Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai.
Untuk melakukan percobaan, hubungkan PC ke ether3 kemudian ubah pengaturan IP PC pada posisi "obtain an IP address automatically" .
Seharusnya Laptop akan mendapatkan assign IP otomatis dari Router. Perhatikan expired time, seharusnya sama dengan parameter Lease-Time yang sudah ditentukan pada DHCP Server.
DHCP Leases
Daftar perangkat yang sudah diberikan IP secara otomatis akan ada pada /ip dhcp-server leases.
Secara default, ip address yang akan diberikan ke client diurutkan dari belakang (192.168.4.254). Akan tetapi, kita juga bisa melakukan pengaturan agar sebuah IP hanya akan dipinjamkan ke Client tertentu. Misalnya, jika Client-A melakukan request DHCP, maka Server akan selalu memberikan IP 192.168.4.254.
Konsep tersebut dapat diterapkan dengan menggunakan Static Leases. Ide dasarnya adalah melakukan reservasi sebuah IP Address untuk sebuah MAC Address tertentu. Ada 2 cara konfigurasi yang bisa dilakukan.
Pertama, dengan melihat dari daftar perangkat yang ada pada tab Leases. Jika dilakukan dengan cara ini client harus sudah mendapat IP Address dahulu.
Cara kedua dengan menambahkan secara manual pada tab Leases.
Selain dapat digunakan untuk reservasi IP Address, Static Leases juga bisa digunakan untuk menentukan :
- Lease-Time yang berbeda untuk tiap MAC Address (Client)
- Limitasi bandwidth (rate-limit) , jika ditentukan maka rule simpe queue akan secara otomatis muncul ketika client mendapat assign IP dari server.
- Melakukan blocking MAC Address tertentu agar tidak bisa mendapat pinjaman IP, dengan opsi "Block-Access=yes".
Jadi, selain dapat mendistribusikan IP secara otomatis, dengan DHCP Server juga dapat melakukan manajemen terhadap DHCP Client dengan menggunakan Static Leases.
Rabu, 30 Mei 2018
Memisahkan Bandwidth Lokal (IIX) dan Internasional (IX) 2 ISP di Mikrotik
Sumber:
http://www.dimasrio.com/2015/12/memisahkan-bandwidth-lokal-iix-2-isp.htmlFungsi mark routing di mikrotik ini sangatlah berguna bagi anda yang memiliki 2 buah upstream link karena dapat melewatkan jalur koneksi ke geteway tertentu.
Pada contoh kali ini kita asumsikan memiliki 2 buah koneksi internet, dimana salah satu isp anda memberikan koneksi ke arah lokal (IIX) lebih besar di bandingkan ke arah internasional, sebuat saja ISP A. Sedangkan ISP B memiliki bandwidth ke internasional cukup besar hanya saja koneksi dari ISP B tidak simetris atau Up to. Untuk itu perlu di optimalkan.
Maka topologinya akan seperti di bawah ini:

Nah, karena kita akan memisahkan traffic lokal dan internasional, maka kita membutuhkan daftar ip yang ada di indonesia yang sudah di advertise ke IIX.
Ketikkan perintah di bawah ini pada terminal mikrotik.
[admin@R1] > tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;
Selanjutnya import file nice tersebut.
[admin@R1] > import nice.rsc
Setelah berhasil maka, pada address-list di menu firewall akan muncul list ip yang ada di indonesia.

Selanjutnya buat mangle pada mikrotik untuk menandakan routing mark traffic iix dan internasional.
[admin@R1] > tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;
Selanjutnya import file nice tersebut.
[admin@R1] > import nice.rsc
Setelah berhasil maka, pada address-list di menu firewall akan muncul list ip yang ada di indonesia.

Selanjutnya buat mangle pada mikrotik untuk menandakan routing mark traffic iix dan internasional.
[admin@R1] > ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=lokal passthrough=yes src-address=192.168.7.0/24 dst-address-list=nice
[admin@R1] > ip firewall mangle chain=output action=mark-routing new-routing-mark=lokal passthrough=yes src-address=192.168.7.0/24 dst-address-list=nice
Sekarang buat default routenya.
[admin@R1] > ip route add gateway=10.10.7.1 routing-mark=lokal
[admin@R1] > ip route add gateway=172.16.7.1
Karena untuk lannya menggunakan ip privat, jangan lupa untuk membuat Nat nya untuk kedua isp.
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2
Kita coba lakukan tracert dari lan (windows 7) untuk memastikan traffic sudah di alirkan ke default route iix dan internasional.

Dari hasil tracert bahwa traffic internasional sudah di alirkan ke ISP B, sedangkan untuk traffic lokal di alirkan ke ISP A.
[admin@R1] > ip firewall mangle chain=output action=mark-routing new-routing-mark=lokal passthrough=yes src-address=192.168.7.0/24 dst-address-list=nice
Sekarang buat default routenya.
[admin@R1] > ip route add gateway=10.10.7.1 routing-mark=lokal
[admin@R1] > ip route add gateway=172.16.7.1
Karena untuk lannya menggunakan ip privat, jangan lupa untuk membuat Nat nya untuk kedua isp.
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2
Kita coba lakukan tracert dari lan (windows 7) untuk memastikan traffic sudah di alirkan ke default route iix dan internasional.
Dari hasil tracert bahwa traffic internasional sudah di alirkan ke ISP B, sedangkan untuk traffic lokal di alirkan ke ISP A.
Selasa, 29 Mei 2018
Konfigurasi Dasar BGP
http://www.mikrotik.co.id/artikel.php
Sumber:
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=170
Apabila kita berlangganan internet biasanya Provider Internet (ISP) mempunyai sebuah layanan untuk memisahkan jalur atau gateway antara koneksi internet Internasional dan OpenIXP. Dengan cara ini para customer dapat dengan mudah untuk melakukan management bandwith untuk akses kedua jalur tersebut. Biasanya metode yang sering digunakan adalah dengan BGP Peer.
BGP (Border Gateway Protocol) adalah salah satu jenis protokol routing yang berfungsi untuk mempertukarkan informasi antar Autonomous System (AS). BGP ini merupakan sebuah Dinamic Routing dan pada mikrotik sendiri terdapat beberapa macam fitur dinamic routing selain BGP seperti OSPF dan RIP. Untuk pertukaran informasi BGP ini memanfaatkan protokol TCP sehingga tidak perlu lagi menggunakan protokol jenis lain untuk mengangani fragmentasi, retransmisi, acknowledgement dan sequencing.
Sumber:
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=170
Apabila kita berlangganan internet biasanya Provider Internet (ISP) mempunyai sebuah layanan untuk memisahkan jalur atau gateway antara koneksi internet Internasional dan OpenIXP. Dengan cara ini para customer dapat dengan mudah untuk melakukan management bandwith untuk akses kedua jalur tersebut. Biasanya metode yang sering digunakan adalah dengan BGP Peer.
BGP (Border Gateway Protocol) adalah salah satu jenis protokol routing yang berfungsi untuk mempertukarkan informasi antar Autonomous System (AS). BGP ini merupakan sebuah Dinamic Routing dan pada mikrotik sendiri terdapat beberapa macam fitur dinamic routing selain BGP seperti OSPF dan RIP. Untuk pertukaran informasi BGP ini memanfaatkan protokol TCP sehingga tidak perlu lagi menggunakan protokol jenis lain untuk mengangani fragmentasi, retransmisi, acknowledgement dan sequencing.
Langganan:
Postingan (Atom)















